You Love Me

You Love Me
BAB 2



Rohaini duduk anteng di sebuah warung makan dengan dua gelas es teh dan satu piring gorengan. Mengapa dua gelas es teh, bukan dia serakah itu untuk sahabnya yang masih dia tunggu kedatangannya. Sahabat-nya meminta untuk membuat janji bertemu dengan Rohaini di sebuah rumah makan entah apa tujuan sahabat-nya itu dia pun tak tau.


"Haiss...kemana manusia satu ini, dia yang membuat janji malah dia yang terlambat ." Gerutu Rohaini saat tau bahwa sahabat satu-nya itu molor dari waktu yang di tentukan saat membuat janji bertemu.


Plukk


Sebuah tangan menepuk pundak Rohaini dan membuatnya reflek menoleh kesamping kiri, terlihat seorang gadis bertubuh agak berisi dengan suwiter berlengan panjang berwarna abu-abu dengan celana jins panjang berwana hitam, sepatu slop berwana hitam dengan rabut bergelombang yang terikat seadanya tas selempang yang bertengger di bahunya, wajah imut, pipi cabi, kulit putih sangat cantik dan menawan dengan kesederhanaan yang di gambarkan gadis yang menepuk bahu Rohaini itu.


Gadis itu tersenyum lebar sampai memperlihatkan deretan gigi putih yang rapih miliknya saat dirinya merasa bersalah.


"A M E L I A kau terlambat 30 menit" Tekan huruf per-huruf pada nama sahabat-nya itu saat dia membuat dirinya menunggu sampai 30 menit.Amelia yang mendengarnya hanya bisa cengengesan.


"Maaf...Tadi ada sedikit kendala."Dia Amelia merasa bersalah karena membuat sahabat-nya itu menunggu.


"Alasan..."Sinis Rohaini


"Tadi ban motor ku bocor aku harus menambal-nya dulu dan bengkel-nya jauh."Terang Amelia.


"Bukan kah di sebelah rumah mu ada bengkel"


"Tutup, pemilik-nya pergi kerumah saudara-nya karena ada acara keluarga"Terang Amelia lagi


Rohaini hanya mengaguk-anggukan kepalanya tanda dia mengerti mengapa sahabat-nya itu terlambat.


"Lalu untuk apa kamu mengajak ku bertemu" Tanya Rohaini penasaran.


"Apa kau ingin bekerja.?" Di balas pertanyaan lagi oleh Amelia.


"Tentu, memang kerja apa.?"


"Menjadi pelayan di cafe" Jedanya "Di tempat kerja ku sedang mencari seorang pelayan karena ada salah satu pelayan yang mengundurkan diri, Aku teringat pada mu yang pengaguran ini, kali aja kamu mau" Amelia menawarkan sebuah pekerjaan pada Rohaini sebagai pelayan di cafe tempatnya bekerja yang mana dia juga seorang pelayan di cafe tersebut.


"Hei...bukan kah itu di kota, itu cukup jauh jika bolak balik memakan biyaya kan sama saja bohong, gajih di cafe kan tidak begitu besar." Ungkap Rohaini.


"Tenang nanti kau tinggal di kos-kosan ku, kita urunan gitu bayar kosnya, bagaimana mau ya ya ya...Ayo lah."Bujuk-nya sambil merengek.


"Huff...iya iya nanti kutanya kedua orang tua ku dulu boleh atau tidak." Jawabnya terpaksa karena melihat rengekan sahabatnya itu.


"Uuuhhhh.....Sayang deh Aku sama Eni emm" Dengan nada seperti anak kecil sambil kedua telapak tanganya menggapit kedua pipi Rohaini dan itu membuat bibir-nya maju kedepan itu terlihat sangat menggemaskan.


Amelia adalah sahabat dari kecil Rohaini mereka sangat dekat sudah seperti saudara perempuan, ya...walaupun mereka harus berjauhan karena Amelia memutuskan untuk pergi ke-kota dan bekerja di sana namun dia sering pulang ke desa sebulan sekali untuk bertemu keluarga dan sahabatnya ya itu Rohaini, karena jarak dari desa ke kota hanya memakan waktu 3 jam perjalanan dengan angkutan umum.


