You Love Me

You Love Me
BAB 8



Satu minggu sudah berlalu semua berjalan lancar tampa hambatan Rohaini menjani pekerjaan-nya dengan rapih, cepat, dan bersih dia sangat bisa di andalkan, caranya beradaptasi dengan likungan pun terbilang cepat bisa menyusaikan dirinya.


Sifat-nya yang ramah membuat semua orang mudah untuk dekat dengan-nya apa lagi di bantu oleh sahabat dekatnya Amelia yang juga terkenal akan sifat ramah dan asik saat di ajak mengobrol, sifat-nya yang mudah berbaur dengan lingkungan dan orang-orang baru mempermudah dirinya juga.


Pekerjaan tambahan dari Bos cafe pun dia kerjakan dengan baik dan sesuai dengan apa yang di inginkan Bos-nya itu, semua pegawai cafe tau tentang tugas-nya yang mengatar makanan dan mereka juga tau jika setiap pagi pasti dirinya akan berada dalam ruangan Bos selama 30 menit.


Namun mereka tak tau apa yang dilakukan Rohaini di dalam ruangan Bos selama 30 menit, jika di tanya dia hanya menjawab membersihkan ruangan Bos, padahal ruangan itu sudah di bereskan pagi hari sebelum cafe di buka oleh pegawai lain.


Untuk gajih yang di naikan 3 kali lipat mereka pun tidak mengetahuinya, termasuk sahabat dekat-nya Amelia namun dia seperti sudah tau dengan gelagat sahabatnya itu jika sedang berbohong dan menyembuyikan sesuatu setelah tiga hari Amelia terus memperhatikan tingkah Rohaini.


Tingkah sahabnya jika saat sedang ditanyai oleh pegawai lain dia sering menggit bibir bawahnya tanda dia gugup dan sedang meyusun jawaban agar tidak salah dalam menjawab. Dan setiap keluar dari ruangan Bos terkadang sahabatnya itu dalam susana hati yang kesal apa lagi mulutnya yang terus bergumam seakan sedang mengatai seseorang.


Itu yang membuat dirinya akhirnya bertanya walaupun jawabanya sama seperti saat dia di tanya oleh pegawai lain namun Amelia masih ragu dia terus mendesak sampai sahabatnya itu menyerah dan menceritakan semua tak ada yang terlewatkan.


Sampai kelakuan Bos-nya yang terkadang aneh dengan semua kata-katanya dan tindakan-nya yang terkadang cukup vulgar, dan perintahnya yang membuat dirinya risih. Namun jika tidak di turuti Bos-nya selalu tau apa yang harus dia lakukan agar dirinya menuruti perintahnya.


Seperti menambah bonus, atau mengancam potong gajih. Sesuatu yang berhubungan dengan uang membuat Rohaini lemah, asalkan tidak merugikan dirinya dia masih bisa menuruti apa yang Bos perintahkan itu, begitu fikirnya.



Siang hari gadis itu sudah berada di ruangan Bos, seperti biasa dia mengantarkan makan siang. Menaruh nampan yang sudah berisi satu piring nasi beserta lauk pauknya dan segelas air mineral.


Dan Romi langsung memakan-nya dengan lahap.


" Karena tugas terakhir ku sudah selesai jadi Aku pamit pulang Bos "


"Ha...pulang.? " Ucapnya bingung, dia menghentikan acara makan-nya.


"Iya ini kan weekend jadi menggunkan jam sip-sipan Bos. Dan sip Aku adalah pagi sampai siang setelah itu siang sampai malam akan ada pegawai lain." Jelas Rohaini.


Jika akhir pekan pegawai yang jumblahnya sekitar 20 orang itu akan dibagi menjadi dua tim dan bekerja pada jam yang berbeda, cara itu di terapkan oleh Romi agar semua pegawainya bisa berlibur saat hari weekand.


"Bos ko malah ngelamun sih..." Melambai-labaikan tangan kanan-nya di depan wajah Romi saat melihat Bos-nya itu hanya diam saja.


Rohaini terkejut saat tangan kanan-nya malah di gegam oleh Romi.


"Duduk suapi aku makan." Titah Romi.


"Tapi Bos Aku mau pulang, Bos-kan bisa makan sendiri." Tolak-nya.


"Suapi Aku makan dulu habis itu kau bisa pulang, jika kau menolak gaji mu akan Aku potong." Ancam Romi


" Huh...Ngancem terus bisanya, belum juga dapet gajih masa udah main potong aja." Gerutu Rohaini yang terdengar oleh Romi dan membuat lelaki itu terkekeh.


Rohaini duduk dengan kesal dia langsung menarik napan yang ada di depan Romi agar dekat padanya mengambil sendok mengisinya dengan nasi dan sayur lalu menyodorkannya pada Romi , lelaki itu pun langsung membuka mulut Rohaini pun memasukan sedok itu pada mulut Romi.


"Udah tua juga masih minta di suapin kaya bayi." sinisnya.


"Yang iklas jangan banyak ngedumel. Mana lagi Aaaa" Romi membuka mulutnya.


"Iya iya ini juga mencoba untuk iklas." Rohaini langsung menyodorkan makanan lagi.


Rohaini melakukan kegiatan menyuapi sampai habis, setelah itu langsung pergi Romi pun pasrah dan tidak mencegah lagi karena dia tidak punya alasan lain.



Dadah....


Kita jumpa lagi di bab selanjutnya....!! 😘