
Pagi hari Rohaini sudah duduk diam di depan Bos. Seperti biasanya di pagi hari tugas menemani Bos selama 30 menit dan sekarang gadis itu sudah duduk selama 5 menit jika itu orang lain mungkin itu waktu yang sangat singkat tapi tidak dengan gadis satu ini.
5 menit di ruangan itu tampa melakukan apa-apa dan hanya melihat Bos-nya yang sedang melihat tumpukan kertas yang penuh dengan tulisan dan juga layar laptop yang entah apa isi-nya. Baginya itu sangat membosankan dan dia merasa jika waktu berjalan jadi sangat lambat.
"25 menit lagi, cepat lah...aku ingin bekerja dan bergurau dengan yang lain. Disini sangat membosankan karena itu aku jadi mengantuk". Gerutunya dalam hati.
"Huff..." Yang di akhiri dengan helanan nafas.
Mendengar itu Romi menghentikan aktifitasnya dan menatap ke-arah Rohaini. Dia cukup paham jika ada yang sedang bosan dan ingin segera keluar dari ruangan miliknya.
"Kemari lah.."
"Heng..!? " Gadis ini tidak mengerti apa maksut Bos-nya ini,Kemari kemana bukan kah ini sudah dekat.
"Cepat kenapa lambat sekali otak mu itu, berdiri di sebelah ku sekarang." Tegas-nya. Tampa bertanya lagi Rohaini langsung berdiri dari duduknya berjalan memutar meja sebelah kiri lalu berdiri tepat di samping Romi.
"Duduk di sini." Memundurkan sedikit kursi yang di dudukinya agar memiliki celah antara lutut dan meja, sambil menepuk paha kirinya.
"Ha...! Tidak usah Bos aku berdiri saja." Ekpresi tidak enak sambil kedua tanganya di kibaskan perlahan beberapa kali ke-kanan dan ke-kiri.
Bukk
Tampa berkata lagi Romi menarik pingang gadis di sampingnya ke-dalam pangkuanya dan membuat punggung gadis itu bertemu dengan dada kekar miliknya.
"Duduk diam disini." Ucap Romi.
"Tapi Bos ini sangat tidak nyaman." Protes Rohaini. " Dan apa kah ini aman untuk sesuatu di bawah sana, duh pikiran ku sungguh tidak polos." lanjutnya dalam hati.
" Tapi Aku sangat nyaman seperti ini, apa lagi yang ada di bawah sana." Bisik Romi pada telinga gadis di pangkuanya.
Dan membuat tubuh gadis itu menengang seketika saat merasakan hembusan hangat pada telinganya.
"Sial, dasar Bos mesum. Aku tidak mau jadi sugar baby mu awas saja kau jika macam-macam." Gerutu kesal-nya dalam hati.
" Cream apa yang kamu pakai...? Pada tubuh mu ." Tanya Romi sambil mengendus leher milik Rohaini.
" Bisakah hentikan itu.! Aku tak memakai apa-apa." Kesalnya mencoba menjauhkan lehernya dari wajah Romi namun gagal karena tangan lelaki itu menahan dengan memegang tengkuk leher samping miliknya.
"Tidak bisa, aku sangat menyukai wangi lembut bunga mawar pada tubuh mu. Boleh aku menggigitnya." Sambil terus mengendus sampai menempelkan hidungnya pada permuka'an kulit leher milik Rohaini.
"Bos.! Hentikan kegila'an mu atau aku akan keluar saat ini juga." Gadis ini sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Bos mesum-nya ini. Mendengar itu Romi langsung menghentikan aktifitas mengendusnya.
"Cih.! Mengancam." Pekiknya
"Aku ingin duduk di kursi depan saja." Rohaini hendak berdiri namun di tahan.
" Diam disini. Bukan kah kamu bosan." memegang kedua pundak Rohaini yang hanya sebatas dadanya itu.
" Aku memang bosan tapi aku tidak mau melakukan hal senono dengan mu." Sinis-nya.
" Jadi kamu mau apa...? Hemm...apa kita menonton saja, filem apa yang kamu sukai." Jari jemarinya berada di atas keyboard laptop dia langsung memindah tampilan layar dan berganti masuk ke internet.
" Wah...aku mau filem horor." Antusiasnya seketika.
"Baiklah akan aku putarkan filem terseram untuk mu. Jangan sampai kamu menutup mata mu sedetik pun oke." Titahnya.
"Oke lihat saja nanti siapa yang akan ketakutan hehehe..." Tantang gadis itu.
Romi mulai memutar filem suasana menjadi hening dan fokus pada filem yang ada di layar laptop.
Amelia duduk diam di tempat biasa saat dia sedang beristirahat untuk makan siang yaitu di belakang gedung cefe.