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Pemandangan indah terpapang di depan mata, hijau muda dan hijau tua menjadi hamparan indah untuk di nikmati. Sebuah bukit dengan pemandangan alam yang sangat indah menjadi tempat yang pas untuk berlibur, namun sayang tempat yang satu ini tidak di buka untuk umun. Namun bukan berarti tidak boleh datang ke-tempat satu ini karena tempat satu ini atau bukit ini berada di desa tempat Rohaini lahir. Dan bisa dinikmati siapa pun yang tau tempat ini,karena bukit ini bukan milik siapa pun,dan mereka memberi nama bukit itu dengan nama Bukit Persahabatan tidak ada sepesial dari nama itu karena mereka memberi nama hanya karena Rohaini dan Amelia bersahabat dan datang ke bukit itu hanya berdua itu saja dan mereka bersahabat itu lah mereka terkadang aneh.


Disini lah di bukit persahabatan duduk dua gadis Rohaini dan Amelia di rerumputan, mereka memutuskan untuk mengujungi bukit Persahabatan setelah selesai berbincang di sebuah warung makan.


"Masih sama ternyata tidak ada yang berubah." Sebuah senyuman terlukis di bibir manis Amelia.


"Hei...mba kau kira, KAU Datang kesini satu tahun sekali atau dua tahun sekali. Masih sama masih sama." Jedanya" Kau datang ke-sini sebulan sekali" Sungut-nya.


Bukit dimana Rohaini dan Amelia berada sekarang adalah tempat dimana mereka suka datangi dari dulu sampai sekarang. Entah itu untuk bermain, belajar, berkumpul, tempat untuk menenangkan diri dan masih banyak lagi, hanya mereka berdua tidak ada orang lain lagi yang pernah mereka bawa ke-tempat itu.


"Eh denger-denger si Ali udah pulang ya..."Alis-nya naik turun sambil menatap Rohaini seakan meminta seseorang untuk bercerita. Amelia tau perasaan sahabatnya itu pada lelaki yang memiliki lesung di pipi-nya saat tersenyum.


"Iya...kemarin dia datang kerumah" Ucapnya.


"Terus...terus..."Ucap Amelia penuh semangat.


"Terus apa-nya"Nada-nya malas saat melihat jiwa kepo sahabat satu-nya itu sudah muncul.


" Cerita-nya lah..., pasti seneng bangetkan terus kamu pasti padang terus tuh wajah tampan-nya sampe gak kedip-kedip hahahahah....."Ledek Amelia pada Rohaini dan di akhiri dengan tertawa puas saat melihat pipi sahabatnya itu bersemu merah karena malu.


"Berhenti tertawa dan berhenti meledek ku. Haiss....mengapa aku harus banyak curhat pada mu jadi kau banyak tau segalanya." ungkap-nya penuh penyelesaian saat dirinya tau jika sahabat-nya tau segalanya tentang dia maka sahabat-nya itu bisa dengan mudah meledeknya.


"Pruf...iya iya aku berhenti tertawa."Amelia pun menghentikan aksi tertawanya.


"Apa ada yang berubah dari dalam diri-nya" Tanya Amelia penasaran.


"Tidak dia masih baik, perhatian,dan ramah. Emmm...oh dia makin ganteng dan terlihat dewasa" Semu merah terlihat di pipi-nya saat memuji lelaki yang dia sukai itu.


"Iya iya tidak ada ke-jelakan di mata mu tentang dia" Ucapnya sambil memutar kedua bola mata malasnya.


"Dan kau tau besok dia ngajak aku jalan"Ucapnya bangga.


Itu lah mereka selalu ada yang mereka bicarakan dan ributkan walaupun itu hal-hal yang tidak penting.


Dukungannya......banyak...banyak....ya....teman..teman agar saya lebih semangat ngetiknya......



Visual:Amelia


Rose (Blackpink)



Persahabatan yang indah.....❤❤



Ini visual untuk bukit persahabatan...


agar kalian mudah untuk menggambarkanya.


Nama asli: Bukit Batu Bara


lokasi:Lingga Pura, Kec. Selagai Lingga, Kab. Lampung Tengah.


Selamat membaca......😊👋👋