You Love Me

You Love Me
BAB 4



Halaman luas dengan ada tiga pohon besar yang berjejer dan juga banyak tanaman hias aneka jenis di sisi kanan dan kiri ada bangunan persegi panjang terlihat ada 10 pintu begitu juga dengan bangunan yang berada di sebrang. Dengan satu jendela kecil yang ada di samping setiap pintu . Di ujung bangunan pun terdapat bangunan yang sama namun denga jumblah pintu hanya lima, kita sedang memasuki salah satu kawasan kos-kosan.


"Tarrraaaa......kita sudah sampai." Sorak Amelia saat dirinya dan dua orang di samping sudah memijak di halaman kos-kosan.


"Wah....Cantik walaupun di perkotaan namun masih bisa menikmati pemandangan hijau" Kagum Rohaini saat melihat taman hijau di halaman.


"Jadi ini tempat-nya.tidak jauh dari tempat ku ternyata." Ucap seorang pemuda tampan pemilik lesung pipi ya...itu Ali.


Rohaini memutuskan untuk menerima tawaran dari Amelia bekerja di cafe tempat-nya bekeja juga setelah berbicara pada kedua orang tuanya dan mereka memperbolehkan putri mereka bekeja di kota dengan syarat menjaga kepercayaan kedua orang tuanya.


Untuk Ali mengapa bisa bersama Amelia dan Rohaini itu karena dia memang berencana pergi ke-kota sebenarnya Ali adalah seorang kariawan di salah satu perusahaan di luar kota. Awalnya dia ada di pusat namun di pindah tugaskan ke cabang yang ada di kota tempat tinggalnya dia tentu senang karena itu tidak jauh dari tempat kedua orang tuanya tinggal.


"Memang di mana tempat mu" Tanya Amelia sambil menengok ke-arah Ali. Perempuan manis satu ini sudah pasti sangat mengenal Ali, karena dulu jika Rohaini dan Ali bermain di situ sudah pasti ada Amelia ya...walaupun terkadang dia jadi obat nyamuk. Maka dari itu saat mereka bertiga mengijak remaja jika Rohaini dan Ali mengajak-nya pergi dia pasti akan menolak dia tau jika ujungnya dia akan jadi obat nyamuk saja di antara mereka.


"Kau lihat di sebrang sana" Ali menunjuk kearah sebrang jalan tempat dirinya berdiri Kedua gadis di sampingnya lantas melihat ke-arah Ali menunjuk.


"Wah itu bukanya kawasan kontrakan yang cukup mahal biyaya sewa perbulannya, Kau yakin tinggal di-sana" Tatap Amelia tak percaya.


"Benarkah..! "Mendengar itu Rohaini pun terkejut.


"Tapi memang benar ada-nya jika aku tinggal disana" meyakinkan.


"Asikk....jadi aku bisa dekat dengan Ali" Soraknya dalam hati,dia begitu senang karena bisa dekat dengan sang pujaan hati.


"Kalou begitu aku pergi, jika ada sesutu yang mendesak atau berbahaya jangan lupa menghubungi ku terutama kamu Eni soalanya Tante sudah menitipkan kamu sama aku" Cecar Ali.


"Iya iya siap pak satpam hihihi...." Ledek Rohaini dengan menaruh tangan kanan-nya di kening dengan tubuh yang tegap seperti anak sekolah yang sedang upacara menghomati bendera, dengan di akhiri kikikan di akhir kalimat.


"Huh..terserah kalian saja lah...." Kesal Ali dengan memajukan bibirnya kedepan seperti anak kecil yang sedang ngambek itu terlihat sangat lucu. Dia pun segera pergi dengan menggeret koper kecil milik-nya.


Rohaini dan Amelia tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Ali yang ngabek itu.


"Masih lucu aja kalo ngambek " Ucap Rohaini dalam hati, sambil menggelengkan kepalanya pelan.


🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠


Ruangan seukuran sepetak dengan dua tempat tidur ukuran kecil yang hanya muat untuk satu orang dua lemari dan dua meja kecil di tengah dengan ruang kamar mandi kecil di dalam kamar ini adalah fasilitas yang ada di dalam kamar kos-kosan Amelia dan Rohaini.


Sebelum mereka datang sehari sebelum berangkat Amelia telah mengabari pemilik kos-kosan jika dia akan membawa sahabat-nya untuk mengekos bersama dengan-nya jadi meminta pemilik kos menambah satu tempat tidur dan lemari. Pemilik kos tidak ke-beratan asal itu adalah perempuan karena tempat ini khusus wanita.


Mereka langsung memindahkan baju-baju yang ada di dalam rangsel kedalam lemari beserta barang-barang lainya, biasa lah barang milik wanita pada umumnya.


"Huh...lelah" Rohaini merebahkan dirinya di atas ranjang setelah selesai membereskan barang miliknya.


"Istirahat dulu nanti baru kita keluar cari makan" Ucap Amelia yang masih beres-beres barang miliknya.


Rohaini pun terlelap, begitu juga dengan Amelia mereka kelalahan karena pejalanan yang lumayan jauh.


Up Up heheh....


Selamat membaca......😀😀👋👋