
"cerita lo kepanjangan tau ga?" sahut ku kemudian bangkit dan mengangkat zahra kepangkuan ku dengan tenaga besar dan keahlian seperti ku akan sangat mudah kalau hanya mengangkat tubuh seorang saja
" maaf maaf " ucap nya yang masih di pelukan baim , mual juga dengar ceritanya masak ibu nya sedang asik asik nya malah di ceritain orang luar ga ada akhlak banget ni anak tiri
"sudah sudah aku janji kok akan selalu setia untuk mu , kita akan membagi susah senang bersama , jadi ga usah di bahas lagi ya cerita itu nanti aja kalau hanya kita berdua " sahut baim , tau aja dia kalau aku dah muak dengan kata ga jelas nya , masa iya malam pertama ibu dan ayah nya di ceritain kaya ga ada cerita apa gitu
" iya im " kata ku tenang , " sayang mau beli itu ga ?" tanya ku karena sebelum nya terlihat mata zahra mengawasi penjual dan pembeli sebuah jajanan warna merah yang seperti jaring atau apa itu yang pasti semula hanya sesendok sekarang menjadi seukuran kepala seseorang
zahra hanya menganggukkan kepala nya tanda menyetujui ucapan ku
zahra menjadi tambah nyaman dengan tuan
dih gitu aja nambah nyaman, emang ya kebahagian ga akan di sangka sangka dari mana hasil nya
"langit kamu disini !" suara wanita yang aku cukup kenal ya siapa lagi kalau ga sulis
" maaf kamu siapa ya ?" tanya ku , emang aku dah malas berurusan dengan nya , aku dah muak dengan semua.nya hati.nya terlalu munafik bagi ku
" lang aku aku sulis lang , kekasih kamu , calon istri kamu lang masa kamu lupa ?" ujar nya seperti ga terima aku melupakan nya
" calon istri ?, kekasih? , oh maaf yang sekarang duduk di pangkuan ku lah kekasih ku , dan lagi supir seperti ku ga layak bersama dengan mu , masih ada tuan prabu yang siap menjadi pacar dan suami anda , pria miskin kaya aku mana bisa bersama anda !" kata ku penuh penekanan
nangis lah kau dek , rasain siapa suruh sok keras main tinggal tinggal aja , ga pernah nyari tau perasaan orang , yang tulus lo buang demi sampah macam itu dan sekarang ingin kembali , lo kira gua tempat pembuangan sampah apa?
" lang aku minta maaf aku akan menjelaskan semua nya , ini ga kayak yang kamu lihat , aku ga ada hubungan apapun pada suami orang itu , aku minta maaf karena meninggalkan mu , aku minta maaf ini semua salah ku " kata nya hampir menangis
dih masih kuat nahan aja, keluarin tangisan lo munafik , biar air mata lo bisa nyiramin hati gua yang panas kering ini , haha seneng banget liat dia seperti ini
serius amat cewek matre ini , dari dulu yang nama nya langit ga akan memaafkan pengkhianat apapun yang terjadi
"lang , tolong lang sekali ini aja maafin aku , aku menyesal lang, aku pasti berubah " ujar nya
seketika aku mengaktifkan mode super peka ku pada sulis aku ingin tau apa yang dia pikirkan ini apa sama dengan ucapan nya
sulis merasa kesal dan marah dengan sikap tuan
oh dah kesal aja aku cuekin , haha dasar wanita munafik kenapa ga di keluarin marah sama kesal nya aja
" sayang , kamu bosan ga , kalau bosan kita cari tempat lain yang ga ada pengganggu nya , mau ga ?" tanya ku pada zahra
zahra hanya mengangguk meng iyakan
em pasti akan aku buat kamu senang terus , ga perduli apapun pilihan nya aku hanya akan memilih mu , heroin ku
belum juga aku bergerak dari posisi tiba tiba ada dering dari hp ku , siapa juga yang ga tau waktu , jam segini masih aja nelpon orang , kenapa ga di tahan besok aja
setelah aku mengambil dan melihat layar hp ku ada nama bertulis raka
"oi ka , ada apa ? ,udah ada kabar soal rumah sakit yang bisa nyembuhin lumpuh dan bisu ?"tanya ku setelah menerima panggilan itu tanpa basa basi
" ada lang , besok ke rumah besar ku aja abis pulang sekolah , ayah yang akan jelasin soal nya itu yang di katakan ayah pada ku !" kata nya membuat sorot mata ku berbinar
ada kesempatan untuk kesembuhan zahra sudah sangat berarti bagi ku , ga perduli padangan orang pada ku hanya itu yang membuat ku senang
aku yakin zahra juga senang mendengar nya " oke, raka lo sibuk ga sekarang kalau ga bisa tolongin gua ga , ajak abimanyu ke taman kota ada yang mau aku katakan pada kalian , saat ini ada baim yang udah ada tinggal kalian , ini penting dan maaf mendadak " kata ku
"oh oke lang, aku ga sibuk sih , ini lagi di bar sama abimanyu , oke aku ke sana sekarang " ucap nya lalu mematikan telepon tanpa permisi
kebiasaan itu ga membuat ku kesal karena aku juga sering melakukan itu pada nya , aku jarang bisa basa basi dengan orang lain bahkan jika itu pada ke tiga teman gang ku
" lang , lo mau ngomongin apa ?" sahut baim yang penasaran pada ku
ya tentu ngomongin akan keluar dari sekolah , tapi aku juga harus nunggu yang lain nya
".em nanti aku kasih tau im , sekarang tunggu raka sama abim dulu , aku jelasin pada kalian " kata ku lalu diam , bersandarnya kepala zahra di dada ku tentu menjadi suatu ketenangan bagi ku
" masalah apa lang, kalau lo ada apa apa katakan sekarang , jangan buat gua nangis karena penasaran , kita teman lang " bujuk baim konyol
dasar
" nanti ya im tunggu abim sama raka mereka sudah on the way , nanti juga sampai " ujar ku ..
tak lama dua pemuda tampan datang ke arah ku setelah sport merah metalik berhenti tak jauh dari diri ku
" lang , im ada apa , ga bisanya kita kumpul di sini , kenapa ga langsung ke bar aja sambil minum , dan lo lang , lo sekarang ga pernah ke bar kenapa , takut di marahin ayam betina ya ".celoteh abimanyu yang ga seperti biasa
apa dia mabuk sampai otak nya terbentur ga biasanya dia banyak bicara , dan hangat dengan orang lain
" lo kenapa jadi banyak omong , mana kutub utara yang jadi legenda itu , apa di sana sudah mencair sampai meleleh begitu saja " ejek ku
" bangs*t ah , males gua canda sama lo , ada apa ?" sahut abimanyu ,apa dia kesurupan jin banyak omong ya , kok jadi ember gini mulut nya , ga kaya abimanyu si kutub utara yang melegenda karena ke dingin an nya pada semua orang