200% cash back

200% cash back
Video 3 Menit



tanpa mengetuk pintu atau berkata apapun aku masuk ke dalam kamar mandi yang ga di kunci , di sana sulis sedang berdiri sambil menyabuni semua tubuh nya ia menghadap ke tembok jadi ga lihat aku ada di belakang nya


aku berjalan pelan ke arah nya dan memeluknya dari belakang , karena shower masih dalam keadaan mati jadi aku ga basah cuma aku juga terkena sabun di tubuh sulis


" mandi kok ga ajak ajak lis ?" tanya ku yang meletakkan janggut ku di pundak kiri sulis


" eh lang , maaf ,tadi kamu masih tidur jadi aku mandi duluan baru mau bangunin kamu kita kan harus sekolah nanti !" ucap nya


anjir gw lupa ini sabtu bukan minggu jadi harus sekolah , " hehe maaf gw lupa lis , aku bantuin ya , biar cepet mandi mu !" kata ku langsung ikut menggosok tubuh sulis


setelah sulis selesai gantian aku yang mandi sulis juga ikut membantu ku menggosok sabun di tubuh ku


" lang kok berdiri gitu , nafsuan amat !" kata nya ya jelas aku nafsu lah telanjang di depan wanita yang sebelumnya aku raba raba tubuhnya , ".hehehe nafsu sama pacar kan ga papa , lagian dua minggu lagi kita nikah jadi aku pasti bisa nahan kok selama dua minggu ini !"kata ku cengengesan , entah kenapa aku ga malu dengan pertanyaan sulis dan perkataan ku juga


setelah aku dan sulis selesai dan udah pakai baju sekolah kami pun langsung keluar bersamaan , karena motor ku ada di rumah jadi aku ga ada niatan ngambil nya


aku memesan mobil taksi agar mengantar kami berdua ke sekolah , sebelum nya di depan resepsionis aku memberikan 2 juta sebagai tips dari pelayanan baik bagi ku dan sulis semalam karena di antarkan makanan untuk kami


saldo ku sekarang adalah 112 juta rupiah


, misi ku saat ini adalah menjadi kaya dengan menghabiskan uang ku , jadi aku menganggap nya sebagai pekerjaan


selepas kami sudah sampai di depan pintu sekolahan aku memberikan uang 2 juta pada paman pengemudi taksi itu


" makasih paman , bayarannya aku transfer ya , aku ga bawa uang tunai " kata ku dan setelah itu langsung saldo ku menjadi 114 juta


aku masuk bergandengan dengan sulis , tidak langsung ke kelas tapi menuju kantin dia juga ikut karena aku mengajak nya


" lis ayok ke kantin bentar " kata ku sambil menggandeng tangan nya , dia pun ikut aku tanpa ada jawaban dan hanya mengangguk


di kantin sudah ada dua pasang anak dan seorang yang sendirian dengan menyedot nikmat rokok yang terselip di tangan nya


" yo , langit, sulis , berduaan gini , sekarang pacaran kah ?" kata baim yang duduk bersebelahan dengan vita adik kelas kami


" iya anak mama " kata ku langsung duduk di kursi panjang yang kosong di samping abimanyu yang duduk sendirian menghadap dua pasang orang di depan nya


karena sulis masih berdiri saja aku berdiri lagi dan menarik sulis duduk di samping kanan ku , sementara abimanyu ada di samping kiri ku


" tumben ga vc ama vania ?" ucap ku


" malas aja " ucap nya dingin


" lo bisa ga , lebih hangat kaya kutub aja dingin banget " kata ku , lalu mengalihkan pandangan pada raka yang di samping nya ada anis


" eh lo kenapa liat cewek ku kayak gitu ?" kata raka pada ku


" lo kenapa ngelakuin hal itu semalam " kata ku dingin menatap raka dan anis


" maksud lo apa lang?" tanya baim pada ku , lo kenapa hianati anis ka ? balas ku menatap raka


dia hanya menatap ku tak percaya dengan ucapan ku , sementara sulis memegang tangan ku erat , dia pasti tahu kalo aku akan main tangan saat aku kesal jadi dia memegang tangan ku erat


" apa yang aku lakukan lang? , dan kenapa lo tuduh gw gitu , gw cinta ma anis ga mungkin gw hianati perasaan gw padanya !!" kata nya


ya aku emang sengaja mengetes reaksi anis , seperti yang aku kira dia langsung berdiri dan menampar raka tanpa berkata apapun ," aku ga percaya kau hianati aku ka , aku benci sama kamu !" ucap nya lalu pergi begitu saja


seperti yang kuduga itu akan terjadi , dia pasti akan pergi meninggalkan raka


" njing apa maksud mu memfitnah ku ?"bentak raka pada ku , aku bukan nya tak mau menatap nya hanya saja sulis sudah memeluk ku untuk mendinginkan emosi ku , jadi aku hanya bisa mengelus pelan pinggang nya


" ka lo mau tau kan alasan gw , nih liat sendiri !" ucap ku sedikit dingin dengan menyodorkan hp ku yang memperlihatkan kemesraan dua orang yang tak lain adalah anis bersama laki laki lain


video 3 menit itu mempertontonkan kejadian yang bisa membuat orang yang sepenuhnya percaya menjadi sangat benci seperti raka saat ini


" kenapa bisa seperti ini ,lo dapat dari mana video ini lang ?"tanya raka tajam


" gw ?, lo tau kan gw hacker , jadi itu video gw sadap dari cctv hotel kejora" kata ku dingin lebih dari yang tadi


" udah ka , jangan sedih kan masih banyak wanita lain , di dunia ga cuma anis doang yang hidup ka !" tambah baim yang duduk di samping raka sambil menepuk nepuk pundak kiri raka


" benar ka , nanti gw cariin yang lebih dari murahan itu !" dingin abimanyu yang masih saja menghisap rokok nya


aku memalingkan wajah dari pandangan raka padaku karena sulis juga sudah melepas tubuh ku dari pelukan nya , sementara vita hanya diam ga ada suara sedikit pun


" lis ini es nya kamu minum ya , sama mie nya kamu makan , kan tadi belom sempat sarapan !" kata ku tulus memandang nya , dia hanya mengangguk setuju dengan perintah ku


" iya lang, aku makan kok , kamu juga ya !" ajak nya lalu mengambil cuka di campur sedikit sambal dan kecap di depan meja


entah kenapa tangan ku langsung bergerak menuntun sendok yang tersedia lalu menyuapi sulis ,"aaa " kata ku menyodorkan mie dengan sendok yang ada


begitu seterusnya meskipun semua yang hadir banyak yang menonton aku ga perduli dengan mereka semua , " lang kamu ga sarapan ?" tanya sulis setelah selesai makan mie instan dan es di depan nya


" nanti lis istirahat baru makan , aku males makan sekarang " ucap ku tulus dengan sedikit mengusap kepala sulis


" eh lo ga mau ngasih pajak jadian ke kita ?" kata baim cengengesan , " oke nanti habis pulang sekolah kita pesta , oke , dan lo ka ga usah sedih , eh gw semalam dapat kabar dari bang feri kalo dia punya kenalan cewek namanya jingga , kata bang feri dia sedang cari pacar lo mau ga ? " tanya ku menatap raka


" kalo bang feri yang milih pasti gw mau lang " ucap nya tegas terlihat wajah penuh harap nya mulai menghiasai aura nya