You Love Me

You Love Me
BAB 5



Suasana kota yang tak pernah sepi, hiruk piuk sekitar menambah kesan ramai-nya kota kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Sengatan matahari dengan asap dari kendaraan dan debu yang berterbangan tertiup angin menemani aktifitas di siang hari untuk orang-orang di luar begitu juga dengan Rohaini dan Amelia.


Setelah dirasa cukup beristirahat mereka memutuskan untuk keluar mencari menu makan siang.


"Panas sekali di kota, Mereka hebat cuaca panas begini masih tahan bekerja,keren..." Ucapnya melihat orang yang bekeja sebagai penyapu jalan yang tersebar di sekitaran dirinya. Rohaini saat ini sedang duduk di bangku taman yang tersedia di taman pinggir jalan dia sedang menunggu Amelia. Setelah makan siang mereka hendak pulang namun Amelia menyuruh Rohaini untuk kembali terlebih dahulu karena ada barang yang dia lupa beli, namun Rohaini tidak pulang dia malah duduk di bangku taman pinggir jalan setelah Amelia pergi.


"Eh..iya kenapa Aku tadi tidak mengajak Ali untuk makan siang ya....apa gara-gara udah lama gak ada dia jadi gak inget kalo dia udah disini." Gadis ini lupa mengajak Ali untuk makan bersama,makananya mereka hanya berdua.


"Dia udah makan belum ya...Telefon deh tanya dia." Cemas menyelimuti hati-nya.


Brukk


"Yakk....!!? " Teriak-nya saat seseorang menabrak dirinya hingga handphone yang di pegang oleh-nya terjatuh.


Seorang yang mengenakan baju serba hitam tiba-tiba duduk di dekatnya dengan begitu kecang hingga menubruk tubuh samping Rohaini begitu kencang-nya tangan miliknya merasakan sedikit sakit. Wajahnya tak terlihat karena orang yang menubruk-nya menggunakan topi di kepalanya dan wajah-nya berada di pundak Rohaini dengan menundukan kepalanya. Dia sangat dekat tubuh orang yang menabraknya menempel dengan lengan Rohaini membuat gadis muda itu terkejut saat hendak mendorong tubuh yang berada di samping-nya tangan miliknya di tahan.


"Diam aku tidak akan melukai mu, bantu aku sebentar saja." Suara berat yang di duga itu adalah suara laki-laki berbisik tepat di telinga miliknya.


Tak lama terlihat olehnya sekitar lima orang lelaki berpakaian jas lengkap dengan tubuh besar tinggi lewat di depannya, Rohaini mengira jika lelaki di sampingnya itu di kejar oleh lima orang berbandan besar tadi. Saat dia lihat jika lima orang itu sudah menghilang dari pandangan-nya dia pun mendorong lelaki yang menempel pada tubuhnya agar menjauh.


"Mereka sudah pergi." Mengambil handphone miliknya yang terjatuh di lihatnya layar yang retak cukup parah namun masih bisa menyala.


"Seperti buronan saja harus melarikan diri, dari mana juga orang tua itu tau lokasi ku."Ucap lelaki itu sambil menyadarkan tububuhnya pada sadaran kursi.


Rohaini bangkit dari duduk-nya namun saat hendak melangkah pergi tangannya di tahan.


"Akk.." Pekiknya pelan saat tangan kanan yang di tubruk tadi tertarik.


"Kenapa..? apa itu sakit..? " Tanya lelaki itu.


"Lepaskan...aku tidak apa-apa."Dia menarik lenganya agar terlepas, lelaki itu pun melepaskan-nya.


"Tapi sepertinya itu sakit.Biar aku lihat "


Rohaini memandang wajah lelaki itu, Lelaki itu mendongak menatap-nya alhasil dirinya bisa melihat wajah Lelaki itu kulit putih, hidung mancung , bibir tipis rahang runcing garis mata yang tegas dan alis sedikit tebal terlihat sangat tampan.


Setelah mendengarkan ucapan gadis yang baru saja di tuburuk olehnya dia tersenyum.


"konyol. Dia bisa memuji, mencurigai dan menolak secara bersama'an langsung di depan orang tersebut." jedanya" Cantik dan aroma tubuhnya sangat aku ingat" Senyum misterius tergambar di bibirnya, sepertinya dia memilik pemikiran lain tentang gadis itu.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Pagi hari dua gadis sudah bersiap untuk bekerja eh ralat hanya Amelia. Dia sudah mengenakan seragam cafe tempatnya bekeja yaitu kemeja hitam lengan pendek yang memiliki kantung di depan tepat di dada kanan dan kiri yang terdapat tulisan di saku kanannya yaitu 2R cafe itu nama cafe tempatnya bekeja. Di padukan dengan rok hitam panjang selutut sepatu slop hitam tas punggung kecil berwana merah dengan rambut yang di ikat satu seperti butut kuda itu penampilan dia saat bekerja.


Sedangkan untuk Rohaini dia mengenakan kemeja putih polos celana bahan panjang berwarna hitam sepatu slop hitam, dengan rambut yang tergerai ,tas selempang kecil yang hanya muat untuk dompet hendphone dan beberapa alat make up. Tak lupa dia membawa surat lamaran kerja.


"Hei...sobat kamu belum cerita soal kemarin kenapa layar handphone mu retak dan wajah mu yang kesal itu sampai kamu cuekin aku dan ngomel-ngomel sendiri gak jelas." Merangkul pundak Rohaini .


" Kemarin aku mengalami kesialan yang lumayan beruntung."


"Ha..!? Maksutnya gimana.!? " Ucap Amelia sambil menautkan kedua alis matanya tanda kebingungan.


"Iya...cowo ganteng..."


"Siapa Cowo ganteng Aku ya...." Sahut Ali yang memotong pembicaraan Rohaini, dia yang tiba-tiba datang.


"Kamu jalan juga."Tanya Rohaini


"Iya tempat kerja ku gak jauh dari cafe tempat kalian bekerja" balas Ali


"Hei...Ali kau datang di saat yang tidak tepat" Pekik Amelia


"Tidak tepat di mana nya..? " ucapnya bingung.


"Nanti saja lagi ngobrolnya kita nanti terlambat" Rohaini berjalan lebih cepat Amelia dan Ali pun mengikuti.


Mereka berjalan kaki menuju tempat kerja karena jaraknya yang tidak terlalu jauh hanya jalan selama 30 menit saja sudah sampai.


Selamat membca.....!! πŸ˜€πŸ˜€πŸ‘‹πŸ‘‹