You Are My Best Husband

You Are My Best Husband
40. kecewa



Agra pun tersenyum menyengir Seraya memperhatikan Johan. Dari wajah Johan, ia bisa melihat bahwa ada kekecewaan di dari wajahnya.


Agra tak tahu apa yang sedang di alami oleh Johan saat ini. Dan, memanggilnya malam-malam begini mungkin ada hal penting yang ingin Johan sampaikan.


Sudah sejak 5 menit yang lalu Johan hanya diam dan menuangkan alkohol di gelasnya lalu meminumnya.


Melihat hal itu, Agra pun kesal ia merasa seperti di kacangi sejak sampai di cafe ini.


"Apakah hanya untuk ini kau memanggilku malam-malam kesini?"


"Tidak! Tunggulah sebentar. Aku sedang menenangkan diriku dengan alkohol mahal ini. Kau cobalah" sahut Johan seraya menuangkan Alkohol ke gelas Agra


Agra pun tersenyum miring lalu meneguk segelas Alkohol yang berukuran kecil tersebut.


"Jadi, sebelumnya aku minta maaf karena mengganggumu. Tujuan ku meminta mu datang hanyalah untuk memastikan bahwa apakah ini jawaban dari ucapan mu waktu itu?"


"Maksudmu?" Seru Agra dengan penuh pertanyaan. Ia tak mengerti apa yang di maksud oleh temannya itu. "Ucapan yang mana?"


"Waktu kita minum bersama, kau menyuruhku untuk mencari tahu sendiri. Dan... Aku telah menemukan jawaban"


Mendengar hal itu Agra semakin tegang. Apa yang di maksud oleh Johan? Apakah dia telah menemukan kebusukan Wendy?


Johan pun terus menetap Johan dan mendengarkan Johan bercerita.


"Aku telah di bohongi Oleh Wendy!"


Ia Pikir ucapannya waktu itu tidak akan di dengar oleh Johan karena saat itu posisi Johan sedang mabuk. Tapi ternyata Johan mengingatnya.


Di satu sisi lain, Agra senang karena Johan akhirnya mengetahui yang sebenarnya. Tapi di satu sisi lain, ia tak menyangka bahwa Johan akan menemukan jawaban tersebut dalam waktu yang dekat.


"Apa yang kau temukan?"


Johan pun menjelaskan bahwa ia baru saja mengetahui Wendy berbohong dengan membeli steak di restoran. Tapi kata Wendy itu hasil buatannya sendiri.


"Padahal sudah jelas ada nama Wendy di atas box nya. Tapi Kenapa dia berbohong?"


Agra pun hanya diam seraya mendengarnya cerita Johan


"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang?"


Johan mendengus, ia benar-benar tak menyangka jika semua ini akan terjadi Padanya. Ia tak menyangka selama ini ternyata Wendy membohonginya.


Lalu ...jika seperti itu ? Untuk apa Wendy mendekatinya? Pikir Johan.


"Jika selama ini dia berbohong padaku, berarti Wendy tidak mencintaiku bukan? Lalu... Untuk apa dia mendekatiku?" Tanya menatap intens pada Agra berharap mendapatkan jawaban yang benar


"Ini dia!" Batin Agra.


Agra pun tersenyum menatap Johan. "Ternyata dari awal sampai akhir pun kau belum paham" seru Agra


Sebuah jawaban yang sangat membingungkan bagi Johan. Bahkan ia tak bisa menebak apapun di dalam isi kepalanya itu.


"Apa maksudmu Agra" seru Johan menatap intens pada Agra


***


Di kediamannya Agra


Kini Agra telah kembali ke rumahnya. Ia pun masuk ke kamarnya lalu mandi dan setelah itu menggunakan pakaian yang nyaman.


Setelah membersihkan dirinya, Agra beranjak ke kamar Alice. Ia membuka kamar Alice, ia melihat Alice sudah tertidur.


Agra tersenyum Melihat hal itu, ia senang jika melihat Alice tidur nyenyak. Dan ia juga bahagia karena Alice sudah tak marah lagi.


Agra pun naik ke atas ranjang lalu mencium wajah Alice. Dan gerakan itu membuat Alice terbangun.


"Pak Agra" serunya


"Ya?"


"Kapan sampai?"


"Baru saja. Sudah lanjutkan tidurmu kau harus tidur nyenyak"


"Emm... Apakah pak Agra akan tidur di sini?"


