
Di salah satu gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dengan berdiding kaca di sekeliling gedung di desain mewah dan elegan memiliki 25 lantai gedung itu adalah sebuah perusahaan 2R Grup yang bergerak di bidang properti dan desain pemilik atau CEO adalah orang yang menjadi pemilik 2R Cafe yaitu Romi Abraham ya... 2R Cafe dan 2R Grup adalah milik satu orang yaitu Romi.
Di usia muda 20 tahun lalu Romi membangun bisnis pertamanya yaitu 2R Cafe yang awalanya hanya cafe kecil dengan sabar dan juga telaten Romi menggeluti bisnis cafe itu jatuh bangun sudah biasa untuknya,cafe yang sepi pelanggan bahkan sempat terjadi kebakaran akibat ada pesaing cafe lain yang iri. Namun pemuda itu tak jatuh terlalu dalam dia bangkit sampai satu tahun berjalan cafe miliknya menjadi terkenal dan besar dia tidak sendiri dalam membangun cafe itu di bantu oleh salah satu sahabat baik-nya yaitu Deri Prasetio teman sedari kecil yang tau jatuh bangun-nya Romi dan tau penyebap dia membangun 2R cafe dan arti nama dari cafe yang sangat berarti untuk sahabat sekaligus atasanya itu.
Menjelang dua tahun berjalan menggeluti bisnis cafe,saat memiliki cukup modal yang di kumpulkanya dari ke-untungan 2R Cafe Romi memutuskan untuk membangun sebuah perusahan properti dan desain yaitu 2R Grup dimana itu adalah keahliannya. Perlahan tapi pasti dari perusahan kecil lama kelaman menjadi perusahan besar yang masuk jajaran kerajan bisnis terbesar seasia.
Namun banyak yang belum melihat wajah CEO dari 2R Grup selain kariawan dan para pegawai yang bekerja di gedung 2R Grup. Romi lelaki itu sangat lah tertutup dengan kehidupan pribadinya bahkan dirinya sendiri yang tak pernah terekspos oleh dunia luar. Banyak miting atau aktifitas kerjaan yang di luar gedung yang di wakili oleh Deri sekertaris plus orang kepercayaan dirinya. Jika rekan bisnis yang sangat penting dan berpengaruh baru dirinya yang akan datang untuk menghadiri miting itu.
Sebuah ruangan CEO yang di desain moderen duduk lah lelaki berusia 28 tahun di kursi kebesaranya. Romi yang biasanya mengenakan kaos oblong celana jins sepatu seneakers rambut yang di sisir kedepan penampilanya saat jadi Bos cafe, sekarang saat duduk di kursi CEO mengenakan satu set jas hitam di dalam-nya melekat kemeja putih polos dengan dasi hitam yang melingkar di lehernya sepatu pantofel hitam denga rambut yang di tata kebelakan hingga memperlihatkan jidat lebar miliknya sungguh terlihat berwibawa dan juga tampan.
Namun CEO itu terlihat murung hari ini semangat hidupnya menurun saat kabar bahwa gadis yang di cintainya pulang ke kampung halaman milik sang gadis. Pagi hari Amelia menelefon padanya jika mereka meminta cuti untuk 3 hari kedepan karena mereka akan pulang kampung.
" Cepat kembali gadis ku, jangan terlalu lama bersedih hanya karena lelaki lain aku sungguh tidak rela. Huff...aku sangat merindukan mu." keluhnya.
Tok Tok Tok
Pintu di ketuk dari arah luar. "Masuk" teriak Romi.
Masuklah orang yang sangat dia kenal yaitu Deri yang membawa beberapa berkas di tangan-nya.
" Ini beberapa desain gedung, rumah dan ruangan yang harus di cek." Menaruh setumpuk berkas di meja depan Romi. Lelaki ini jika sudah di dalam kantor tidak akan basa basi lagi bahkan hanya untuk menyapa pun tidak ada.
" Untuk hari ini dan dua hari kedepan kau pantau 2R Cafe." Perintahnya. Jemarinya mulai membuka berkas di hadapanya.
" Baik." Jawabnya cepat " Akibat gadis miliknya yang pulang kampung dia jadi mau masuk kantor." Lanjutnya dalam hati.
Sekertaris, orang kepercayan dan sahabat kecil Romi ini sudah pasti tau dan selalu peka dengan apa yang terjadi pada dirinya. Tak hanya perjuangan dalam membangun bisnis namun cerita cinta sang Bos dia sangat tau. Orang-orang yang di sayang, di cintai, dan di hargai oleh Romi dia juga tau siapa saja orang yang di hindari, di jauhi dan di benci.
