
" oi lang , udah tau info belom , cewek lo jalan sama roni ?" kata teman geng ku , ya aku ada di kantin sekolahan , aku masih sma kelas 2 tapi udah masuk keluar pintu bk karena kebanyakan berkelahi
" apa maksud lo , mel ga mungkin kan jalan sama bangsat itu ?" teriak ku ga percaya sama kata nya
apa benar mel jalan ama bangsat itu ? tapi kan dia udah jadi pacar ku seminggu yang lalu ya meskipun aku belom pernah ngasih apa apa dan belom juga jalan atau kencan sekalipun dengan nya tapi aku percaya kalo dia setia
" lang gue serius , kalo ga percaya kita samperin aja , kata raka cewek lo ada di kelas roni sekarang !" katanya sedikit merinding karena aku memegang kerah baju nya
seketika aku memandang wajah raka juga teman geng ku
" ka , apa maksud loh bilang gitu ?" tanya ku geram
" ga ada , gw cuma ingin lo tau siapa sebenarnya melinda itu ! " ucap nya datar
aku ya bingung dengan ucapan raka ,tangan ku mulai melepas tangan ku yang semula memegang kerah baim
" kalo ga percaya kita lihat lang, aku juga melihat nya dia sedang berduaan dengan roni di kelas roni " ucap teman ku satu nya lagi sambil menyedot pelan rokok di tangan nya
" lo serius bim ?" kata ku ga percaya
" apa gw , tipe orang yang suka bohong , apalagi sama teman gue ga mungkin itu gw lakuin lang "katanya abimanyu santai
" ya dah lo makan aja pesanan kita , gw yang bayar , gw pengen ngajar si bangsat itu " kata ku lalu meninggal kan ketiga geng nakal ku yang kerjaan nya cuma berantem
" tumben , apa lo Kesambet lang ?" tanya baim yang emang orang nya blak blakan apa lagi sama kita
jujur aku marah tapi aku juga bingung , ini pertama kali aku punya pacar , meskipun aku ga pernah sekalipun berkomunikasi dengan melinda tapi aku percaya dia orang setia
di tengah jalan aku ketemu sama sulis gadis yang sering di buli teman teman nya karena ia gadis miskin yang numpang di rumah ku , yah walaupun aku bukan anak orang kaya tapi aku juga bukan anak orang yang miskin juga kehidupan ku normal seperti anak anak biasa
" lang , ada apa ?" kata nya langsung memegang tangan ku , wajah nya yang memelas membuat ku hanya jijik saja
tanpa bicara aku membuang tangan nya yang memegang tangan ku " lang " ucap nya setelah sedikit membersihkan sedikit debu di baju putih seragam sma yang ia kenakan , akibat aku ngluarin sedikit tenaga karena emang juga udah kesal
" diem " sentak ku kemudian jalan meninggalkan nya yang baru berdiri karena terjatuh oleh hempasan tangan ku
" lang " teriak nya ngikutin aku , aku ga merdulikan nya cuma jalan aja ke kelas 11 2 , di depan nya aku langsung masuk setelah lama mendengar ucapan melinda yang katanya cuma memanfaatkan aku karena ia sedang bertaruh jika bisa dapetin aku selama dua hari maka ia akan di traktir sama teman teman nya
brak , suara pintu terbuka dengan keras
aku yang membuka nya dengan kesal apalagi saat melihat roni sedang mengelus pucuk rambut melinda dan melinda menggunakan pundak roni sebagai tumpuan kelapa nya
"mel keluar sekarang !" suara ku keras ga mendekati mereka cuma teriak saja
" ada apa lang? , o iya lang maaf ya seminggu yang lalu aku nembak kamu karena aku ada taruhan sama temen teman aku , aku ga maksud buat pacaran sama kamu maaf ya " katanya masih di posisi yang sama
tiba tiba sulis masuk juga dan langsung memeluk ku " lang udah lang , kita kembali ya " ucap nya yang masih memeluk ku
aku risih sih dengan nya tapi entah kenapa aku ga bergerak , biasanya aku langsung melemparnya bahkan tidak segan menghinanya sebagai anak haram
ya dia emang anak haram yang di buang ibu ayah nya aku ga tau sih itu benar apa enggak tapi ia pertama kali bertemu dengan ku adalah saat aku dan dia sma dan saat itu dia hidup di tempat yatim piatu berada
tapi teman teman nya sering nyebut dia anak haram jadi aku juga ngerasa gitu padanya
" i iya lis , kita kembali " ucap ku tanpa sadar , dia pun melepaskan ku dan langsung meraih tangan ku dan membawa ku keluar dari kelas itu , aku sekelas dengan nya
" cih, dasar pasangan yang serasi anak geng yang kerjaannya cuma berantem dengan anak haram yang kerja nya cuma nangis minta tolong !" datar suara itu keluar dari mulut roni
".anjing lo , kalo emang lo laki ayo buktiin sekarang !" kata ku tersulut emosi , entah kenapa kali ini aku marah saat mendengar sulis di panggil anak haram
".lang udah lang, ayok " kata sulis langsung menarik tangan ku , aku pun ikut aja berjalan di belakangnya dan mengikutinya dari belakang
"lis , gw mau nanya sama lo !" kata ku serius dan sulis langsung berhenti narik aku , dia pun langsung berbalik menatap ku lekat
".nanya apa lang tanyakan aja , aku pasti jawab kok !" katanya semangat , ini pertama aku omong gitu padanya sebelumnya meskipun ia numpang di rumah ku juga tidak sekalipun aku tertarik ngomong sama dia meskipun ia sangat perhatian pada ku
" kenapa lo selalu perhatian pada gw ?" tanya ku serius
"karena aku cinta !" jawab nya cepat dan langsung berlalu sendiri sedikit lari menuju kelas kami ya aku sekelas dengan nya , juga dengan melinda
aku ga ngejar dia tapi menuju kantin sebelum nya menemui geng ku yang tinggal raka dan abim
" bim ,ka , anak mama kemana ?" tanya ku pada kedua teman ku yang satu asik menonton hp karena sedang vc yang satu bersandar saja di kursi sambil menikmati sebatang rokok
" biasa lah lang, kaya ga kenal dia aja !" datar raka tanpa menoleh dan tetap menghisap rokok nya nikmat
ya aku tahu dia akan kemana pasti pacaran sama adik kelasnya yang bernama vita
" o , nemenin vita?" kata ku dengan nada bertanya
" ya , tadi cewek nya nelpon dan dia langsung pergi gitu aja setelah lo pergi !" datar raka lagi
tiba tiba ada dering dari hp raka
ia terlihat malas menerima nya
"halo yank , ada apa ?" katanya dingin
" yank , pulang nanti kita main ya , udah seminggu lho kita ga main !" suara dari orang di sebrang telpon milik raka yang terdengar memelas