You Love Me

You Love Me
BAB 12



Malam hari dua gadis tengah berjalan di keramaian kota mereka baru saja pulang kerja. Melihat satu orang di sebelahnya senyum-senyum sedari tadi membuatnya mengerinyitkan dahi dan bertanya tanya dalam benaknya ada apa dengan sahabat baiknya ini.


" Lia masih waraskan." Menempelkan punggung tangan kanan-nya pada dahi Amelia.


" Kamu kira aku gila apa..! Aku sangat-sangat waras sehat dan baik-baik saja." Sambil menepis pelan tanga Rohaini pada dahi miliknya.


"Habis dari tadi kamu senyum-senyum sendiri aku kira..." Ucap santai Rohaini.


" Aku kira apa..! Gila gitu." Sinis Amelia


" Wow....santai bung..! Lah terus kamu kenapa cerita dong sama aku." Sambil merangkul pundak Amelia.


" Aku tadi habis makan siang sama Pak Deri." Ucapnya dengan tersenyum lebar.


" Pak Deri sekertaris Bos itu." Tanya Rohaini memastikan.


" Iya." Jawabnya


"Aku bingung kenapa Bos punya sekertaris padahal cuma cafe doang. Kaya punya perusahaan aja." Selidiknya.


" Eh... Mungkin sajakan memang punya perusahan atau bisnis lain kitakan gak tau." Sambil mengakat kedua bahunya singkat.


" Bisa jadi " Ucap Rohaini lalu mengagukkan kepalanya beberapa kali tanda setuju dengan perkataan Amelia.


" Oh iya terus tadi keman ha...! Kenapa lama sekali kau di dalam ruangan Bos. Apa kau tau aku sudah sangat kelaparan menunggu mu." Protesnya di akhir kalimat.


" Heheh...tadi aku ke-tiduran maaf maaf aku tidak bermaksut membuat mu kelaparan. Salahin aja tuh si Bos." Ucapnya dan melipahkan kesalahan pada Bosnya itu.


" Ko ke si Bos..? " Amelia suguh tidak mengerti.


" Iya, gara-gara si Bos ngajakin nonton filem horor banyak banget sampai aku ke tiduran."Ungkapnya


"Ck. Pantas aja, itu kan filem ke sukaan kamu. Tapi ko Bos ngajak kamu nonton." Di wajahnya penuh dengan pertanyaan kenapa.


" Katanya biar aku gak bosan." Ucapnya santai.


" Ha...! Hanya itu." Rohaini mengangguk sebagai balasan. " kamu gak curiga gitu kenapa dia perhatian banget sama kamu." lanjutnya


" Gak. Emang curiga kenapa."


"Kalou Bos itu suka sama kamu." Bukanya terkejut Rohaini malah tertawa.


" Gak mungkin lah Bos suka sama aku di luar sana masih banyak cewe cantik yang setara dengan dirinya." Menggelengkan kepalanya beberapa kali karena tidak percaya atas perkatan sahabatnya itu. Lihat lah bosnya itu tampan tinggi orang kaya yang mana pergaulanya atau lingkunganya pasti orang-orang berada semua dan pasti banyak wanita-wanita cantik yang setara dengan-nya yang berada di sekitarnya, sedangkan dirinya berasal dari desa taraf pendidikan tidak tinggi bukan berasal dari orang berada gayanya biasa saja bisa di sebut juga kampungan mana mungkin seorang suka dengan gadis desa seperti dirinya. Padahal tampa dia tau Bos-nya itu sudah jatuh cinta bahkan tergila-gila dengan-nya.



Siang hari ini tak begitu banyak pelanggan di 2R Cafe hanya ada beberapa saja jadi tidak terlalu sibuk.


Ceklek


Seorang wanita cantik dengan setelan jas wanita berwana biru tua melangkah masuk kedalam cafe dia berjalan ke salah satu meja yang dekat dengan jendela mendudukan bokong di salah satu kursi dengan elegan. Rohaini yang melihatnya pun langsung menghampiri wanita itu.


" Silakan nona ini buku menunya." Menyerahkan buku menu pada wanita berjas biru tua itu.


" Dua gelas capucino dan dua cake strawberry Menutup buku menu. Dengan Rohaini yang mencatat pesanan .


" Baik saya ulangi lagi pesanan nona dua gelas capucino dan dua cake strawberry benar nona." Ucapnya membacakan pesanan sambil tersenyum dia pun terus memandang kagum pada wanita berjas biru tua itu.


"Cantik,elegan dan terlihat tegas. Wow...sungguh wanita yang penuh karisma." Pujinya dalam hati.


"Iya benar mba." Ucapnya mengiyakan


" Ada lagi yang mau di pesan nona." Tawarnya.


