
singkat saja waktu berlalu kini ada raka bersama wanita yang tentunya bukan anis ya, si penghianat itu ,entahlah aku kenalan nya nanti aja ya gak
lalu datang pula abimanyu si pangeran dingin dari kutub selatan bersama dengan gadis nya ya siapa lagi kalau bukan vania
dan ada pula baim yang bersama jingga di sisi kiri nya dan ada pula adik kelas cantik kami , siapa lagi kalau bukan vita yang mengikuti nya dari belakang
entah kenapa tatapan kesedihan terpancar jelas dari mata nya , aku kasihan sih sekaligus kesal sama baim , ya bagaimana tidak dia sudah ada vita gadis polos yang sangat mencintai nya , tapi dia masih aja nyari gadis lain ,masih ingat bang feri , ya dia yang mengenalkan gadis bernama jingga yang aku info kan untuk raka seusai penghianatan kekasih nya yang bernama anis itu
"eh vita juga ada , mari masuk "ucap ku penuh senyum dan entah angin apa sampai baim langsung menyeret ku masuk meninggalkan semua yang ada
" apa apa sih lo " kesal ku lalu melepaskan pegangan tangan nya dengan paksa
" lang , lo yang apa apa an , lo tau kan vita sangat marah pada ku , kenapa juga lo sok asik dengan nya , kalo sampe dia ninggalin gw gimana lo mau tanggung jawab hah " balas baim kesal
" lo yang apa apa an , udah ada orang yang sangat tulus mencintai mu dan lo malah bawa wanita lain, oke ga papa gw setuju setuju aja kalo lo bawa jingga tapi jangan bawa vita juga lah , lo ga kasian dengan nya , lo mikir gak gimana perasaan nya , hah , bahkan dia tetep nemenin kamu kemari saat kamu bersama gadis lain " sahut ku ga kalah kesal
" sorry lang , gw lebih suka sama jingga dan mungkin gw akan ninggalin vita demi jingga" ucap nya mulai tenang dan duduk di ranjang kamar ku , di sana ada zahra yang sedang melihat perdebatan kami
"em itu keputusan mu , ra mari kita kenalan sama para bajingan tidak bermartabat yang ada di luar " ajak ku dan zahra mengangguk menyetujui
" lang menurut lo keputusan gw gimana , gw salah gak ?" tanya baim
" entah im gw ga tau , yang jelas lo harus bisa memastikan pilihan lo tepat , lepasin salah satu nya , karena gw tau mereka tidak akan bisa bersatu " ucap ku lalu berjalan menggandeng zahra dan meninggalkan baim di kamar
jingga memang wanita cantik , dengan pesona seorang wanita dan di tambah anak orang kaya jelas keluarga nya akan lebih memilih nya , sementara vita gadis kecil lugu polos yang hanya tahu cinta adalah perasaan yang sangat menyenangkan ,dan juga bukan dari kalangan orang kaya seperti jingga , apa yang akan di pilih baim? entahlah ! , dia pasti punya alasan tersendiri jauh dari miskin dan kaya juga dari gadis maupun wanita
" lang tunggu""teriak nya pelan lalu berjalan membuntuti ku yang sudah berjalan duluan
kami duduk di sofa yang ada aku ada di antara vita dan zahra karena aku kasian dia hanya berdiri saja dari tadi
"vit , aku udah mikirin semua maaf ya hubungan kita berakhir disini " ucap baim tiba tiba memecah keheningan , yang lain hanya diam
ya jelas siapa juga yang mau masuk ke dalam urusan orang lain , meskipun baim abimanyu ataupun raka kekayaan keluarga nya jauh di atas jingga tapi masuk ke urusan orang lain tanpa di minta pertolongan juga tidak mereka suka
" iya kak " hanya itu yang terdengar di mulut adik kelas ku yang ada di samping kanan ku
aku tidak akan memikirkan untuk penghianatan kembali aku sudah ga mampu melihat zahra mendapat hukuman dari kesalahan ku terus , jadi aku membiarkan saja sekalipun vita menangis jiga akan aku biarkan
" eh lang , sejak kapan zahra sembuh ?" tanya raka menghentikan keheningan lagi , "eh itu panjang cerita nya jadi aku ga akan memberitahu kalian " ketus ku lalu tangan ku menarik zahra agar bersandar di dada kiri ku
" kenapa dengan nya?" tanya ku mencari cara agar omongan itu segera di alihkan tapi masih bingung harus ngomong apa jadi asal saja aku berkata
" dia kan lagi sedih kenapa ga di hibur ga kasian ?" tanya zahra , duh polos banget kamu , ih
" kan ada baim sayang , biar dia yang hibur vita ,oke, atau kamu aja yang hibur vita , ajak ke kamar juga ga papa kok!" ucap ku dan zahra mengangguk menyetujui dan langsung berdiri menarik tangan vita lalu membawa ke kamar ku sekaligus kamar nya
" dasar ya!" gumam ku penuh penekanan aku takut zahra akan mengatakan sesuatu yang bisa membahayakan nya
" kenapa muka lu suram gitu lang?" baim berkata , dia entah apa yang dia pikirkan masih aja sempat sempat nya manja manja an dengan jingga di depan kami di kondisi.seperti ini
" lu yang kenapa ?" sahut abimanyu , entah kenapa kalau abimanyu bicara sedikit saja ada rasa tidak percaya kalau dia abimanyu , karena terlalu sulit untuk dia bicara , ya jelas lah pangeran es dari kutub selatan kok ya
untuk raka dia hanya pendiam kalau di depan orang baru dan akan bersikap normal di depan teman dan keluarga nya sementara baim dia ceria dan periang juga tangguh dalam berkelahi
untuk para gadis yang ikut hanya diam saja tidak banyak bicara
raka menyahut" gw merestui lo , jaga jingga dengan baik , soal vita semoga aja dia ngerti keadaan nya " dih kenapa lagi dengan bocah ini , kesambet apa dia sampai bilang gitu
" lu serius kan ka , setuju kalau gw sama jingga ?" tanya baim penuh dengan penekanan , entah dia senang atau tidak yang jelas perkataan nya sudah menyakiti vita tadi, seandainya aku di suruh memilih jelas aku lebih memilih vita dari pada jingga tapi entahlah orang kan berbeda beda
" iya gw serius " sahut ku lalu meneguk minuman yang di bawa baim sebelum nya
" makasih lang , kalo lo bim ?" tanya baim
" um untuk lo apa yang enggak !" balas abimanyu yang setia mengusap vania yang sekarang tertidur pulas di pangkuan nya
".makasih bim , lo teman terbaik gw , kalo lo ka yang lo ucapin tadi serius kan ?" yah itulah baim yang sangat banyak omong kayak sutradara
"iya , serius , dan masa lo ga percaya sama gw " raka datar aja kalo ngomong , tapi lebih baik lah dari pada abimanyu yang ngomong aja terdengar sangat dingin
" percaya kok , " jawab ku
" percaya kok " balas baim
" percaya kok " kata abimanyu
bareng gini malah jadi canggung lagi lah suasana nya"