
Malam hari 2R Cafe sudah kosong meja dan kursi pun sudah di rapihkan sebagia pegawai sudah pulang dan hanya tinggal tiga orang yang tersisa yaitu Rohaini, Amelia, dan juga Bos pemilik cafe.
Rohaini dan Amelia berjalan keluar dari cafe.
"Hufff....Lelah-nya.." Amelia merenggangkan otot tubuhnya dengan mengakat kedua tangan keatas sambil mengepalkan tangan.
"Iya mana pulang jalan kaki." Keluh-nya
"Sudahlah nikmati saja, ayo." Ucap Amelia
"Eh...ini tidak di kunci." Tunjuk Rohaini pada pintu cafe.
"Nanti juga di kunci sama Bos"
Mereka pun berjalan keluar area halaman cafe saat sampai di depan Ali pemuda itu tengah menunggu di trotoar.
"Hei.....baru pulang juga." Ucap Rohaini sambil berjalan ke arah Ali.
" Iya, kita pulang bareng biar rame." Menggandeng tangan Rohaini.
"Cih... Obat nyamuk Obat nyamuk di sini banyak nyamuk " Sinisnya. Amelia berjalan di belakang Ali dan Rohaini.
"Hahahahahahaha..." Bukanya tersinggung Mereka malah tertawa dengan kemalangan sahabat yang berjalan di belakang mereka.
Di depan pintu cafe seorang memperhatikan Amelia dan Rohaini walaupun hanya satu wanita yang dia perhatikan yaitu Rohaini dari awal keluar cafe hingga jauh menghilang dari pandangan dia melihat semuanya termasuk laki-laki yang menggandeng tangan Rohaini sampai membuatnya mengepalkan kedua tangan-nya dan menatap tak suka pada lelaki itu.
Pagi hari semua orang sudah sibuk dengan aktifitas mereka,begitu juga dengan para pegawai 2R Cafe walaupun belum terlalu banyak pelanggan namun mereka sudah di sibukan dengan beberapa pelanggan yang datang.
Ting
Bel tanda makanan siap antar sudah berbunyi dari arah dapur.
" Ini pesana meja nomor berapa." Tanya Rohaini sampil mengambil napan yang berisi makanan dan minuman.
" Nomor 5." Ucap salah satu pegawai wanita yang bekerja di bagian belakang.
"Oke" Ucapnya penuh semangat dan langsung pergi mengatar pesanan.
Amelia yang tengah berdiri di pantry menunggu pesanan pelanggan jadi.
"Amel dimana Rohaini" Tanya Boby yang baru saja datang.
"Tuh lagi ngater pesanan" Nunjuk pada meja nomor 5 disana terlihat Rohaini sedang menyajikan pesanan.
"Nanti suruh Rohaini anterin kopi sama beberapa cemilan ke ruangan Bos dan jangan banyak tanya kenapa bukan Aku yang biasa-nya nganter ke ruangan Bos soalnya ini Bos sendiri yang minta. Udah aku sibuk."Boby pun langsung pergi.
"Idih siapa juga yang mau nanya. Aneh.." Ucapnya dengan nunjukan ekspresi heran miliknya.
Tak lama Rohaini pun kembali.
Menempelkan kertas yang terdapat beberapa pesanan pelanggan pada papan yang tersedia.
" Ini ko gak kamu anterin ke pelanggan." Melihat nampan yang berisi segelas kopi hitam dua sandwich roti bakar.
"Kamu di suruh nganterin ini ke ruangan Bos." Ucap Amelia
"Lah Ko aku..! Kamu kan bisa." Menatap tak percaya.
" Mana ku tau orang kamu yang di suruh." Mengakat kedua bahunya.
"Haiss..." Dengan terpaksa Rohaini mengambil napan itu dan mengantarnya ke ruangan Bos barunya itu.
Tok tok tok
Mengetuk pintu ruangan Bos tampa menunggu Rohaini langsung masuk, dilihatnya pemilik ruangan yang sibuk dengan berkas-berkas di meja. Rohaini menaruh napan itu di meja samping kiri. Saat menyadari kedatangan Rohaini kegiatanya terhenti, tatapan-nya langsung menatap intens gadis di samping-nya, begitu intens tatapan itu sampai membuat gadis itu merasa risih.
"Pesanan Bos sudah saya antar kalou begitu saya permisi" Rohaini langsung berbalik namun saat ke dua kaki-nya akan melangkah dia merasakan tangan kanan di gegam oleh tangan yang lebih besar dari tangan miliknya.
" Duduk temani aku sebentar " Perintahnya, ucapanya terdengar sedikit memaksa.
" Tapi Bos di luar masih banyak pekerjaan." Sangakalnya agar dapat pergi segera dari ruangan Bos-nya itu.
"Aku lihat tidak begitu banyak pelanggan jadi aku kira tidak banyak pekerjaan untuk saat ini. Jadi duduk temani aku sebentar." Romi melihat ekspresi Rohaini yang masih enggan untuk mengikuti perintah dari-nya " Jika kamu mau duduk temani aku, akan ku kasih bosnus untuk bulan ini."Lanjutnya.
Kalimat terakhir mampu membuat hati gadis di depanya itu goya dia langsung duduk di kursi yang menghadap Romi.
"Cuma temenin duduk ini, lumayankan makan gajih buta dapet bonus lagi." Ucapnya dalam hati. Sepertinya uang bisa membuat rasa risihnya hilang.
" Aku mau dari sekarang dan seterusnya kamu yang mengatar makanan ku dari sarapan pagi makan siang dan setiap pagi temani Aku selama 30 menit." Ucap Romi.
"Tapi Bos kenapa saya" Tanyanya heran, dia cukup keberatan melakukan pekerjaan itu.
" Aku akan naikan gajih kamu tiga kali lipat dari gajih awal kamu." Semiriknya mucul ketika melihat ekpresi Rohaini yang sumeringah, matanya berbinar saat menyakut tentang uang.
"Hmm....Oke dil.! Saya setuju." Senyum terukir di bibir manis miliknya. Lumayan dapet naik gajih walaupun baru kerja dua hari itu yang ada difikirannya saat ini.
" Dan ganti dengan Aku bukan Saya itu terlalu formal seperti orang asing." Perintahnya.
" Kau memang orang asing bagi ku." Pekiknya dalam hati.
"Baik Bos say..eh Aku mengerti" Gadis itu cukup paham untuk menuruti permintaan Bos-nya ini agar gajih tiga kali lipatnya tidak hilang.
Setelah percakapan terakhir itu mereka berdua diam dan ya...Rohaini hanya menunggu Romi selama 30 menit sesuai permintaan Bos-nya itu, setelah itu dia pergi dan bekerja kembali di cafe.
Bersambung.....!!
Selamat membaca dadah....😁👋