
" bukan nya kita saudara ka? ,kok jadi sahabat sih ,lo gimana sih , kan lo yang bilang kalo kita saudara !" kata baim kayak ga terima hubungan kami di namakan sahabat , ya kan beneran sahabat kenapa juga harus ga terima
" maaf ,gw kelepasan bilang kek gitu !" ucap nya datar datar saja , tapi raut muka nya tidak datar ia merasa bersalah , mungkin aja ya
" iya gw tau" sahut abimanyu lagi , bisa.bisa nya dia selalu melakukan hal itu , membuat kami kesal aja , ya kan , tapi enggak lah kita kan teman bahkan lebih dari teman jadi bebas lah mau gimana
" koo lo lagi bim yang bilang kayak gitu ,harus nya tuh gw ya , lo diam aja okey !" baim lagi lagi tidak terima soal abimanyu yang menjawab kata dari raka lagi
(misi terpicu, berpesta bersama zahra )
si sial bagaimana bisa pesta sama zahra
( hadiah 100 poin stone )
( hukuman , di benci teman teman tuan )
( misi tidak dapat di tolak)
lah lah kenapa jadi ribet banget sih sistem., harus nya kan ga gini , gw liat di novel sama komik komik juga ga bawel kayak gini , masa iya misi nya pesta sama zahra , ga ada misi lain kaya bertarung atau apa gitu kan bisa
( terima misi hadiah menerima 100 poin stone)
lah ada fitur kayak gini lagi ,ah terima aja lah kan juga nambah 200 poin stone siapa yang ga mau , dari pada di benci anak anak ini
baik lah aku terima misi nya
( selamat tuan mendapatkan 100 poin stone karena menerima misi )
baru menerima aja sudah dapat poin , apa nanti akan ada hal buruk, apa pun itu aku akan menjaga zahra
" eh gw tinggal dulu ya mau liat zahra sebentar , kalian lanjutin aja " kata ku tanpa menunggu jawaban langsung beranjak pergi menuju kamar ku , di sana ada zahra yang sedang duduk di balkon , entah kenapa siang siang malah duduk di balkon , sementara vita pulas pada mimpi nya di ranjang perenggut kesucian kami
aku hanya tersenyum melihat nya tertidur seperti itu , entah kenap aku senang aja lihat gadis ini bisa tidur , jalan ku langsung ke arah balkon tanpa bicara dulu langsung menutup mata Zahra dari belakang
" coba tebak siapa ?" ucap ku , dan zahra hanya diam saja , ada tetesan air yang membasahi telapak tangan ku
" sayang kamu nangis" kaget ku lalu melepaskan tangan ku dan langsung duduk di depan nya , menatap lekat wajah nya bahkan mengusap gulir air mata yang merembes membuat jalan nya sendiri di pipi zahra
" kenapa cerita dong , kita hadapi bersama oke" ucap ku dia langsung memeluk ku erat , ah apa yang terjadi aku ga tau , asal bisa menenangkan nya oke oke aja sih
( misi terpicu , ciuman yang dalam)
( hadian 10 poin stone)
( misi wajib tidak boleh di tolak)
( menerima misi mendapatkan 100 poin stone)
( hukuman kegagalan di benci zahra selama nya)
deg , lagi lagi di benci zahra , jelas aku ga mau itu terjadi
oke aku terima
(selamat mendapatkan 100 poin stone karena menerima misi )
sistem liat statistik ku sekarang
(baik tuan)
statistik
sistem cash back 200 %
pemilik : langit
poin stone :350 poin stone
kekuatan : 40( maksimal )
kelincahan : 40( maksimal)
kecerdasan : 13 ( di atas rata rata)
kecepatan : 40 ( maksimal)
ketampanan : 5 ( rata rata)
skill :
: super peka level max (4)
: petarung tanpa batas level max (4)
penjelasan: _
keuangan : tidak ada
pasangan : zahra mayang sari setiawan (zahra)
kondisi ( hamil)
- kesetiaan (100%)
- kecantikan 9( rata rata)
- keindahan tubuh 8( rata rata)
- matre ( tidak ada)
- cinta (sepenuh nya )
pantas aja jadi lebih cantik ternyata kecantikan nya meningkat
" sayang lihat aku " kata ku sedikit tegas ,ya aku ingin segera menyelesaikan misi , dengan saling tatap kan lebih mudah untuk ******* bibir nya
" um , kamu ga akan ninggalin aku kaya vita kan ?" suara serak itu terdengar lucu di telinga ku , bagaimana mungkin aku akan ninggalin dia yang sangat aku sayang i dan aku cinta i ya ga ?
"em ,tergantung kalau dia lebih cantik aku bakal ninggalin kamu !" kata ku cengengesan , dan dia malah menangis keras
duh tangisan nya , ga jadi dong menggoda nya , " dah dah aku ga akan ninggalin kamu kok ,sekarang pejamkan mata mu , aku ada sedikit hadiah untuk mu!"suruh ku dia hanya mengikuti keinginan ku ,mungkin otak nya telah di manipulasi oleh cerita vita yang seperti itu , atau entahlah aku ga tau yang pasti dia menuruti ucapan ku tanpa bertanya
lalu aku menempelkan saja mulut ku dengan mulut nya dan sedikit demi sedikit semakin dalam , hal itu menjadi sedikit manis karena ada darah dari bibir nya yang aku gigit sedikit
setelah sangat lama akhir nya ciuman itu terlepas , karena zahra hampir tak bisa bernafas
"hah hah hah , sayang lagi ya " ucap nya bahkan dengan nafas yang berat , aku hanya mengangguk dan melakukan nya lagi , kali ini bibir ku yang berdarah karena di gigit zahra entah kenapa aku rasa dia hanya balas dendam saja tapi entahlah aku ga perduli juga dengan itu , yang pasti itu sangat nyaman rasa nya
setelah selesai pergulatan mulut itu aku dan zahra keluar menuju teman teman yang ada di tempat ruang keluarga , yang berdiri sofa sofa melingkar menuju satu meja besar kaca yang jadi pusat nya
" loh lang kok vita ga di ajak ?" ucap baim , seketika semua pandangan menatap padanya terutama jingga yang terlihat suram , ada apa lagi ini , kenapa mulut nya selalu tak bisa di jaga , tadi sudah menghancurkan vita sekarang mau beralih menghancurkan jingga sebenarnya cowok macam apa dia ?
" emang siapa yang mau ngajak vita , gw kan hanya bilang mau lihat zahra , bukan nya vita , dan sekarang vita sedang tidur , jadi ga sopan kan kalo gw bangunin dia " kata ku lalu menuju ke kursi yang semua aku duduki , di temani zahra yang terlihat nyaman ada di samping ku
" mulut kalian kenapa ?" sinis maya yang masih duduk santai di samping raka , entah kenapa dia terlihat terlalu kaku pada siapapun yang ada
" oh itu dia yang gigit bibir ku , jadi aku balas dia , aku gigit bibir nya" ucap zahra santai , padahal itu menjadi pusat perhatian dari orang orang yang ada juga vania yang udah bersandar dengan nyaman nya pada dada bidang abimanyu
duh kenapa zahra blak blak an banget jadi orang , ga bisa kah dia sedikit menutupi dari orang lain , apa ga ada sedikit pun malu ya dari ucapan nya bagi nya , aku aja yang mendengar jadi traveling lagi ingin nambah dia malah mengucapkan nya dengan santai nya