
Suara langkah kaki yang terdengar santai perlahan terdengar cepat saat suara pintu terbuka lalu tertutup, yang awalnya berjalan santai saat di dalam ruangan namun setelah keluar ruangan berlari saat kedua bola mata menangkap satu sosok tinggi tegap dengan senyum merekah memperlihatkan lesung pipi indah milik lelaki yang bernama Ali.
Rohaini. Gadis cantik dan lucu ini terus tersenyum saat memandang lelaki yang sedang berjalan beriringan dengan-nya saat ini.
Ali yang libur bekerja mengajak Rohaini untuk berjalan-jalan menikmati suasana kota, dari pagi dia sudah mencari beberapa tempat yang bisa dia kunjungi bersama sahabat wanitanya ini setengah hari dia menjelajahi dunia internet dia tidak mau membuat kecewa sahabat cantik dan lucu-nya.
Saat siang hari dia menjemput sahabatnya itu di tempat kerja, dia menunggu di depan cafe dia menunggu dengan sabar walaupun beberapa kali dia melirik jam pada pergelangan tanggan miliknya.
Dia bingung kenapa sahabat-nya itu tidak keluar-keluar padahal waktu sudah menunjukan jam 12:00 yang mana waktu sip milik sahabatnya itu sudah habis.
Saat jam 12:30 yang di tunggu pun muncul dari dalam cafe, berlari kecil dengan senyum lebar di bibir sahabat wanitanya itu terlihat sangat lucu.
"Hai....maaf jika aku terlalu lama. Kau tau memiliki Bos yang sangat rese itu sungguh menyusahkan." Dengan wajah tak enak gadis ini merasa bersalah, karena keluar tidak pas dengan waktu yang sudah dia katakan pada Ali, pasti lelaki itu sudah menunggu lama.
"Tidak lama tenang saja aku bisa menunggu selama apa pun hanya untuk sahabat ku ini" Mencubit gemas pada hidung Rohaini, dia sangat suka melihat rona merah di pipi gadis di depan-nya ini. " Bos rese..!? Memang dia menyuruh mu melakukan apa..? Sampai membuat mu susah." Lanjutnya.
" Dia menyuruh ku untuk tugas tambahan , Sudah lah jangan berbicara tentang Bos menyebalkan itu lagi lebih baik kita pergi. Ayo." Langsung di gandengnya tangan Ali dan menyeretnya pergi. Ali hanya pasrah di tarik oleh Rohaini.
Sebuah tangan mengepal dengan erat hingga buku-buku jari yang memutih tahanya itu terlihat ekspresi tak suka terpancar di wajahnya, matanya menatap tajam pada layar laptop di depan memperlihatkan gambar seorang gadis yang baru saja menyuapi dirinya tersenyum bahkan menggandeng tangan seorang lelaki.
" Akan aku berikan waktu untuk mu bermain-main di luar sana bersama lelaki lain untuk saat ini. Namun jika saat waktu-nya tiba aku tak akan membiarkan siapa pun untuk menyentuh bahkan melihat senyum manis wanita milik ku" Ucapnya yang sudah mengklaim Rohaini sebagai wanita miliknya.
" Cih..! Lihat lah apa kelebihan lelaki itu.! Tidak sebanding bahkan jauh dengan ketampanan milik ku ini yang bahkan mendekati sempurna heh....Apa mata wanita itu buta " Cibirnya yang membandingkan ketampanan dengan dirinya dengan bangga.
"Siapa yang buta..!? " Ucap seorang lelaki yang sedari tadi sudah berdiri di hadapan meja Romi saat lelaki itu tengah membandingkan dirinya dengan lelaki lain.
Karena terlalu fokus melihat layar laptop Romi bahkan tidak sadar jika seseorang masuk ke ruangan-nya.
" Deri Prasetio apa tangan mu putus hingga tidak bisa untuk mengetuk pintu saat masuk ruangan ku." Menatap tajam pada lelaki di depan dirinya.
