
Karena melihat Johan yang sepertinya tulus mencintai Wendy. Agra tak mau membiarkan Johan di manfaatkan oleh Wendy begitu saja.
"Apa maksudmu Agra? Jadi ... Apakah benar kalau Wendy masih menyukaimu. Aku tak rela jika itu terjadi. Aku rela melakukan apapun demi dia. Aku tak mau kehilangan dia" tanpa sadar Johan curhat kepada Agra. Ia tak bisa mengontrol rasa kesal dan cemburunya sekarang. Karena pengaruh alkohol juga.
Mendengar hal itu Agra jadi semakin tak tega. Berapa jahatnya Wendy terhadap Johan. Ia tak hanya menyakiti Johan tetapi juga dirinya.
"Wendy aku tak akan membiarkan mu menyakiti orang lain lagi. Kau benar-benar wanita yang jahat"
"Johan, sebagai seorang laki laki, kau tidak boleh lemah seperti itu. Meskipun kau bucin tapi kau tidak boleh bodoh. Jadi, dengarkan aku. Cari tahu semuanya!"
"Hah! Bagaimana aku harus mencari tahu semuanya?" Seru Johan sudah dalam keadaan mabok. Hal itu membuat Agra kesal.
"Terserah lah. Kau kan pandai. Cari tahu sendiri hah!"
"Aku sendiri juga pusing memikirkannya" gerutu Agra langsung meneguk segelas bir yang ada di depan matanya sekarang.
Sedangkan Johan, sekarang ia malah ngelantur. Tak paham apa yang di katakan oleh Agra. Yang ada di benaknya sekarang adalah rasa kesal dan sedih karena cemburu dengan Agra.
"Hey. Kau harus tanggung jawab. Kau membuatku kesal. Kau membuatku cemburu dan marah. jadi, belikan aku seratus alkohol sekarang"
Agra yang mendengar hal itu jadi kesal juga. "minum saja ini" Agra menuangkan bir di gelas Johan lalu memaksa Johan untuk minum bir itu dengan kasar. "Hah, seharusnya aku tak perlu memanggilmu tadi" gerutu Agra.
Keesokannya
"Tring tring tring"
Suara Alarm berbunyi Sangat keras sehingga membuat Johan risih dengan suara itu. "Aaaa berisik sekali" pekiknya lalu mematikan Alarm itu.
Lalu perlahan lahan Johan membuka matanya. Lalu ia melihat di sekelilingnya. Ia Melihat dirinya tidak menggunakan piyama saat tidur. Hal itu membuatnya merasa aneh. Agra masih tak sadar dengan apa yang ia lakukan semalam.
"Klunting" ponsel pun berbunyi. Lalu ia melihat siapa yang mengirimnya pesan sepagi ini.
"Agra?" Serunya ketika membaca Seseorang yang mengirimkannya pesan.
"Kebiasaan mabukmu Sangat buruk. Kalau saja kau bukan temanku, maka aku tak akan mengantarkan mu pulang" pesan dari Agra.
Membaca pesan dari Agra, Johan berusaha mengingat Apa yang ia lakukan semalam. Setelah mengingat kejadian itu, Johan memekik karena menyesal dengan perbuatannya semalam. "Aaakkk apa yang ku lakukan"
Lalu tak lama kemudian, asisten Johan mengetuk pintu kamar Johan. Setelah mendapatkan izin dari Johan, asisten Johan langsung masuk ke kamar Johan.
"Selamat pagi pak, maaf mengganggu. Meeting kita akan berjalan 30 menit lagi pak"
Sontak Johan langsung melebarkan matanya ketika mendengar ucapan Asistennya. Ia benar-benar lupa bahwa hari ini ada meeting penting di kantor.
"Ssshhh sialan! Siapkan mobilnya aku akan siap siap sekarang!" Serunya langsung beranjak ke kamar mandi.
Disaat yang bersamaan
Suara burung yang mempir di jendela kamar Alice Membuat Alice terbangun dari tidurnya. Alice pun melihat jam yang ada di sampingnya.
