
Di depam sebuah bangunan yang seluruh depannya berbahan kaca hingga pintu. Diatas bangunan tertulis 2R Cafe.
Rohaini, Amelia, dan Ali memandang ke arah 2R Cafe.
"Ini cafe-nya, besar juga ya..." Ucap Rohaini.
"Iya bagus bukan heheheh..." Ucap Amelia bangga.
"Bagus bagus benar-benar bagus." Senyum merekah di bibir Rohaini.
"Cafe ini sangat terkenal, Aku sering lihat beberapa Vlogger dan Artis datang ke cafe ini jika mereka mengunjungi kota ini" Ungkap Ali.
"Memang benar. Cafe ini sudah seperti tempat wajib jika berkunjung ke kota ini" Amelia membenarkan.
"Kalou begitu Aku pergi dulu, Aku sudah hamping telat. Dadah..." Ali pergi sambil melambaikan tangan kanan.Kedua gadis pun membalas labaiyaan tangan juga padanya dan berucap "Dadah..."Secara bersama'an.
Setelah itu Amelia mengajak Rohaini masuk kedalam cafe, di dalam sudah ada beberapa pegawai yang datang mereka sedang membereskan cafe.
"Apa Bos sudah datang" Tanya Amelia pada salah satu pegawai laki-laki yang sedang mengelap meja.
"Sudah, Siapa dia..? " Tanya laki-laki itu yang menatap kearah gadis disamping Amelia.
" Sahabat ku. Dia juga akan melamar kerja di sini, Sudah ya...aku mau mengatarnya menemui Bos" Ucap Amelia yang langsung menarik tangan Rohaini untuk menemui Bos, pegawai laki-laki itu pun hanya mengaguk untuk mempersilakan mereka pergi.
Di depan ruangan Bos, kedua gadis itu saat ini sedang berdiri saat Amelia akan mengetuk pintu Rohaini menahanya.
"Aku gugup, bagaimana karakter Bos mu. Apa dia galak.? " Rohaini gadis ini terlihat sangat gugup terlihat dari dia menggegam map di tangan-nya dengan cukup erat untung saja tidak sampai robek.
"Tenang saja Bos ku tidak galak dia tidak akan memarahi seseorang tampa sebap, hanya saja sifatnya... Yah..nanti kau pasti tau oh yang lebih penting dia tampan tinggi memiliki bahu yang lebar seperti model pasti kau suka." Ucap Amelia cukup antusias di akhir kalimat.
"Memang aku pecinta pria tampan. Aku sudah punya pria tampan yang bisa ku lihat setiap hari." Sakrasnya.
"Iya iya baik lah. Hanya Ali yang ada di otak mu" Ucapnya malas.
Tok tok tok
Mengetuk tiga kali lalu tampa menunggu jawaban dari dalam Amelia langsung membuka pintu dia pun masuk Rohaini yang di belakangnya hanya mengikuti. Terlihat sebuah ruangan yang lumayan besar dengan beberapa rak buku dan pajangan terdapat sofa dan meja sepertinya itu untuk menyambut tamu, lalu ada satu meja kerja dan kursi seperti milik CEO perusahaan.
Saat masuk pandangan Rohaini melihat ke sekeliling ruangan dia cukup kagum dengan ruangan yang tertata rapih pandanganya terus mengedar sampai pada satu benda hidup yang mampu membuatnya membulatkan mata dengan sempurna.
" Dia Bos, bukan kah dia seorang buronan tampan" Rohaini mengingat betul wajah lelaki yang menabrak dirinya waktu itu yang membuat tangan kanan-nya merasakan nyeri, untung tidak terlalu parah jadi hanya di oles miyak gosok sudah membaik. Namun Rohaini dapat mengendalikan ekspresi terkejutnya dia langsung bisa bersikap normal
"Bos ini sahabat ku yang mau melamar kerja" Ucap Amelia.
"Iya,kau boleh pergi tinggalkan dia di sini" Bos itu sedang sibuk dengan beberapa tumpukan kertas di depannya.
"Baik" Jedanya lalu Amelia berbisik pada Rohaini" Semangat kawan." Dia pun langsung pergi meninggalkan Rohaini.
