
*Ctak*
Saat Agra masuk ke dalam rumah, ia menjadi Alice sedang memakan cemilan yang sangat pedas. Agra yang melihat itu pun melototkan Matanya.
"Hey!"
"What!" Bentak Alice mendengar ada seseorang yang memanggilnya dengan keras
Agra yang tadinya hendak memarahi Alice, kini ia terdiam dan takut Melihat ekspresi Alice yang sangat galak.
Setelah membentak Agra, tiba tiba Alice tersadar. Sadar bahwa dirinya baru saja membuat kesalahan besar. Ia baru saja membentak Agra yang selama ini selalu ia patuhi. Alice pun bingung dan ketakutan, apa yang harus ia lakukan sekarang? Bagaimana jika Agra akan tambah marah besar?
"Hah! Mampus! Apa yang baru saja ku lakukan?"
"Harus bagaimana aku?"
Alice berfikir keras untuk mencari celah kesalahan yang baru saja ia buat. Pokoknya ia harus mencari alasan agar Agra tak memarahinya lagi.
"Tak ada jalan lain! Ini sangat mendesak! Aku harus bisa berakting"
Ia pun akhirnya berbohong, Alice berpura-pura sakit supaya Agra merasa kasihan dan melupakan suara bentakan yang baru saja Alice lakukan.
"Aaakk" Alice memekik sembari memegangi perutnya. Menandakan bahwa dirinya sakit, dan berharap Respon Agra akan menolongnya.
Harapan Alice pun terkabul, Agra langsung berlari mendekatinya dan Menolongnya.
"Ada apa Alice, apa perutmu sakit? Ayo kita ke rumah sakit saja"
Saat itu juga Agra sangat khawatir dengan Alice, tentu saja hal utama yang ada di kepala Agra adalah terjadi apa apa dengan kandungan Alice.
"Ti tidak pak, tolong ambilkan air putih"
Agra pun langsung berlari ke dapur untuk mengambil segelas air Putih, lalu memberikannya kepada Alice.
"Ini Alice. Minumlah!"
Alice pun langsung meminum segelas air itu hingga habis.
"Ayo Alice kita ke rumah sakit"
Agra sudah menaikkan tangan Alice ke bahunya dan memapah Alice untuk ke mobil, tetapi Alice menolaknya dan mengatakan perutnya sekarang sudah baik baik saja.
"Ah tidak pak, perut saya sudah tidak sakit"
"Tetapi tetap saja kita harus cek ke rumah sakit"
"Tidak apa apa kok pak saya baik baik saja"
Berkali kali Alice menolak Untuk pergi ke rumah sakit, sedangkan Agra masih tidak yakin dengan kondisi perut Alice.
"Benarkah?" Tanya Agra sekali lagi memastikan bahwa perut Alice baik baik saja.
Alice pun memasang wajah yang ceria untuk membuktikan bahwa dirinya baik baik saja.
"Hmm saya baik baik saja"
Mendengar dan melihat perut Alice yang sudah tidak sakit, Agra pun Lega. Ia sudah tak panik lagi, lalu ia pun duduk di kursi sofa, ia duduk disamping Alice.
Sedangkan Alice, kini dirinya juga sangat lega Karena sepertinya suaminya tak akan memarahinya.
"Huufff" Alice membuang nafas lega
Agra pun duduk disamping Alice. Sejujurnya ia sangat khawatir sejak Alice memakan Snack pedas. Saat itu Agra terkejut dengan Alice yang makan Snack pedas, dan karena khawatir, ia malah memanggil Alice dengan Nada yang tinggi sehingga terkesan seperti membentak.
Tetapi sejujurnya Agra tak ingin marah dengan Alice. Ia ingin melerai Alice baik baik, namun belum sempat dirinya melerai, malah Agra sendiri yang kena bentakan dari Alice.
Agra pun paham perasaan Alice saat ini mungkin Alice membentaknya karena dirinya juga menggunakan nada tinggi saat memanggilnya tadi.
Tetapi, selama ini Agra belum pernah melihat Alice menunjukkan ekspresi wajah yang galak, alih alih membentaknya.
