You Love Me

You Love Me
BAB 18




Ali Sebastian pemuda tampan, tinggi, dan imut si-pemilik lesung pipi. Yang saat ini berusia 23 tahun yang sudah menjadi seorang kariawan PT. Hantara. Setelah lulus kuliah dia melamar di salah satu perusahaan ekspor dan impor yaitu PT. Hantara di perusahaan utama-nya setelah melewati berbagai macam proses wawancara akhirnya dia di terima namun bukan di tepatkan di perusahan utama dirinya dan beberapa kariawan lainya di oper ke perusahaan cabang lain.


Setelah tau jika dirinya di oper di perusahan cabang di kota yang tak jauh dari desa tempat tinggal-nya dia sangat merasa senang karena dirinya bisa pulang untuk bisa melihat ke dua orang tuanya dan juga satu sahabat kecilnya yang sangat dia rindukan.


Gadis manis imut yang selalu di jaga olehnya dan selalu menempel padanya itu teramat dia sanyangi walaupun gadis kecil itu hanya anak dari teman ibunya namu dia sudah menganggap sebagai adik kandungnya sendiri. Padahal dia sudah memiliki satu adik namun laki-laki tetapi perlakuannya lebih sayang pada Rohaini gadis manis nan imut.


Ali pemuda itu bahkan menghabiskan waktunya sebagian besar hanya untuk Rohaini dia sudah seperti seorang ibu yang mengurus anak perempuanya, sebegitu sayang-nya Ali pada Rohaini yang sudah dia anggap sebagai adik-nya. Walaupun perhatian dan kasihsayang-nya sudah membuat tumbuhnya perasaan berbeda yang lebih dari sekedar adik pada sang kakak ya...tumbuhnya cinta dalam hati gadis kecil imut itu.


Padahal Ali tak ada sedikit pun perasaan suka yang melebihi dari seorang kakak pada sang adik.



Namun berbeda pada satu orang wanita yang malah baru dia kenal sebagai atasan di kantor tempatnya bekerja yang mana itu adalah seorang manajer yang selalu dia panggil Ibu Laura.


" Silakan duduk dan perkenalkan nama mu " Ekspresi wajahnya terlihat cukup serius dan seperti tipe yang sangat sulit untuk di dekati.


" Ali Sebastian " Ali pria itu duduk dengan anteng.


" Umur 23 tahun masih muda. Kita mulai saja wawancaranya, semoga jawaban dari semua pertanyaan yang akan saya ajukan bisa memuaskan." Aura tegas cukup terlihat.


Ali cukup pintar menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan oleh Laura, dia memang terkenal sebagai murid yang pintar saat masih sekolah dan sangat cerdas jadi jika hanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyan mudah itu hal yang mudah untuknya. Dengan tersenyum manis hingga kedua lesung pipinya terlihat sangat santai dan tampa gugup atau pun berat dia cukup yakin jika semua jawabanya adalah yang terbaik hingga dia merasakan bahwa wanita di depanya saat ini merubah ekspresinya dengan lebih ramah yah terlihat kedua sudut bibir Laura sedikit terangkat senyum tipis-nya terlihat oleh mata jeli Ali, sepertinya wanita tegas itu cukup tertarik dengan lelaki yang ada didepanya saat ini.


Perlahan tapi pasti Ali dapat kepercayan dari Laura untuk menangani pekerjaan yang cukup sulit berkat kecerdasan dan kepintaran-nya bukan hanya itu dia juga dapat kepercayaan untuk membuka hati atasan-nya yang cantik itu, Laura perlahan tertarik dengan semua perilaku Ali yang sangat baik,manis,pintar dan ramah pada semua orang apa lagi pada dirinya.