
" dasar aneh" cibir baim pada ku ," aneh lo yang aneh im, jingga aja ga tertarik sama lo , lo masih manggil dia sayang " ujar ku santai ga sekalipun aku melirik ke belakang
" eh mana ada dia tuh sayang sama aku lang ,lo hanya iri kan sama gua ?" kata nya ga percaya
" iri, gua kan dah bilang gua udah gila karena zahra mana sempat gua iri pada lo karena jingga " kata ku masih berjalan santai padangan ku tetap ke jalan dan setengah ke rambut hitam legam zahra yang ada di atas kursi berjalan yang ku dorong dengan hati penuh
zahra merasa bahagia atas pengakuan tuan
udah bahagia aja heroin cantik ku , beruntung nya ada mereka , ga percuma aku ajak kedua manusia ini ke taman
" cinta mu apa setinggi itu pada orang lumpuh ini ?" terdengar suara wanita dari arah belakang ku , yang pasti itu jingga yang heran mendengar penjelasan hati ku pada zahra yang terdengar sangat besar luas dan tinggi
" hehe iya nona , dia heroin ku , jadi dia adalah segala nya bagi ku " kata ku mantap , tangan ku mendorong dengan tangan kanan sementara tangan kiri ku mengelus rambut zahra yang hanya melihat ke depan
aku menunduk dan sedikit membungkukkan tubuh ku " zahra senang kan , kalau iya akan aku buat zahra terus seperti ini, dan maaf yang kemarin malam , aku ga sengaja otak ki ga normal , aku janji akan selalu baik sama zahra " kata ku berbisik di telinga kiri zahra
dia mengangguk , sebagai tanda mengiyakan ucapan ku padanya , kamu yang terbaik zahra dan akan selalu jadi yang terbaik bahkan satu satu nya hanya kamu di hati ku
" eh segitu amat ya tinggi nya , sayang ku pasti juga sama kaya kamu " kata jingga terdengar senang sekaligus sedih , entahlah aku ga tau isi hatinya dan ga ingin tahu
aku merasa sangat nyaman dengan gerakan kepala nya , ya walaupun hanya anggukan saja tapi aku sudah senang karena perasaan ku sama dengan dia
walaupun dia bisu , walaupun dia lumpuh tapi tatapan mata nya benar benar nyata membuat ku gila karena cinta nya
" hehe iya lah sayang, aku bahkan lebih besar dari dia " sombong baim pada jingga yang ada di gandengan nya
tak terasa sudah sampai taman kot , ramai? ya sangat ramai entah berapa ratus orang yang ada padahal hanya ada lapangan yang sangat lebar dan ada tugu di tengah nya , lampu lampu yang sangat banyak dan besar membuat suasana nampa seperti siang hari walau padahal itu malam hari
" wah benar benar indah " kagum jingga di sebelah kanan ku
ya tatapan kami sama sama ke depan , telinga pipi bahkan kepala kami menjadi satu
" sayang , gimana indah kan? " ucap ku senang zahra hanya mengangguk tapi yang aneh jingga yang menjawab " ya indah sekali "
dasar ****** , di samping nya ada pasangan nya malah menjawab ucapan ku pada zahra , benar benar ga punya otak sedikit pun
tak ada kata dari baim , dia malah menarik tubuh jingga ke pelukan nya
" wanita mana yang ga nolak lo lang, bahkan jingga yang ku anggap suci juga ga mampu menyembunyikan perasaan nya ke lo " kata nya pelan masih memeluk tubuh jingga
ya aku.kaget , tapi aku ga mau menunjukan ke kagetan ku , aku masih mempertahankan posisi ku di sisi zahra
" hehe udah tau kan , kalau ganteng doang ga bisa membuat wanita menjadi nyaman , kaya doang ga bisa membeli hati seseorang , dan gagah doang ga bisa menjaga hati buat kesetiaan seseorang " ujar ku santai sambil tangan kanan ku membelai dahi sebelah kanan zahra sementara tangan kiri ku rapat memegang tangan dingin zahra , ya tangan itu sempat panas kemarin ,sungguh berbeda dari sekarang
"hehe iya lang , ga nyangka gua , ya ga papa lah baru sehari juga , mungkin jingga belum bisa nerima aku sepenuh nya , tapi berjalan waktu mungkin dia bisa nerima aku sepenuh nya kaya kamu bisa nerima zahra sepenuh nya , aku hanya berharap itu , ga lebih " kata baim
jingga hanya diam saja , dia mungkin gugup atau ga percaya dengan ucapan kami berdua dan aku ga perduli itu
" sayang maaf" kata jingga akhirnya bicara dari kebisuan nya , ya dia hanya diam aja mau di sebut apa lagi ?
" eh iya ga papa , kamu ga salah juga , aku ngerti kok dah banyak wanita yang sama kaya kamu jatuh cinta pada pandangan pertama pada langit , tapi sangat jarang ada yang dia sukai , kamu pengen tau ga , wanita pertama yang dia sukai tuh nembak dia hanya memainkan sebuah taruhan , jadi selepas taruhan selesai dia di campakan , kemudian wanita kedua tuh hanya matre dan anggap di sebagai ATM hidup aja bahkan saat ketemu yang lebih dari dia , dia langsung di tinggal begitu aja " jelas baim panjang lebar kali tinggi mungkin , bahkan aku sempat panas karena dia menyinggung melinda dan sulis lagi, aku sudah ga pernah ada rasa lagi semenjak tadi pagi malah di ingetin lagi ya aku jelas malas mendengar nya
".haha , ternyata manusia sama saja ya , kalau ga jodoh apapun usaha , sekuat apapun itu pasti percuma saja , ga akan ada hasil nya kalau ga ada jodoh dari dari takdir tuhan ".kata jingga yang mulai merasa enak , mungkin canggung dan malu serta kesal nya sudah hilang degan penuturan panjang baim
" iya , kamu mau cerita masa lalu kamu ?kalau iya aku bakal dengerin semuanya !" kata baim
" ya aku mau cerita , dulu aku suka pada seorang laki laki dan laki laki itu adalah ayah tiri ku saat ini , aku menyukainya sebelum dia menikahi janda ibu ku , dia ? , aku ga tau perasaan nya mungkin dia juga menyukai ku atau enggak , aku ga jelas hanya saja tatapan nya pada ku penuh dengan cinta bagi ku , aku merasa nyaman dengan tatapan itu , tatapan nya sama kaya kamu memandang ku , lalu aku kaget karena dia datang ke rumah ku bersama kedua orang tua nya yang saat ini menjadi kakek dan nenek sambung ku untuk melamar ibu ku , kejadian empat tahun silam masih jelas di benak ku , bahkan di malam pertama dezahan panas itu , entah kenapa suara ibu menjadi merdu saat itu , bahkan aku yang mendengar bergairah tanpa terduga , aku menggunakan tangan ku untuk menyelesaikan itu sambil mendengar desah panas ibu , ayah tiri ku juga kadang berteriak kesakitan dan itu terjadi semalam penuh entah apa yang mereka rasakan tapi jujur hati panas mendengar itu , bahkan sampai sekarang hubungan ku pada ibu dan ayah sambung ku itu ga pernah dekat , aku menjadi pendiam dan takut mencintai laki laki mulai itu sampai kamu datang ke hidup ku , entah kenapa aku juga nyaman di dekat mu , padahal aku ga tau aku cinta sama kamu atau enggak " kata jingga dua kali pi kuadrat , entah lah apa menyebut nya yang jelas itu muter muter saja menurut ku ga langsung ke intinya dan membuat otak ku panas karena kesal mengikuti alur ga jelas itu