You Love Me

You Love Me
BAB 3



Srek srek srek


Suara gesekan dari alas sepatu dan tanah, kaki panjang berbalut celana jins hitam dengan sepatu putih polos jenis flat shoes lebih ke-atas lagi kita akan lihat suiter putih dengan rambut yang tergerai wajah berpoles make up tipis. Itu semua adalah pernak pernik yang melekat pada tubuh gadis bernama Rohaini, berdiri di depan rumah sambil mengayunkan kaki kanan-nya.


Tangan kiri menggegam erat tali tas yang bertengger di bahu kiri dan tangan kanan yang menggegam handphone. Sesekali ia melihat layar handphone milik-nya guna mengecek waktu.


"Aku sangat gugup tenang lah hati, dulu kau sering jalan bersama dengan-nya bukan" kali ini dia sangat gugup terlihat dari telapak tangan kirinya yang sudah berkeringat dengan dirinya yang selalu mengecek waktu.


Cekittt....


Sebuah motor ninja berwana merah berhenti di depan-nya, seorang yang masih duduk di atas motor pun membuka helem. Melihat ke-arah Rohaini tersenyum yang memperlihatkan lesung pipi milik-nya membuat detak jantung seseorang semakin cepat.


"Tampan..." Teriak Rohaini dalam hati, jika seseorang dapat melihat dalam hati gadis yang terus memandang pemuda dengan lesung pipi itu mungkin ia akan dapat melihat hamparan bunga yang sangat banyak dan luas.


Kaos putih polos dengan luaran jaket lepis dan celana jins hitam jangan lupa sepatu sneakers putih berpolet hitam, menambah tampilan pemuda bernama Ali itu semakin tampan dan keren.


"Apa kau menunggu lama" Kata yang keluar pertama dari mulut Ali, dia khawatir jika gadis di depanya kecewa karena menunggu dirinya terlalu lama, padahal dia datang sesuai jam yang di sepakati. Tidak tau saja jika Rohaini lah yang terlalu senang karena di ajak jalan jadi dia bersiap terlalu awal.


"Ha...oh tidak aku baru saja keluar rumah tadi." Pandanganya terahlikan saat mendapat pertanyaan dari Ali. Ya...sedari tadi dia tak berkedip memandang Ali.


"Eh..." Rohaini tersentak saat Ali memakaikan sebuah helem di kepala-nya, pipi miliknya bersemu merah karena kelakuan romantis Ali menurutnya.


"Sudah selesai. Cepat naik kita akan pergi"Ucapnya saat sudah selesai membantu Rohaini menggunakan helem, dia membawa helem dua untuk di gunakan Rohaini dan yang satunya tentu untuk dirinya.


"Ha..i iya iya" Rohaini langsung naik ke atas motor.


Ali mengunakan helem di kepalanya.


"Berpeganglah..." Dia pun menarik kedua lengan Rohaini agar melingkar pada perut milik-nya. Detak jatung yang sedari tadi sudah berpacu cepat kini malah semakin cepat.


"Lama-lama aku bisa terkena serangan jantung, jika seperti ini terus" Ucap Rohaini dalam hati.


Ali mulai menyalakan mesin motor milik-nya dan melajukan-nya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Danau..!" Pekiknya saat Ali membawanya ke sebuah danau.


"Ayo". Ali menarik tangan Rohaini membawanya ketepi danau.


"kamu ingat saat pertama kali aku membawa mu ke-danau ini." Pandangan Ali menatap lurus melihat ke arah danau.


"Tentu aku ingat, dulu kamu sangat antusias saat membawa ku ke danau ini. Padahal waktu itu aku ada satu kegiatan lagi di sekolah namu kamu terus memaksa ku agar ikut dengan mu dan ya...akhirnya aku harus membolos." Ceritanya panjang lebar mengingat dulu saat Ali memaksa Rohaini untuk ikut dengan-nya ke suatu tempat yaitu sebuah danau sampai harus membuatnya membolos satu ke-giatan di sekolah.


"Kita duduk disana" Ali menunjuk ke-sebuah saung yang berada di tepi danau.


"Iya" Ucap Rohaini.


Mereka berjalan ke-arah Saung dan duduk berdampingan menghadap ke arah danau.


"Dulu kita sering ke-sini."Ucapnya sambil tersenyum.


"Kamu Jadi ke-tagihan gara-gara aku ajak kamu datang kesini sekali."Menyadarkan tubuhnya dengan menyanggah dengan ke-dua tangan-nya.


"Bagaimana gak ketagihan pemandangan yang indah menyejukan mata, suasana yang tenang,dulu ya....tapi sekarang tempat ini udah ramai di kunjungi bahkan sudah banyak pedangang di sini. Ternyata tempat ini makin populer aja." Ucapnya sambil memejamkan mata dan menghirup udara dalam untuk menikmati udara segar."Namun masih sama bersih dan sejuk udara di sini" Lanjutnya.


Danau indah ini adalah tempat wisata letaknya cukup jauh dari desa tempat tinggal Rohaini, dulu sering sekali mereka datang ke-sini dan tempat ini belum seramai sekarang masih satu dua orang yang datang saung yang terdapat di sana pun masih satu belum seperti saat ini yang sudah ada lebih dari 20 dan bahkan pedangang sudah berjejer di dalam maupun di luar kawasan danau.


Rohaini sudah lama tidak datang ke danau ini semenjak Ali lulus dari SMA dan memutuskan untuk pergi ke luar kota melanjutkan pendidikannya saat itu Rohaini belum lulus dia masih kelas 7 dan baru akan naik ke kelas 8.


Mereka menikmati ke bersamaan mereka sembari bernostalgia mengingat cerita-cerita dulu saat mereka kecil dan tumbuh bersama walaupaun umur mereka terpaut 4 tahun namun Ali tidak pernah malu untuk bermain dengan Rohaini yang umurnya di bawah dia apalagi Rohaini adalah seorang anak perempuan, namun Ali tidak penah menolak saat Rohaini mengajaknya bermain walaupun itu bermain ala anak perempuan.


Walaupun rumah Ali ada di desa sebelah namun dia yang selalu mengunjungi Rohaini hampir setiap hari. Mereka saling kenal karena kedua orang tua mereka bersahabat jadi mereka sering bertemu saat kedua orang tua mereka saling bertemu.



Danau cantik Telogo rejo....


Lampung tengah


Jangan lupa berkujung....


Selamat membaca............!!😀👋