
Mata bengkak seorang perlahan terbuka saat nyawanya sudah mulai terkumpul tubuhnya bangkit mengambil posisi duduk menyender pada diding, bibir pucat, rabut berantakan sungguh pagi yang berantakan untuk Rohaini dari semalam gadis itu menangis dan hanya menangis hingga tengah malam baju yang di kenakanya pun masih yang kemarin yaitu seragam R2 Cafe.Diam dan hening yang terasa di ruangan itu saat ini ya karena hanya ada Rohaini di dalam sana. Jika tanya dimana Amelia sahabatnya itu sekarang.
~♥~
Dari semalam saat baru saja Rohaini tiba gadis itu kebingungan dengan apa yang terjadi pada Rohaini dia bertanya mengapa Rohaini menangis saat pulang. Amelia bertanya pada Romi namun lelaki itu tak banyak menjelaskan secara detail dan hanya menyuruh dirinya menemani dan menenangkan Rohaini. Jika dia mau bertanya pada Rohaini tidak akan mungkin ada jawaban jika gadis itu sedang menangis karena saat sedang menangis gadis itu hanya akan berkata apa yang dia rasakan dalam hatinya. Seperti semalam dia hanya berkata.
"Sakit....hikss...sakit...disini sakit...hikkss.." Ucap Rohaini dalam tangisnya sambil terus memegang dada kiri miliknya.
" Iya iya sudah jangan menangis terus tenangkan dirimu. Ada aku disini tenang lah." Amelia yang terus menenangkan Rohaini sambil terus memeluk gadis itu.
Amelia yang terus menenangkan Rohaini sambil terus memeluk tubuh gadis itu yang duduk meringkuk di ranjangnya dengan kedua tangan yang saling bertumpu memegang dada kiri miliknya. Saat tengah malam suara tangis sahabatnya itu sudah tak terdengar lagi Amelia melonggarkan pelukan dan melihat jika sahabatnya sudah tertidur dia pun membaringkan tubuh Rohaini perlahan di atas ranjang agar terasa nyaman lalu menyelimuti nya. Karena dirinya juga sudah lelah dia pun berjalan kerah ranjang miliknya dan membaringkan tubuhnya untuk tidur .
Pagi hari saat bangun tidur Amelia melihat kearah samping di mana ranjang sahabatnya berada dilihatnya gadis itu masih tertidur mungkin lelah karena menangis semalaman. Dia pun beranjak dari tempat tidur membuka lemari mengambil satu setel baju dan berjalan ke arah kamar mandi, 30 menit pintu kamar mandi terbuka kini Amelia sudah terlihat segar setelah membasuh tubuhnya dengan air dan sabun.
Melihat ke arah sahabatnya yang ternyata masih tertidur, dia pun berjalan ke meja kecil di samping tempa tidur dan membuka laci kecil di bawah meja mengambil dompet miliknya yang tersimpan di laci itu lalu menutupnya kembali. Amelia pun lansung berjalan keluar kamar kos tak lupa dia menutup pintunya.
~♥~
Ceklek
Rohaini menengok kearah pintu yang perlahan terbuka seorang gadis dengan kaos oblong hitam dan celana jins panjang dengan rambut yang tergerai tak lupa dua kantong plastik di tangan kanan-nya yang dia tenteng sahabatnya itu Amelia ternyata pergi untuk membeli makanan untuk sarapan pagi untuk mereka, Rohaini dia sungguh beruntung memiliki sahabat sebaik dan seperngertian Amelia.
" Bagaimana keadaan mu sudah lebih baik." Menaruh katong plastik berisi makanan di atas meja lalu berjalan ke arah Roahini duduk di sampingnya.
Rohaini gadis itu hanya mengangguk sebagai jawaban. " Terimakasih." Ucapnya lirih.
" Sudah lah asal kamu baik-baik saja. Aku menunggu cerita mu apa yang terjadi hingga membuat mu menangis seperti ini. Tapi lebih baik kamu mandi habis itu kita sarapan baru kamu cerita." Ucap Amelia sangat lembut. Tak menjawab atau merespon Rohaini hanya menatap Amelia cukup lama hingga yang di tatap kebingungan. "Ada apa Eni." Tanyanya.
" Aku ingin pulang." ucapnya datar tampa ekpresi jika dilihat sudah seperti Romi saat berbicara pada orang asing selain Rohaini cuek dan dingin.