"Tentu"


Jawaban yang membuat hati Alice senang. Lalu kemudian Agra memeluk Alice dan memberikan kecupan di kening Alice.


"Baiklah"


Agra mengecup kening Alice lagi lalu ia pun memejamkan matanya dan mulai tidur. Alice pun juga tidur dengan nyaman malam ini karena di peluk oleh suaminya.


Keesokannya


Di kantor Johan


Kini Johan telah membuat keputusan yang bulat yang mungkin tak akan di sukai oleh para karyawan-karyawannya. Tetapi keputusan ini telah di pikirkan matang-matang oleh Johan sejak semalam.


Semalam, Johan tak pulang. Setelah bertemu dengan Agra ia kembali ke perusahaan. Ia frustasi, marah dan kecewa. Johan menangis sepuasnya di dalam kantornya itu.


Sungguh Johan Sangat kecewa dengan Wendy, ternyata selama ini Wendy hanya membohonginya. Kemarin malam saat dirinya bertemu bertemu dengan Agra, Agra menceritakan tentang Wendy yang sebenarnya yang tak ia ketahui bahwa Wendy hanya memanfaatkannya sebagai sumber penghasilannya.


Mendengar cerita itu, Agra Sangar marah dan kecewa. Ia pun melupakan semua emosinya dengan tangisan.


Namun, setelah ia meluapkan Semua amarahnya itu dengan sebuah tangisan, ia bisa lega dan bekerja dengan baik. Lalu membuat keputusan yang bulat itu.


"Roy, kumpulkan semua Karyawan kita akan membahas tentang model kali ini" seru Johan memerintahkan asistennya lewat telepon genggam


"Baik pak. Akan saya kerjakan Sekarang." Jawab Roy patuh.


10 menit kemudian, Roy datang ke ruangan Johan Untuk melaporkan bahwa Rapat pagi ini sudah siap.


Johan pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke ruangan rapat yang telah di siapkan oleh asistennya.


*Ctak*


Asisten Johan telah membuka pintu ruangan tersebut dan mempersilahkan bosnya untuk masuk terlebih dahulu ke ruangan tersebut.


Setelah Johan masuk, asisten itu kembali menutup pintunya.


Johan pun langsung duduk di kursinya itu dan siap untuk rapat pagi ini.


"Oke apakah kalian sudah siap Rapat dipagi ini?"


"Siap pak" seru para karyawan


"Baik, langsung saja. Saya sudah memikirkan matang-matang dengan keputusan yang saya buat kali ini. Dan... Saya akan tetap menjadikan Wendy sebagai model BA kali ini"


Sontak para karyawan pun terkejut dan semua para karyawan di situ ingin mengajukan saran.


"Ma maaf pak apakah ini keputusan yang benar?"


"Ah, pasti pak Johan hanya bercanda kan?"


"Iya itu tidak mungkin"


"Tidak!" Bantah Johan


"Ah, maaf pak kalau nona Wendy jadi model kali ini maka hanya akan membuang uang dan tidak akan ada perubahan. Ada pun pasti sangat sedikit"


"Jangan membantah. Lakukan pekerjaan kalian seperti biasanya. Ini sudah saya pikirkan matang-matang. Tolong hargai keputusan kali ini. Saya tahu kalian tidak setuju dan akan berat mengerjakan pekerjaan kali ini. Tapi, tetap bekerjalah seperti biasanya"


"Sudah, hanya itu yang ingin saya sampaikan. Apakah ada tambahan? Selain tentang modelnya?"


"Apakah kontrak nona Wendy akan lama?"


"Kita lihat saja nanti"


***


Rapat telah selesai. Kini para karyawan sedang kesal dan banyak mengeluh. Mereka tidak yakin dengan model kali ini. Menggunakan Wendt sebagai model BA adalah membuang buang waktu dan duit saja dan tak akan ada perubahan apapun.


"Huh sepertinya pak Johan sudah di hasut sama nona Wendy kan?"


"Betul! Kenapa harus Wendy? Dapat apa perusahaan kita kalau Wendy yang jadi modelnya?"


"Huh! Aku malas mengerjakan pekerjaan kali ini"


"Aku juga"


Sedangkan Agra, Kini Agra telah kembali ke ke ruangannya. Ia duduk dan bersandar di kursinya dan memejamkan matanya.


"Ini baru di awal" seru Johan