" Tidak itu saja."Tolaknya.


" Baiklah." Rohaini pun pergi ke pentri.


Ting


Setelah menunggu beberapa saat pesanan pun jadi, Rohaini mengambil nampan berisi pesanan lalu mengatarnya pada pelanggan yang mana wanita berjas biru tua itu berada.


"Apa saya terlambat." Suara seorang lelaki yang sepertinya baru saja datang dan Rohaini sangat mengenal suara tersebut.


" Tidak duduk lah Ali." Perintah wanita berjas biru tua itu.


" Baik ." Lelaki itu Ali duduk di kursi sebrang meja.


" Ali kamu." Tunjuk Rohaini pada Ali.


" Hai Eni kamu ternyata." Sapa Ali.


" Kalian saling kenal." Tanya Alin.


" Iya. Perkenalkan namanya Rohaini sahabat baik saya dan ini adalah Ibu Laura manejer di kantor." Ucap Ali.


" Ibu Laura salam kenal saya Rohaini." Sambil tersenyum ramah.


" Laura saja jangan pake Ibu saya merasa tua jadinya." Ucapnya dengan senyum yang ramah.


" Duduk disini bareng kita, kamu sibuk gak." Tanya Ali pada Rohaini.


" Wah gak bisa aku masih ada kerjaan maaf ya.... Lain kali aja. Selamat menikmati." Rohaini pun pergi. Dia ingin sekali duduk dan mengobrol bersama mereka apa lagi Rohaini masih pensaran dengan wanita cantik dan elegan itu namun dia ingat tugas mengantar makanan pada ruangan Bos-nya itu. Jika telat dia takut potong gajih.


Laura adalah wanita karir yang pintar, cantik, usianya 25 tahun dia adalah manejer di salah satu perusahaan besar yang mana Ali pun bekerja disana sebagai bawahan Laura. Wanita yang tegas dan sangat teliti pada pekerjaan ramah pada semua bawahannya.


Laura mengajak Ali untuk berdiskusi soal pekerjaan sambil bersantai di cafe, mereka membahas tentang proyek baru mereka. Sebenarnya mereka sudah membahas hasil proyek itu namun Laura ingin membahas lagi hanya dengan Ali. Dia sangat menyukai kepintaran Ali yang sangat cepat dalam mengerjakan segala sesuatu proposal dan ide-ide yang dia miliki sangat tepat untuk di gunakan.Bekerja selama 3 minggu di perusahaan sudah mendapat perhatian dari perusahan dan tentunya atasanya akibat kepintarannya.


"Berapa lama kalian saling mengenal, kalian seperti sangat dekat sekali. Bahkan kamu memiliki panggilan khusus untuknya yaitu Eni, padahal namanya adalah Rohaini." Uapnya lalu mengakat gelas di depannya lalu menyesapnya.


" Aku mengenalnya dari kecil kita tumbuh bersama dia sudah ku anggap seperti adik ku sendiri. Nama panggilan itu biasanya hanya orang-orang terdekat saja yang memanggilnya seperti itu." Jawabnya.


" sungguh sangat teliti, pantas sudah jadi manejer di usia muda." Lanjutnya dalam hati.


"Gadis yang ceria sunguh sangat menyenangkan memiliki adik seperti itu." Ucapnya sambil tersenyum.


"Iya." Ucap Ali dengan senyum manisnya.


"Bisakah saya mengenalnya juga." Tanya Laura. Ali ternyum mendengar ada yang mau mengenal sahabatnya, itu tandanya Rohaini gadis yang menarik dan disukai banyak orang dia akan mendapat teman baru lagi. Ali bahagia jika membuat Rohaini bahagia.


Mereka mulai membahas tetang Rohaini dan Ali sangat antusias menceritakan kisahnya dengan sahabat kecinya itu saat dulu. Mereka bahkan lupa dengan tujua awal bahasan mereka tentang proyek karena terlalu asik mebahas masa lalu gadis ceria itu banyak kisah-kisah lucu yang Ali ceritakan saat kekonyolan Rohaini terjadi dan itu membuat Laura tak hentinya tertawa.



Sahabat selamanya......😊😊



Visual: Laura


Jennie ( Blackpink)



(Sumber google)


Yayyyy.....up up up......


semoga besok juga bisa up


Jangan lupa dukunganya jangan cape buat tekan suka, komen, vaforit, Vote dan kasih hadiah banyak-banyak...oke...😁😁


Ayo gerakin jari jemari lentik kalian biar author bahagia.....


Biar tambah pahala di bulan ramadhan lakukan hal baik seperti membuat orang lain tersenyum .


Selamat menunaikan ibadah puasa...


semangat cari pahala di bulan ramadhan....