Selama Deri mendampingi Romi dia cukup mengenal baik siapa dan bagaimana Bos-nya itu. Jadi tak perlu di ragukan lagi jika dia pasti tau siapa gadis milik Bos-nya itu, walapun belum bertemu secara langsung namun dengan ke ahlian menggali dan mencari informasi miliknya sangat mudah untuk menemukanya.
Di bukit persahabatan Rohaini duduk termenung kedua matanya menatap kedepan seolah melihat pemandangan namun otaknya memikirkan hal lain.
" Aku harus bisa melupakan-nya dan menghapus rasa ini. Dia tidak salah tapi aku yang salah mengartikan perhatianya pada ku selama ini. Aku yang selalu berharap pada-nya." Tekatnya dalam hati.
Pluk
Seorang menepuk pundak miliknya, Rohaini pun menengok kearah samping kanan di sebelahnya Amelia sudah duduk anteng, gadis itu baru saja sampai.
" Hai Eni ku yang manis." Sapanya sambil tersenyum.
" Hai Lia ku yang lucu." Rohaini menyapa balik dengan senyum lebar terbaik miliknya.
" Wah.... Sahabat ku sudah jauh lebih baik. Jadi sudah bisa katakan apa yang terjadi hemm..." Ucapnya sangat bahagia karena bisa melihat sahabatnya kembali tersenyum.
" Iya. Terimakasih karena sabar menghadapi aku yang cengeng ini." Rohaini memeluk Amelia.
" Aku tau Eni ku ini memang cengeng dan sangat manja jadi jangan cengen lagi oke aku sungguh kerepotan kamu tau aku seperti mengurus bayi yang rewel." Ucapnya meledek sambil memeluk balik sahabanya itu.
" Untung saja kamu tidak harus membeli popok untuk bayi besar mu." Candanya yang membuat Amelia tertawa.
" Ali sudah memiliki pacar ." Ucapnya dengan lirih. Perkatan itu cukup membuat Amelia kaget pasalnya dia tau seperti apa Rohaini suka pada sahabat kecil mereka itu.
" Iklaskan dia, aku yakin jodoh sudah diatur oleh tuhan seberapa keras pun kita berjuang untuk mendapatkanya namun jika yang di atas tak mengkehendaki untuk bersama kita tidak bisa lakukan apa pun. Begitu juga sebaliknya. Jadi relakan dia bersama yang lain." Nasehat Amelia terkadang gadis itu bisa berkata bijak jika itu untuk sahabatnya.
" Iya aku tau. Aku akan berusaha membuang semua perasaan ini, tapi aku butuh waktu." Ucapnya.
" ENI KU PASTI BISA SEMANGAT."Teriak Amelia yang cukup keras.
" Hahaha.....iya iya semangat.! " Tawanya yang ikut berteriak di akhir.
Mereka sangat bahagaia, tertawa lepas sambil terus berteriak semangat. Persahabatan yang begitu kuat di antara mereka saling membantu saat salah satu dari mereka terjatuh. Saling menghibur saat salah satu sedang bersedih. Ikut bahagia jika di antara mereka sedang bahagia.
"Oh iya kalou boleh tau siapa pacar Ali." Jiwa keponya sudah aktif.
" Ibu manejer."
" What.!! Laura Laura itu, pantas terpincut dasar lelaki liat cewe bening langsung nemplok mana atasannya lagi ko si Laura mau ya....sama si Ali." Julidnya.
" Lia kalou kamu tanya begitu lalu aku tanya sama siapa, kamu kan tau aku juga suka sama Ali." jawabnya sambil memonyongkan bibirnya ke-depan.
" Idih biasa aja dong bibirnya. Ya udah lah lupain aja pertanyaan ku gak guna juga. Walaupun aku masih penasaran. Kita nikmatin aja masa liburan kita untuk 2 hari kedepan." Ucapnya sambil membaringkan tubuhnya di rerumputan.
" Bukanya besok kita balik ke kota." Rohaini menatap Amelia bingung.
" Aku minta izin sama Bos buat tiga hari. Jadi kita bisa libur dari kerjaan." santainya.
" Bagus deh aku juga bisa terhindar dari Bos cerewet dan mesum itu." Rohaini ikut membaringkan tubuhnya di samping Amelia, mereka menatap luasnya langit biru.
Big Bos Romi
CEO Romi
Persahabatan dan kepercayaan
Persahabatan dan ketulusan
Jangan lupa dukunganya......👋😊💜