"Hehehehe..... Ta tadi sudah saya ketuk tapi tidak ada takut dengan tatapan lelaki yang di panggil Bos oleh dirinya itu.
"Untuk apa kau datang kemari, bukan kah perusahaan sedang libur." Tanya Romi.
"Ini ada beberapa berkas yang perlu tanda tangan mu." Deri memberikan tiga map kepada Romi yang sedari tadi di gegam olehnya.
" Bagaimana apa semua berjalan lancar " Tanya Romi untuk memastikan..?
" Sangat lancar. Kapan Bos akan kembali ke perusahaan mengapa kau menjadi betah di cafe ini, biasanya ke sini hanya seminggu sekali ini satu minggu full Bos berada di cafe ini. Bahkan kerjaan kantor dibawa kesini." Selidiknya menatap curiga.
" Bukan urusan mu, jika sudah selesai kau boleh pergi" Menyodorkan map yang sudah di tandatangani.
"Apa kau baru tau..!"
Deri prasetio lelaki tampan muda umurnya di bawah Romi mereka beda tiga tahun, ini adalah orang kepercayaan Romi. Dia sedang di tugaskan untuk memantau perusaha'an milik Bos-nya yaitu Romi. Ternyata Bos cafe ini juga seorang CEO.
Suasana meriah pada malam hari dengan lampu-lampu yang menghiasi jalanan,dengan beberapa lapak pedagang kaki lima yang menjajahkan berbagai macam makanan. Saat ini mereka sedang berada di salah satu kawasan yang memang banyak di kunjungi oleh orang-orang sekitar atau pun turis pada malam hari karena tempat ini, tempat berkumpulnya para pedangang kaki lima untuk menjajahkan barang dagangannya tahanya makanan ada juga aksesoris dan baju.
"Wah....ini sangat keren" Matanya berbinar menatap kerlap kerlip lampu hias dan barang-barang jualan.
" Kamu benar. Ternyata tidak sia-sia aku seharian menjelajahi dunia internet." Puasnya.
" Iya selamat usaha mu sungguh memuaskan " Puji Rohaini sambil menepuk bahu Ali.
"Tentu " Bangga-nya.
Mereka berkeliling dan membeli beberapa makanan yang mereka sukai. Setelah selesai berkeliling melihat-lihat dan puas memborong mereka memutuskan untuk mencari tempat istirahat karena kaki mulai terasa pegal. Bangku taman tak jauh dari lokasi para penjual yang tak begitu ramai hanya ada beberapa orang saja yang lewat menjadi tempat untuk mendaratkan bokong mereka untuk melepas lelah.
" Kau memborong banyak makanan, apa akan habis di makan oleh mu." Tanya Ali.
" Apa kamu lupa jika satu mahluk rakus di kos-kosan sedang menanti makanan ini, dia yang memesan." Jelasnya, yang mana mahluk rakus yang di maksut adalah Amelia sahabat-nya.
" Oh iya aku hampir lupa dengan dirinya." ungkap Ali
" Ali.! terimakasih untuk hari ini dari makan siang jalan-jalan di taman kota dan terakhir ke sini. Bahkan membayarkan semua makanan ku." Ucapnya sambil tersenyum.
" Kau adalah sahabat ku untuk apa berterimakasih. Bahkan kau sudah ku anggap Adik kecil ku sedari dulu. Apa pun untuk mu." Ucapnya sambil mengelus sayang kepala Rohaini.
Namun ada yang tersentil hatinya sampai menimbulkan rasa sedikit sakit saat kata Adik kecil ku apa hanya itu setatus dirinya di dalam hati Ali lelaki yang sangat dia sukai tidak bisa kah lebih. Rohaini hanya tersenyum getir menanggapi itu, dia hanya bisa menyembunyikan perasaan cintanya saat ini pada lelaki yang mengagapnya sebagai Adik kecil-nya itu.
Visual : Deri Prasetio
Park Jimin (BTS)
Babay bertemu lagi di Bab selanjutnya....😘