" Huffhh...Baiklah, kamu sekarang mandi habis itu makan lalu kita pulang." Ucapnya. Helanan nafas panjangnya di awal kalimat bukan dia lelah dengan tingkah sahabatnya namun bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Rohaini mematuhi semua ucapan sahabatnya mandi lalu makan setelahnya membereskan baju. Mereka benar-benar pulang, Amelia terus menemani dan ikut pulang dia hawatir dengan kondisi sahabatnya itu.
" Mengapa aku harus memiliki perasaan ini sedangkan kamu hanya menganggap ku sebagai sahabat dan adik, apa tidak ada sedikit pun perasan lebih untuk ku." Ucap lirih suara serak perlahan air matanya mengalir sakit yang dirasakan karena perasaan akan cintanya yang tak di balas oleh orang yang selama ini dia tunggu namun malah memilik orang lain.
Bayangan dimana dia melihat kejadian yang membuatnya sakit pun tergambar jelas di benaknya di mana Ali lelaki yang dia cintai menyatakan cinta pada seorang wanita yang dia pun mengenalnya yaitu Laura.
~♥~
Gadis itu Rohaini sungguh jengkel mendengar ocehan bosnya yang terus mengatainya lemah di pandangnya sinis sang Bos lalu berpaling menghadap depan terlihat keramaian disana penasaran itu yang saat ini di rasakan berdiri dan melangkah mendekat guna melihat ada apa disana dia tak perduli dengan Bosnya yang terus mengoceh sendiri seperti burung berkicau.
Dengan perlahan dia membelah kerumunan untuk melihat apa yang di lihat orang-orang sampai berkerumun apakah ada sesuatu yang menarik. Saat orang terakhir sudah menyingkir dari hadapanya dan membuatnya berhasil berdiri paling depan.
Hal pertama yang dia lihat adalah seorang lelaki yang dia sangat kenali-nya yaitu Ali lelaki yang sangat dia cintai, yang sedang berlutut dengan lutut kiri kaki pada lantai dan kaki kanan yang di tekuk tangan kiri memegang sebuket bunga mawar dan tangan kananya menggegam tangan kanan seorang wanita saat pandangan-nya tertuju pada wanita yang berdiri dihadapan Ali yaitu Laura seorang manejer di mana tempat Ali bekerja dan yang akhir-alhir ini cukup dekat dengan dirinya dan Amelia. Namun hal yang membuatnya lebih terkejut adalah kata-kata yang terucap dari mulut Ali.
" I LOVE YOU LAURA."Teriaknya dengan suara lantang.
Degh.
Dadanya nyeri karena detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang tak beraturan tubuhnya bergetar air matanya langsung mengalir deras sungguh sangat kacau saat ini keadaan-nya. Langkah kakinya berbalik menerobos orang-orang yang berkerumun di belakangnya berjalan menghampiri sang Bos yang masih duduk.
" Ayo kita pulang." setelah berucap dia pun berjalan dengan cepat kearah keluar mall yaitu area parkiran untung saja meski perasannya kacau namun dia masih ingat arah keluar menuju parkiran.
Saat sudah di area parkiran dia berjalan lurus sampai ujung parkiran dia mencari mobil sang Bos namun dia lupa pikiran-nya sudah kacau air matanya terus mengalir sangat berantakan yang saat ini dia alami hatinya semkain sakit , gadis itu berjongkok melipat kedua tangan menenggelamkan kepalanya pada dua tangan-nya. Sakit sakit itu yang di rasakanya.
~♥~
" Kamu mencintainya lalu bagimana dengan ku. Kamu sayang padanya lalu bagainana dengan ku. Kamu suka padanya lalu bagaimana dengan ku bagaimana Ali...Hikkss..." Tangisnya kembali menguasainya.
Dia menangis tampa ada yang tau satu orang pun dia hancur tampa ada satu orang pun yang tau, Rohaini pintar menyembunyikan apa yang di rasakanya sampai kelurarganya tak mengetahui apa pun. Dia terbuka hanya dengan sahabatnya yaitu Amelia.
Hati wanita lebih rapuh di bandingkan dengan seorang lelaki namun dia akan terlihat kuat saat di hadapan orang lain itu karena wanita bisa menyembunyikan rasa sakit atau pun kepedihanya dengan baik tampa orang lain akan tau.
Semangat terus buat yang puasa......😊