
setelah meletakkan tubuh sulis di ranjang kamar ku , aku kembali lagi ke ruang tengah yang sudah ramai orang , kami pun memberangkatkan pemakaman kedua orang tua ku sambil sedikit tetesan air mata aku menguatkan diri ku
lang kamu harus kuat , kamu harus kuat , masih ada sulis yang menemani mu , kamu harus kuat
***
setelah selesai acara pemakaman aku langsung memanjatkan doa di sana cuma ada aku yang lain udah pulang ke arah rumah masing masing
"yah , bu , aku aku pasti akan menemukan siapa yang membuat ini semua , aku pasti membalaskan dendam , akan aku buat mereka yang melakukan semua ini pada ayah dan ibu hancur tak tersisa
akan ku buat mereka menderita lebih dari yang aku rasakan kali ini bu yah , aku pasti akan menjaga sulis sesuai keinginan kalian , semoga kalian tenang di surga , aku pasti akan sering berkunjung " ucap ku di depan makam yang berjejer
***
aku sudah ada di rumah ku setelah pulang dari pemakaman umum , di sana tampak keluarga ayah dan ibu ku sedang berkumpul
"yo udah pulang lang, paman kemari ingin pengertian mu lang, besok rumah ini akan di kembalikan ke keluarga samsudin jadi paman mohon ya kamu pergi dari sini " kata paman pertama ku
" oke " ucap ku dingin melewati mereka dan langsung menuju kamar ku di sana Sulis masih belum sadarkan diri
aku kasihan melihat nya " bu , yah , lang , jangan tinggalin sulis " racau sulis di mimpinya
bahkan di saat ga sadar ia masih memikirkan kami , aku tersenyum dan mendekatinya lalu mengecup dahi sulis
padahal dia bening tanpa ada noda jerawat di wajah nya , kenapa banyak yang menindasnya apa hanya karena ia anak haram?
lis cukup penderitaan mu , aku akan membuat mu tidak merasakan penderitaan lagi setelah hari ini
saat aku selesai mengemasi barang barang yang akan aku bawa termasuk baju ku dan sulis ke koper yang berjumlah tiga aku mendengar suara sulis
" lang kok kamu masukkan barang barang ada apa ?" tanya sulis
" kita udah ga bisa di sini lis , tempat ini udah di tarik lagi sama keluarga besar samsudin dan namaku juga sudah di coreng dari keluarga , jadi kita cuma bisa cari kontrakan atau rumah kecil kecilan pakai sisa uang di atm ku ".balas ku , ya aku baru berusia 17 tahun tapi sudah menanggung beban seperti ini jelas akan sangat sulit di lalui tapi aku adalah langit , namaku tidak di sebut dengan sembarangan mental ku sudah teruji dengan sepenuhnya untuk menghadapi bahaya kapanpun itu ada
" lang , ayah dan ibu masih ada kan lang?, aku mimpi buruk lang , aku melihat ayah dan ibu udah ga ada lang " ucap sedih sulis yang meneteskan air matanya
" itu benar lis itu ga mimpi karena itu juga kita di usir dari rumah ini, aku yakin ini perbuatan dari keluarga samsudin dan dippon yang ingin mengambil harta warisan yang seharusnya untuk ayah dan ibu " ucap ku pelan sambil menenangkan sulis
".lang kamu bohong kan ?"tanya sulis masih ga percaya
kemudian ia pingsan kembali dengan susah payah aku membawa semua barang barangku yang di bantu pembantu di rumah ku , aku menggendong tubuh sulis masuk ke taksi yang udah aku pesan dan turun di depan hotel lalu aku langsung masuk menggendong tubuh sulis , aku minta bantuan paman pengemudi taksi membantuku membawa tiga koper masuk ke hotel dengan membayar lebih , ia pun setuju dan membantu ku
setelah aku mengirim uang 1 juta rupiah pada paman sopir itu aku terkejut karena ada pemberitahuan kalau saldo ku malah tambah satu juta rupiah ,tapi aku berpura pura biasa saja
" tuan muda memesan kamar apa ?" tanya balik resepsionis itu
" vip " dingin ku karena ga mau lama., aku kasihan dengan sulis yang masih di gendongan ku
" ohh satu.malam nya 2,5 juta jadi untuk dua malam 5 juta dek " kata resepsionis itu sopan
" oh oke " aku mengirim uang pada rekening hotel itu dan benar saja uang ku bertambah lagi semula saldo ku ada 102 juta sebelum aku bayarkan untuk membayar hotel , dan sekarang jadi 107 juta
tanpa lama lama aku bersama paman supir taksi yang membantu ku sekaligus di bantu dua penjaga yang di minta tolong oleh resepsionis membawakan koper ku masing masing satu , dan aku tetap menggendong sulis
setelah sampai aku memberikan masing masing 1 juta pada ketiga orang yang membantu ku , emang aku ingin segera kaya dengan sistem 200% cash back ku dan tentu saja saldo ku bertambah sesuai jumlah aku mengeluarkan uang , jadi sekarang jumlah uangku jadi 110 juta rupiah
Setelah pamit ketiganya pergi dan aku langsung menutup pintu , kemudian duduk di samping sulis yang sedang tak sadarkan diri
" lang , kita di mana ?" tanya sulis yang sudah sadar , aku hanya duduk saja di sebelah nya
aku pun tersenyum , " hotel " jawab ku mengelus rambut indah sulis yang masih terbaring di samping ku yang sedang duduk melihat nya
" lis , kamu harus bisa nerima kenyataan ya , jangan pingsan terus , jangan membuat ku khawatir terus , oke!" kata ku manis , jujur ini pertama kalinya aku bisa tersenyum pada sulis yang biasanya aku akan sangat cuek padanya
" maaf lang , membuat mu khawatir " katanya merasa bersalah , ia duduk setelah aku membantu nya pelan pelan
ada banyak telpon dan pesan dari ketiga teman geng ku di sekolah yang aku hiraukan saja
mungkin mereka masih menunggu sampai sekarang
" lang , kamu yang sabar ya !" katanya dengan senyum tulus nya yang ia tampakkan setiap hari pada ku
" he em aku sabar kok , kan ada kamu yang bisa meredakan marah ku " kata ku halus yang masih menyangga tubuh sulis agar bisa duduk di sisi ku
aku entah kenapa sejak tadi di sekolahan merasa sangat nyaman saat dekat dengan sulis , bahkan sekarang semakin nyaman saja
" lang" kata nya melihat ke arah ku yang duduk persis menempel pada tubuh nya
" lis , katakanlah kalau ingin bicara !" ucap ku
" apa kamu udah ga benci sama aku ?" tanya nya pelan dan pasrah aku melihatnya dengan pekat , mungkin dia benar benar sangat cinta pada ku , dari perhatian nya pada ku sudah terlihat jelas , bahkan aku sering kasar padanya , sering mencaci nya , tapi ia tetap saja sangat baik pada ku
" em udah ga , aku udah ga mau benci sama orang yang baik seperti mu, maaf selama ini selalu membuatmu terluka " kata ku tulus sambil mengusap usap pelan kepala nya yang sedang bersandar di pundak kiri ku