200% cash back

200% cash back
Senang Nya Heroin Ku



malam dingin juga sejuk menemani diri ku yang sedang mendorong kursi roda yang di tunggangi zahra si lumpuh dan bisu


"zahra liat itu " tunjuk ku dan zahra menengok pelan ke kiri sesuai arah yang ku tunjuk


jelas saja dia senang karena ada banyak anak anak yang lari lari membawa kembang api , ya sejenis petasan tapi tak ada daya ledak hanya ada percikan percikan api


" zahra kamu pernah bisa ngomong ga?" tanya ku , dia mengangguk , dan berarti dia pernah bisa bicara sebelum nya , lalu sekarang , entahlah aku juga ga paham sekarang kenapa bisa menjadi seperti ini


"sudah lama kamu ga bisa ngomong?" coba ku bertanya mencari kejelasan dengan keadaan nya yang memprihatinkan ini


dia sekali lagi mengangguk , "berapa lama satu tahun?" kata ku


dia menggelengkan kepala nya , apa sudah terlalu lama dia ga bicara


entahlah


"dua tahun " kata ku dia mengangguk , dua tahun ga bisa bicara sungguh mengenaskan menurut ku , ya semoga dengan hadir nya diri ku dia bisa cepat sembuh , begitu sih harapan ku


aku yakin dengan uang ku dia pasti bisa sembuh


" hei lihat cowok itu ,uh ganteng " ujar seorang wanita menunjuk ke arah ku yang sedang mendorong tubuh zahra yang hanya diam saja


tiga gadis yang itu mengarah pada ku


" hei kak , orang baru ya kok aku ga pernah lihat kamu ?" tanya gadis itu pada ku, dan aku ga perduli itu , aku terlalu dingin pada orang lain yang aku ga minat untuk ku


" cih sombong nya ?" ucap wanita itu


" sayang kita ke sana ya " ajak ku pada zahra setelah duduk mensejajarkan tubuh dengan nya , dan dia pun mengangguk mengiyakan


zahra merasa sangat nyaman pada tuan


ah bukan nya sistem ga sedang berfungsi saat ini kok aku bisa mendengar perasaan nya


ya skill itu bukan semua orang hanya orang yang aku inginkan saja yang terdengar bagi ku


"eh lo.kenapa ga sekolah tadi , dan ini siapa , lo ga tau sulis nyariin lo seharian " kata seorang pria bernama baim sedang jalan dengan gadis yang baru menurut ku


" oh ,tapi maaf supir nya sedang sibuk " ucap ku dingin pada nya dan langsung mendorong kursi roda yang di duduki zahra saat ini


" oi , bangsat emang lo lang, i khawatirin malah belagu " teriak baim


" oh , makasih , baim kali ini aku mohon jangan ganggu malam ku, aku sudah gila karena wanita ****** itu, aku mohon biarkan aku tenang untuk malam ini bersama zahra " terdengar memohon tapi sebenarnya itu juga permintaan yang ga bisa di tolak


"oh pacar baru ya ?" tanya baim serius


" mana aja , kapan kapan aku ceritain ini masalah serius ,jadi kalo ada waktu yang tepat aku cerita , dan lo sama siapa ini , kenapa ga di kenalin " coba ku menanyakan siapa tahu di jawab kan nambah teman juga ga papa ya kan


" jingga , kaya pernah dengar nama itu im , lo kenal dia dari mana kaya nya pas banget sama lo , cantik dan seksi bersama ganteng dan gagah " ujar ku menatap baim, entah kenapa aku ga merasa tertarik pada jingga padahal kecantikan nya sungguh di luar nalar


apa mungkin karena heroin ku lebih menggoda ya , atau aku ga normal , entahlah yang pasti aku ga ada rasa tertarik sedikitpun pada jingga yang notabene nya aduhai kaya artis artis idola


wajah menawan , tubuh ga ada tandingan , yah itu kenyataan tapi itu ada di pikiran di hati ku ga ada sedikitpun pujian untuk nya , apalagi ada zahra di samping ku meskipun ga bisa ku ajak bicara tapi jiwa suci nya ada di hati dan pikiran ku


" lo bisa aja anjin* dah tau kalo ini kencan pertama ku malah lo goda , mau gua pukuli lo sampai ga bisa berdiri lagi?" keras baim walaupun masih dengan wajah senang nya ya dia mungkin bangga dengan keberhasilan nya bersama dengan jingga


" hehe lo yang mulai duluan , gua juga ini malam pertama gua kencan sama zahra , lo yang ganggu duluan jadi kita impas ga ada hutang dan dendam " ujar ku sambil cengengesan


zahra merasa bosan menunggu tuan


dih udah bosan aja heroin ku


" zahra udah bosan ya, kita lanjut jalan sekarang oke " ajak ku , dia mengangguk tanpa seutas kata yang di lontarkan dari mulut kecil merah putih alami itu


ya warna merah namun pucat jadi agak ke pink pink nya gitu , tapi aku lebih suka nyebut merah putih karena perpaduan warna merah dan putih yang sangat pas


" baim , jingga , gua lanjut ya , lo kalo mau ikut sekalian , gua mau ke taman kota " ajak ku siapa tahu kan enak jadi pasangan ganda


" eh , gua tanya jingga dulu , gimana setuju atau ke rencana kita ke mall aja ?" tanya baim.pada jingga , jingga hanya mengangguk dengan senyum manis nya , apa dia tersenyum ke arah ku , aku kan ga kenal dia , dasar aneh


" jingga setuju , kita ikut ke taman kalau gitu , sayang belanja nya besok ya kalau gitu balik dari taman pasti dah malam nanti kalau ga pulang bisa aku di marahin ayah kamu " ucap nya


" em iya aku ikut aja , aku juga ga pernah ke taman , ada yang ngajak aku mau kok " ujar nya senang


baim juga terlihat senang , dasar ****** , di depan pacar nya masih aja lirik laki laki lain


" yuk jalan " ajak ku langsung mendorong kursi roda zahra


zahra merasa nyaman dengan sikap tuan


eh dah nyaman aja nih heroin ku , bakal gampang dong perjuangan ku untuk menaklukkan hati nya yang suci ini


hehe , zahra zahra gini aja dah nyaman gimana kalau aku ulangin yang semalam pasti nyaman nya ga ketulungan


ada senyum jahat di hati , tapi aku langsung membuang nya jauh mana boleh , aku harus menjaga nya seperti ratu sesuai janji ku , dia bukan pelampiasan ku tapi kekuatan ku , jadi aku ga bisa nyakitin dia lagi seperti malam kemarin


" lo dah gila lang, senyum senyum sendiri ?" tanya baim yang jalan di belakang ku bergandeng tangan dengan jingga yang juga ikut bercanda ria bersama


"mana ada , gua senyum karena gua senang bisa jalan jalan sama heroin gua, sebagai tokoh utama ,yang over power pasti nya senang karena heroin nya senang " kata ku yang ceplas ceplos ga mikirin nanti nya gimana jelasin nya


" MC , heroin , lo dah gila lang?" ejek baim


" hehe iya gua gila im , gua gila karena perasaan gua sama zahra seperti ga ketulungan , mungkin bisa meledak kapan aja im " kata ku santai aja