Jam menunjukkan pukul 6 :20. Tapi dirinya masih sangat mengantuk. Semalam ia tak bisa tidur Karena hatinya gundah. Ia memikirkan suaminya yang sepertinya masih menyukai mantan pacarnya. Hal itu membuat Alice jadi susah tidur. Bahkan Alice hanya tidur 1 jam.
"Ini tidak baik untuk ku. Aku harus istirahat yang cukup. Aku sedang hamil sekarang"
Alice pun beranjak ke kamar mandi lalu membasuh wajahnya. Setelah membasuh wajahnya Alice merasa sedikit jernih pikirannya.
Setalah itu, Alice beranjak keluar dari kamarnya. Ia berjalan ke dapur untuk membuat sarapan. Saat ia memasak, tiba tiba saja ia merasa lemas dan masih mengantuk. Akhirnya Alice pun hanya membuat masakan simpel.
Tak lama dari itu, ia telah selesai masak. Begitupun juga dengan Agra, ia ke meja makan dengan waktu yang pas saat Alice telah selesai memasak.
"Alice, kau masak apa?" Agra berusaha untuk berbicara dengan Alice supaya tak canggung karena kejadian semalam.
Agra tersenyum lalu mencoba masakan itu. Saat dirinya mencoba masakan itu, ia tersedak karena terkejut dengan rasa masakan Alice. Rasa makanan Alice kali ini sangat Asin. Tak seperti biasanya yang selalu enak.
"Kenapa pak? Pak Agra tidak suka ya?" Seru Alice Ketika melihat suaminya yang tiba tiba tersedak.
"Ah, tidak kok. Aku suka. Hanya saja aku tersedak saat makan"
"Lanjutkan saja makannya" Agra berbohong supaya Alice tidak sedih karena Masakannya yang asin.
Sedangkan Alice, ia makan seperti orang yang tak Semangat makan. Alice terlihat lemas dan pucat. Agra pun khawatir mengetahui hal itu.
"Alice... Kau sakit?"
"Hm? Ah, tidak kok pak saya hanya sedikit lemas"
Agra pun berdiri dan berjalan mendekati Alice lalu meraih bahu Alice "ayo ke kamar kau harus istirahat. Biar aku yang membesarkan semua ini"
Alice pun merasa tak enak "tidak apa apa kok, biar saya sa.." belum sempat Alice meneruskan ucapannya Agra memotong nya "Alice, menurutlah kumohon"
Daripada membantah terus lebih baik Alice menurut saja. Lagipula dirinya juga sudah sangat lemas. Alice pun berdiri dan beranjak ke kamarnya.
Sedangkan Agra, ia langsung membereskan piring piring di meja. Makanan hari ini tidak habis karena rasanya yang sangat asin. Terlalu asin juga tidak baik, untung saja Alice masak simpel.
Tak lama dari itu, Agra telah selesai membereskan meja dan mencuci piring. Lalu kemudian, Agra menghampiri Alice sebelum berangkat bekerja.
"Tok tok Alice aku masuk ya"
"Hm"
Agra pun langsung masuk ke kamar Alice lalu mendekati Alice yang tengah berbaring di atas kasur itu. "Alice, kau istirahat saja hari ini. Kau tak perlu melakukan apapun. Nanti aku yang akan membeli makanan dari luar."
"Hm, baiklah"
"Kalau begitu aku pergi ke kantor dulu. Aku akan pulang cepat." Alice mengangguk, lalu Agra keluar dari kamar Alice.
Disaat yang bersamaan
Kini Johan tengah meeting dengan Karyawanya. Mereka semua tengah membahas kelambatan penjualan produknya.
"Maaf pak, sepertinya kita perlu model satu lagi untuk promosi"
"Baiklah kalau begitu aku akan menjadikan Wendy sebagai model kali ini"
Seketika ucapan Johan Membuat para karyawannya janggal. Mereka tidak setuju dengan Wendy yang akan di jadikan model.
"Maaf pak. Bukannya Nona Wendy sudah tidak berpengaruh lagi? Popularitas nya menurun Drastis. Kalau nona Wendy menjadi model maka perusahaan tak ada perkembangan"
"Betul pak saya setuju"
"Saya juga setuju"
...Terima kasih sudah membaca teman teman...
...Maaf kalau banyak kekurangan...
...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...
...Terima kasih...