Karena penasaran, Agra pun langsung bertanya kepada Alice.
"Alice"
"Ya pak?"
"Apakah hari ini ada masalah?"
Alice terdiam
Alice terdiam dan menunduk. Ia baru sadar jika dirinya tak bisa menahan emosi, dan dari pagi ia terus terusan marah.
Pak Agra pasti sangat tidak nyaman melihatnya seperti itu.
Alice pun akhirnya menceritakan semua kejadian pagi ini pada suaminya. Mendengar cerita dari Alice, Agra langsung marah pada Alice karena tak memberitahu Agra saat dirinya pergi.
"Apa? Kau keluar tanpa memberitahu ku?"
"Kau itu sudah menjadi istriku, seharusnya kau bilang padaku kalau mau pergi"
"Ku pikir kau Wanita yang baik, ternyata tidak. Kau sama sekali tak menghargai ku"
Mendengar cerita dari Alice entah mengapa Agra sangat kecewa, padahal ia sudah menilai bahwa Alice adalah seorang wanita yang baik, tetapi malah membuatnya kecewa.
Agra pikir Alice adalah wanita yang beda dari wanita lainnya yang tak bisa menghargainya fan selalu melihat kekurangannya. Tetapi ternyata Alice sama saja.
"Hahhhh"
"Saya pikir itu tidak penting untuk pak Agra, yang penting kan anaknya bukan saya. Selama ini kan pak Agra selalu bilang bahwa semua perlakuan hanya untuk anak pak Agra bukan saya"
"Saya takut kalau bilang pak Agra malah pak Agra merasa terganggu, karena pak Agra tak peduli sama saya kan"
Agra yang tadinya kecewa, Seketika Agra ingin tertawa saat itu juga, ia melihat ekspresi wajah Alice yang cemberut membuatnya sangat gemas.
"Apa ini? Apakah dia ingin mendapatkan perhatian dariku?"
"Wajahnya sangat lucu"
Agra berbicara di dalam hati, saat ini ia sangat ingin tersenyum lebar tetapi Agra menahannya Karena gengsi dengan Alice.
Mendengar ucapan dari Alice membuatnya senang, dan tidak kecewa lagi dengan Alice.
"Oh, dia ingin dapat perhatian dariku"
"Hey! Sama saja kan, anak ku kan masih ada di dalam perutmu, Jadi kau harus memberitahuku kemanapun kau mau pergi"
"Baiklah!"
"Kau itu sedang hamil dan kau tidak boleh makan sembarangan seperti Snack pedas tadi mengerti!"
"Iya saya mengerti"
Kali ini Alice hanya berbicara menunduk, ia sudah sangat badmood sejak Sedari pagi. Dirinya tak bisa menahan emosinya setelah bertemu dengan Wendy.
Sedangkan Agra, wajah Alice saat ini benar benar lucu dimatanya. Wajah Alice yang cemberut dan terus terdiam saat dirinya marah.
"Kenapa wanita ini lucu sekali saat seperti ini?"
"Hm! Tidak tidak!"
"Kali ini aku tidak boleh lagi tergoda dengannya"
Lagi lagi Agra menggelengkan kepalanya ketika ia sadar tergoda dengan wajah Alice yang cemberut.
"Baiklah kali ini aku akan memaafkan mu tetapi sebagai gantinya, kau harus membuat makan malam untuk kita"
Alice melebarkan matanya ketika suaminya menyuruh nya untuk memasak. Ia tidak sadar kalau sekarang sudah malam.
"Ha! Sudah malam ya sekarang?"
Alice pun melihat jam dinding di depannya. Ia melihat jam sekarang sudah jam 7 malam. Alice pun langsung bergegas menuju ke dapur untuk memasak. Karena memang memasak adalah tugas Alice yang harus Alice kerjakan.
"Tunggu sebentar pak, saya akan memasak secepatnya"
"Baiklah aku akan mandi sambil menunggu masakan selesai"
Alice mengangguk
Lalu Agra berjalan ke kamarnya.
...Terimakasih sudah membaca teman teman...
...Maaf kalau banyak kekurangan...
...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...
...Terimakasih...