" Kau membawa surat lamaran kerja" Ucap bos itu yang masih sibuk dengan tumpukan kertas di depannya.
Bos itu langsung mengambil dan membukanya.
" Ternyata benar itu kau Cantik, Aku mengingat aroma milik mu Rohaini " Ucapnya dengan senyum yang menyugingkan bibir sebelah kirinya keatas.
"Heng...!? "Dan itu cukup membuat gadis di depanya ini merinding.
"Kau bisa bekerja mulai hari ini tanyakan pada Amelia seragam baru untuk mu."
"Terimakasih, kalou begitu aku keluar Bos " Rohaini langsung berpamitan sepertinya dia sudah ingin pergi dari ruangan itu lebih tepatnya dari bos barunya.
"Tunggu" Langkah Rohaini terhenti. " Namaku Romi. Romi Abraham kau bisa memanggil ku Sayang... " Ucapnya mengenalkan diri dan kata terakhir dari mulutnya mampu membuat tubuh gadis di depanya semakin merinding dengan kata Sayang yang di buat Sensual.
Brakk
Rohaini langsung melangkah pergi dengan menutup pintu yang cukup keras. Dan Bos yang bernama Romi ini tersenyum puas melihat gadis yang di godanya itu segera melarikan diri.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
Pelanggan sudah banyak memenuhi ruangan semua pegawai sibuk dengan tugas masing-masing begitu juga dengan Rohaini. Setelah meminta seragam pada Amelia dan mendapat bibingan dari pegawai senior lain tentang tugas-tugas-nya sebagai pelayan yang melayani pelanggan seperti bertanya pesanan, lalu mengantarkan pesanan Rohaini cukup tanggap dia mampu bekerja dengan baik padahal baru dibibing sebentar.
" Ini untuk mu " Sebotol minuman di sodorkan pada Rohaini, itu dari sahabatnya Amelia. Mereka sedang beristirahat setelah jam makan siang yang melelahkan pasalnya di jam segitu banyak pelanggan.
" Ahh....! Segar. Ternyata lelah namun menyenangkan." Desahnya setelah meneguk Air.
"Beginilah yang nama-nya bekerja lelah namun bila kita menikmati pasti tidak akan terasa berat." Sambil menyandarkan tubuhnya pada diding. Mereka berada di area belakang cafe, duduk pada teras belakang.
"Amel... Ini nasi kotak pesanan kalian." Ucap salah satu pegawai laki-laki, dia memberikan dua kotak pada Amelia. Saat dirinya pergi untuk membeli makan siang Amelia menitip pada-nya juga biar sekalian.
"Terimakasih Bop." Ucapnya pada pegawai laki-laki itu yang ternyata bernama Boby.
" Iya santai kali Amel. Ya udah Aku balik kedalem dulu." Boby pun masuk kedalam cafe.
"Ini. Kita makan siang dulu biar ada tenaga buat kerja lagi." Amelia menyerahkan satu kotak nasi pada Rohaini.
"Iya" Ucapnya sambil menerima nasi kotak yang di berikan oleh Amelia. Mereka mulai menyantap makanan mereka.
Di ruangan lain seorang menatap layar laptop miliknya, sedari tadi pagi dia tak mengalihkan pandangannya dari layar laptop dia hanya mengalihkan pandangannya saat pergi ke toilet, saat makan, mengabil minum itu pun hanya sebentar. Padahal dia bukan orang yang akan mengawasi bawahanya begitu ketat namun hari ini entah mengapa dia terus menatap layar laptop miliknya yang memperlihatkan beberapa tempat pada cafe milik-nya. Terutama saat ini dia sedang melihat CCTV yang mengarah pada belakang Cafe milik-nya. Dia melihat dua gadis yang sedang makan.
" Cantik saat makan pun tetap cantik. Des*han-nya juga sangat merdu." Dia Romi tersenyum, dan gadis yang selalu dia pantau adalah Rohaini. Ada apa ini dengan Bos cafe mengapa sikapnya seperti itu pada Rohaini.
Visual : Romi Abraham
Kim Seokjin (BTS)
Selamattt memebaca.....! 👋👋😀