
siang hari setelah makan di hari kamis
" sayang ih kok gitu makan nya , pelan pelan ah" ucap zahra melihat aku yang memakan banyak ga kaya biasanya , ya karena hari ini aku jadi orang kaya , aku rasa aku ingin mengenyangkan perut dengan makan banyak
" maaf ya " ucap ku sedikit malu
".ih ini makanan nya udah habis aku kan belum kenyang sayang " ujar zahra yang langsung manja berdiri dari tempat duduk dan langsung duduk di pangkuan ku
" maaf sayang, aku lapar , aku pesan kan lagi ya , aku juga belum kenyang " kata ku dia pun mengangguk senang ,aku hanya tersenyum lalu pesan menu yang sama kembali
tak lama kemudian ada dua nona pegawai hotel yang membawa pesanan , aku hampir berjalan menerima nya , lalu zahra yang langsung berdiri dari pangkuan ku
" terimakasih , dan silahkan keluar " kata zahra dingin mungkin juga kejam kalau ga terdengar merdu bagi ku
" baik nona kami pamit " ucap salah satu dari dua nona yang membawa makanan dengan menggunakan troli makanan
" sayang kenapa ?" tanya ku pada zahra setelah dia duduk kembali ke pangkuan ku dengan wajah suram dan marah
" i itu , kenapa harus cewek yang mengantar , a aku kan !" belum selesai dia mengatakan tapi aku sudah menyahut nya
zahra merasa cemburu pada dua wanita yang membawa troli makanan untuk tuan dan zahra
" sayang cemburu ?" goda ku , dia tidak mengelak seperti gadis gadis lain yang akan menutup i apa yang dia rasakan , dia malah mengangguk , aku hanya tersenyum lalu dia menempelkan kepalanya ke dada bidang ku
" iya lah , aku kesal sama mereka , bisa bisa nya mereka membawa makanan sambil senyum senyum ke arah mu , aku ga terima , aku akan laporkan pada bos nya nanti " ujar zahra yang terdengar lucu
"udah udah sayang, mana bisa begitu itu sudah jadi syarat mereka harus tersenyum , dan aku juga ga akan tertarik sama wanita lain kok " kata ku dia hanya bilang sepatah kata" janji" ucap nya yang langsung menyodorkan mulut nya dengan lucu seperti bebek
" janji " ucap ku lalu mulut ku sudah beradu dengan mulut nya , entah berapa lama adegan itu aku tak menyadari nya , sampai terbawa suasana dan mulailah pergulatan itu kembali
untung saja aku ingat kalau sore akan berangkat menuju rumah baru jadi aku ga meneruskan kegiatan itu
aku dan zahra hanya rebahan santai di atas sofa yang ada di balkon kamar hotel
suasana menjadi sangat nyaman entah apa yang aku rasakan aku selalu menempel pada zahra seharian , bagiku itu hal yang menarik untuk di lakukan
ya meskipun hanya bersandar santai sambil berbincang dan menikmati makanan ringan aku sudah merasa senang
saat waktu menunjukan jam 3 30 ada telpon dari nomor baru yang belum aku simpan
" sayang siapa yang nelpon?" tanya zahra penasaran mungkin , " enggak tau sayang nomor nya ga aku simpan jadi aku belum tahu , aku terima dulu ya " ujar ku lalu menerima telpon itu di posisi masih sama
" em " ucap zahra masih di posisi manja nya sementara aku sudah duduk tegak macam dewan menteri negara di depan presiden
" halo maaf dengan siapa ?" kata ku tanpa banyak bicara sebelum nya , aku hanya malas saja banyak bicara karena waktu ku bersama zahra sangat berharga
terdengar suara wanita yang bisa di bilang merdu tapi tetap saja kalah dengan zahra
"saya zeni tuan muda " ucap nya dengan tenang mungkin usianya sudah di antara 30 sampai 40 an karena terdengar seperti ibu ibu rumah tangga
" zeni ,ada apa?" tanya ku tanpa basa basi sebab aku jadi sedikit kesal dengan jawaban sesingkat itu , bagiku yang banyak uang ini hanya aku yang boleh bersikap cuek yang lain jangan
" saya ingin mengajak tuan makan malam apakah nanti ada waktu ?" suara itu terdengar di manja manja in dan terkesan seperti suara ****** di pinggir jalan
" mengajak aku? makan malam , kamu dari perusahaan apa ? "tanya ku mencoba bersikap tenang padahal aku sudah geram kalau ga ada zahra pasti udah aku bentak atau aku banting hp ku sendiri
" saya zeni tuan , orang yang di utus tuan rahmat untuk menjadi penghangat ranjang tuan muda " ujar nya sok centil
ah penghangat ranjang , yang aku bingung adalah kenapa zahra seolah ga mendengar nya padahal dia menatap ku , aku takut akan terjadi salah paham
" iya kamu dari perusahaan apa , kenapa banyak bicara sih " suara ku mulai ga ke tahan , aku makin muak dengan orang bernama zeni ini
" saya dari perusahaan batu bara kali kidul grup tuan" kata nya
"oh " ucap ku lalu memblokir nomor itu spontan dan meletakkan hp asal
" sayang kenapa marah marah kamu ga ada masalah kan ?" tanya zahra yang kepalanya ada di pangkuan ku
" ah , apa dia sengaja menggoda untuk menggulingkan kekuasaan mu sayang ?" tanya zahra dan aku juga ga tau juga apa motif nya
" engga tau sayang , bisa jadi , eh ini dah sore kita siap siap ya berangkat nya jam setengah 5 , jadi kita langsung ke bandara " ucap ku dia langsung berdiri dan berjalan begitu saja
dih main tinggal aja ratu hati ku ini
sistem boleh minta tolong tampilkan statistik ku
baik tuan)
statistik
sistem cash back 200 %
pemilik : langit
usia : 18 tahun
poin stone :50 poin stone
kekuatan : 40( maksimal )
kelincahan : 40( maksimal)
kecerdasan : 11 ( di atas rata rata)
kecepatan : 40 ( maksimal)
ketampanan : 4 ( rata rata)
skill :
: super peka level max (4)
: petarung tanpa batas level max (4)
penjelasan: _
keuangan : 94 ribu triliun rupiah
pasangan : zahra mayang sari setiawan (zahra)
- kesetiaan (100%)
- kecantikan 7( rata rata)
- keindahan tubuh 6( rata rata)
- matre ( tidak ada )
wah hampir seratus ribu triliun , belum ada seminggu jadi kaya aja aku
haha rasanya hari hari ku hanya akan ada keindahan saja
" sayang" teriak seorang wanita dari dalam
ada apa ya kok sampe teriak teriak , aku langsung masuk dan mendengar suara itu dari kamar mandi
aku langsung menuju ke arah kamar mandi di dalam hanya ada zahra yang sedang berdiri tegak tanpa busana
" ada apa sayang ?" tanya ku setelah membuka pintu dengan cepat
" aku ga ada baju sayang , kita berangkat nya gimana nanti nya ?" tanya zahra yang sedang polos polos nya
secara tidak langsung aku harus berusaha kembali menahan hasrat ku karena sebentar lagi akan ada perjalanan udara meskipun ga lama juga kan lebih baik nanti aja saat udah di kapal pesiar