"Kenapa Eni lama sekali, sebenarnya apa yang di lakukan dia di dalam ruangan bos. Kenapa dari pagi hingga siang hari belum keluar juga bukan-nya hanya menemani selama 30 menit." Gadis ini menunggu sahabatnya yang dari tadi pagi sampai siang hari tidak keluar juga dari ruangan Bos, padahal mereka sudah janji mau makan siang bersama.
Pluk
"AYAM GORENG.!! " Teriaknya
"Ayam goreng.? Kau mau ayam goreng." Suara lelaki yang sangat dia kenali, membuatnya menengok untuk memastikan.
"Bapak Deri ngagetin aja, untung saya gak punya penyakit jantung." Amelia terus mengusap dada miliknya beberapa kali.
"Maaf maaf habis kamu ngedumel sendiri dari tadi. Kenapa sih.? " Deri yang duduk di sebelah Amelia
"Nungguin sahabat saya pak, lama banget di ruangan Bos. Padahal kita mau makan bareng." Jawab Amelia
"Bagaimana kalou makan barengnya sama saya saja. Kita makan ayam goreng." Detak jantung seseorang langsung berdetak kencang saat mendengar ajakan makan dari lelaki idam-nya itu, rasanya sangat bahagia. Walaupun bukan ajakan kencan tapi hanya makan siang tapikan makan berdua sudah seperti kencan dong itu yang Amelia rasakan saat ini.
" Iya ayo." Ucapnya sambil malu-malu,kepala-nya menunduk dia tak mau bila saat ini Deri tau jika pipi cabinya sedang merah seperti tomat.
"Ayo kamu yang tentukan tempat makan ayam goreng-nya cantik." Ucapnya
"Baiklah.! " Amelia berdiri lalu jalan terlebih dahulu dia sungguh sudah tidak kuat untuk menahan lebih banyak lagi bunga-bunga yang bermekaran dalam hatinya. Sambil terkekeh Deri berjalan santai mengejar Amelia.
Jika di luar sana Amelia menunggu seorang sahabat untuk pergi makan siang bersama sampai bertemu teman makan lain. Namun disini seorang yang di tunggu-tunggu sedang tertidur pulas di atas sofa berbantalkan paha seorang lelaki yang sedari tadi memandang wajah cantik miliknya sambil mengelus sayang pada kepalanya.
Rohaini.! Gadis itu tertidur di pangkuan Bos-nya yaitu Romi saat mereka tengah menonton sebuah filem horor. Matanya teramat berat setelah menonton beberapa filem horor sampai ia tak sadar menyandarkan kepala-nya pada pundak kanan Romi saat dirasa nyaman ia pum mulai terlelap.
Romi. Lelaki ini tau jika gadis di pangkuanya mencari posisi nyaman untuk terlelap dia membiarkanya begitu saja, dia sangat senang malah jika gadis di pangkuanya ini merasa nyaman sampai tertidur saat di dekatnya. Saat di rasa sudah begitu masuk ke-alam bawah sadar atau gadinya itu sudah tertidur pulas, dengan perlahan Romi mengakat tubuh sang gadis dan memindahkan ke atas sofa dan menjadikan paha kiri miliknya menjadi bantal.
"Jika saja kamu tertidur seperti ini terus aku pasti bisa melihat mu setiap saat, atau aku bawa kamu pulang saja kerumah." Tersenyum lebar sambil terus memandang wajah sang gadis yang terlelap begitu cantik dan damai.
Romi sungguh ingin segera mengikat Rohaini dan tak membiarkan-nya pergi jauh. Apa lagi mengingat jika gadis itu sangat dekat dengan seorang lelaki dan sang gadis menyukai lelaki itu. Romi bisa melihat setiap Rohaini melihat lelaki itu berdiri menunggu dirinya di depan untuk pulang bersama wajah bahagia selalu terpancar padanya. Itu yang membuat rahanya selalu mengeras dan kedua tangan-nya mengepal ya...dia marah dan cemburu melihat itu.
Ingin rasanya dia menghampiri dan menarik tangan Rohaini lalu membawanya pergi jauh dari lelaki itu namun dia tidak mau jika perbuatanya itu membuat sang gadis yang dia cintai itu membenci dirinya.
" Aku akan menunggu mu jatuh cinta pada ku dan melupakan cinta mu pada lelaki yang hanya menganggap mu sebagai adik-nya saja."
Ini beberapa imajinasi.....
Rohaini dan Romi
(Sumber edit google)
Deri dan Amelia
(Sumber edit google)
Hai akhirnya bisa up lagi yahh....
Karena kuota habis aktifitas saya di dunia internet terhenti jadi gak bisa up.
Untuk meminta maaf saya akan up 2 bab hari ini senengkan hehehehe.....
Selamat membaca.....!!
Jangan lupa dukunganya oke..👌😉