
" sekarang sepeser pun tidak ada " gumam ku lalu tersenyum senang setelah kesediaan
ya ini lebih baik dari pada zahra membenci ku , aku tak akan rela untuk itu , janji ku akan ku tepati., sekalipun menjadi miskin kembali , aku juga akan rela
sistem bagaimana keadaan anak ku di kandungan zahra , dan apakah poin stone ku bisa ku jual untuk membeli sebuah obat agar kandungan nya lebih kuat dan cepat
( bisa tuan)
berapa harga poin stone
(500 poin stone untuk pil penguat kandungan)
( 500 poin stone untuk mempercepat kandungan sampai 100 kali lipat )
berapa poin stone ku
(150 poin stone ,tuan)
apa tidak ada misi yang bisa memberi ku poin banyak dalam cepat
(akan sistem program untuk tuan)
( pemrograman selesai)
(misi terpicu ,bujuk zahra agar tidak ke klan kertas emas)
( hadiah 1000 poin stone)
( lama misi , 2 hari penuh)
sial kenapa begini lagi misi nya , apa boleh buat untuk bayi ku akan aku lakukan itu
apa yang harus aku lakukan , ah ya aku tahu caranya
aku langsung berjalan ke arah sofa dan berbaring lalu menutup mata ku
" sayang , ayo kita berang" belum selesai ucapan zahra dia langsung panik melihat ku berbaring dengan wajah pucat
" sayang apa yang terjadi?" tanya zahra yang langsung memeluk ku spontan
aku merasa ragu sekaligus senang dengan reaksi zahra
" enggak apa apa ra , hanya saja kepalaku terasa sangat pusing , badan ku lemas , tapi ga apa apa kok , kamu jangan terlalu menghawatirkan ini , aku baik baik aja kok" kata ku terdengar malas , ini bagian dari rencana ku
" ka kamu kenapa , kamu sakit apa ?" panik zahra masih di posisi yang sama
" jangan nangis ya , aku ga papa kok , kita akan berangkat sekarang kan , jadi jangan nangis lagi " ujar ku selepas mengelap air mata dari wajah nya
" kita berangkat besok aja ,sampai kamu lebih baik " tegas zahra ga tega melihat ku lemah seperti ini
" ra tapi kan ini demi kamu , kita ke sana sekarang ya , aku ga papa kok " bujuk ku berpura pura , harapan ku hanya ingin dia tidak setuju dan pasti ini hanya akting ku aja
" ga lang , kamu turuti aku ya kali ini , aku ga mau kamu kenapa napa" tegas zahra , aku hanya mengangguk setuju
aku sudah bertekad kali ini ga akan gagal lagi demi anak ku dan zahra akan aku lakukan ini , meskipun harus membohongi zahra
".iya aku ga nangis kok , tapi kita berangkat nunggu kamu sembuh ya" rengek zahra mengusap kedua pipi nya
"um , baik lah " sahut ku , tanpa ada jeda ada telpon di ponsel ku
" ada apa dia !" gumam ku lalu menerima panggilan itu
"hallo lang , kamu di mana ? " tanya suara laki laki yang terdengar cemas
" di hotel ka , kalau ingin kemari, ajak sekalian abim dam baim, " sahut ku ,lalu mengirim lokasi kami
ya yang menelpon adalah raka teman nakal ku di sekolah , anak dari seorang dokter sekaligus pemilik dari banyak rumah sakit yang ada di dalam maupun luar negri
" oke lang , gw beritahu para bajingan bajingan tak bermartabat itu " ujar nya
" eh bisa ga bermartabat , emang kapan ada bajingan punya martabat ?" tawa ku pelan , aku hampir lupa kalau pura pura sakit
" sayang raka , baim sama abimanyu mau ke mari , ga papa kan , mereka pasti bawa cewek mereka kok , jadi kamu ga sendiri an kalau aku sedang menemani mereka " ucap ku yang beralih posisi sehingga berbaring menggunakan paha zahra yang memakai baju kurang bahan itu terasa hangat
" iya sayang , tapi janji ya , jangan keluar hotel , aku ga mau di tinggal , meskipun sama pacar nya temen temen mu , aku kan belum kenal apa lagi akrab dengan mereka , jadi janji kan akan di hotel terus " lembut zahra membelai pipi kiri ku , duh senang nya kalau bukan pura pura sakit pasti sulit cari kesempatan seperti ini
ya mana mungkin , ya kan ada bidadari di sisi malah milih pergi
" iya , janji kok , udah waktu nya makan siang lo , ga ingin ngisi perut mu?" tanya ku masih bersuara pelan seolah oleh lemas
ini demi anak kita ra , maaf jika harus membohongi mu , maaf , ada tetesan air yang merembes dari mata kiri ku ,dan untung ada zahra yang mengelap nya dengan tangan mungil nya itu
"lang kok nangis sih?" ada raut wajah khawatir dari wajah nya , dan mata nya terlihat panik dengan sedikit air mata ku , ya selama ini dia belum tahu seberapa berharga nya air mata ku , jadi pantas saja dia panik
selama ini aku ga pernah sekalipun menangis kecuali saat kematian ibu dan ayah bersamaan dan itu pun bukan lah tangisan hanya air mata yang mengalir tapi tidak menimbulkan isak tangis seperti umum nya , ya bisa di bilang seperti saat ini , aku menangis karena merasa bersalah karena membohongi zahra
" um , iya maaf mengotori pakaian mu ra" sahut ku se enak nya aja , ya terus harus aku jawab apa , ga mungkin kan aki jujur kalau ini karena kebohongan ku , alasan ini lah yang sering aku ucapakan saat bersama teman teman ku saat aku malas menjawab pertanyaan pertanyaan itu
" enggak kok, ga masalah , a aku akan ganti baju " katanya spontan mungkin gugup
" em ganti yang tertutup ya , aku ga mau para bajingan tidak ber martabat itu melihat ke indahan tubuh mu sayang " lanjut ucap ku sedikit membuat rona di wajah nya
duh senang nya bisa menggoda zahra , ya nggak bagaimanapun ini pengalaman pertama ada sensasi macam apa gitu , yang jelas detak jantung tidak karuan dan badan juga sedikit lemas terutama di bagian bagian sendi
" ih kok gitu sih , kamu mesum banget jadi orang !" teriak zahra ada sedikit kesal di ucapan nya , tapi aku yakin itu hanya untuk mencari alasan agar merah di wajah nya tidak terlalu aku perhatikan .
entahlah perasaan apa ini , saat aku dekat dengan sulis hanya ada rasa tenang , sedikit pun rasa tidak karuan ini tidak ada , kalau dengan melinda jangan di tanya , dekat aja ga pernah , hanya sekali pas dia nembak itu aja pas jam istirahat jadi waktu nya sangat singkat
" hehe ga papa kan mesum sama istri sendiri " balas ku sedikit tertawa ringan
dan yang menjadi masalah malah zahra terlihat senang
" be benarkan itu , kita sudah menjadi suami istri , kamu tidak membohongi ku kan lang?" raut wajah itu , entahlah aku sering merasakan nya , ya ada perasaan senang tersendiri dengan raut wajah seperti itu