You Are My Best Husband

You Are My Best Husband
30. Jangan melakukan kesalahan yang sama



"Lalu kau pikir tindakanmu yang ingin memelukku itu sopan? Kau benar-benar kehilangan akal sehatmu! Kau pikir kau siapa?"


Jantung Wendy seketika berdegup kencang, ia tak pernah berfikir atau tak pernah menyangka jika Agra akan setega ini berbicara kasar padanya.


Jujur, perasaan Wendy Sangat sakit saat mendengar ucapan seseorang yang ia sukai berbicara dengan kasar begitu saja tanpa berfikir itu menyakiti seseorang atau tidak.


Tapi di satu sisi Wendy hanya memikirkan dirinya sendiri, saat ini dirinya benar benar lupa dengan kesalahan yang ia lakukan di masa lalu.


Meskipun dirinya sadar pernah menyakiti Agra, tetapi dirinya tetap tidak mengerti perasaan Agra yang tersakiti dimasa lalu. Wendy masih saja egois mementingkan dirinya sendiri, meninggalkan Agra, lalu kembali lagi ke kehidupan Agra seenaknya tanpa berfikir itu Sangat menganggu Agra.


Sedangkan Agra kini menatap lekat Wendy yang sedang tertunduk di hadapannya. Namun, Agra segera membuang muka.


"Katakan apa tujuan mu kesini? Kalau tidak ada dan hanya ingin bertemu dengan cuma cuma, silahkan pergi"


Mendengar hal itu, Wendy berfikir bahwa dirinya tak boleh pulang begitu saja. Ia sudah datang kesini susah payah untuk bertemu dengan Agra, ia tak boleh kehilangan kesempatan ini.


"Semangat Wendy kau harus bisa!"


"Em, tujuanku ke sini, aku hanya ingin meminta maaf, aku meminta maaf padamu dengan setulus hatiku. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, aku ingin kita kembali seperti dulu"


Mendengar ocehan Wendy yang tidak ada Gunanya itu, Agra tersenyum miring


"Tak akan mengulangi kesalahan yang sama katamu?" Seru Agra berbicara nyengir


"Benar, kedatangan ku benar benar ingin memperbaiki semuanya, dan aku ingin menebus kesalahanku di masa lalu. Dan, jika kau Butuh bantuan untuk mendesain baju atau apa, aku siap untuk membantumu, panggil saja aku, aku akan datang secepatnya dengan senang hati"


Agra sedari tadi hanya menatap ke arah jendela luar yang ada pemandangan gedung gedung tinggi itu. Ia tak mau melihat wajah Wendy lagi, ia benar-benar tak mau berhubungan dengan Wendy lagi.


"Hanya itu? Kalau begitu silahkan pergi, aku tak butuh bantuan mu"


Wendy hanya tersenyum, ia tak mau memaksakan Agra, ia harus memberikan Agra untuk berfikir lagi.


"Baiklah aku akan pergi, tapi aku ingin berbicara lagi sebelum pergi"


"Ini kedua kalinya aku meminta maaf padamu, tetapi kau tak pernah menjawab permintaan maaf dariku"


"Dari mata mu aku juga bisa melihat bahwa kau saat ini sangat membenciku, dan Seseorang yang sangat benci dan belum menerima permintaan maaf artinya dirinya masih mencintai orang itu"


"Meskipun tak ada satu jawaban apa pun, tetapi aku sangat senang karena bisa melihat mu lagi"


"Hubungi aku jika kau butuh bantuan, aku pergi!"


Setelah berbicara panjang lebar, Wendy langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Agra. Sepanjang perjalanannya menaiki Lift untuk turun ke lantai satu, Wendy terus tersenyum karena sepertinya dirinya berhasil membuat Agra luluh lagi.


Disaat yang sama, kini Agra terus menatap jendela yang ada pemandangan gedung gedung tinggi. Ia melamun, entah mengapa dirinya merasa ia kasihan dengan Wendy. Tetapi Agra sudah mengetahui sifat buruknya Wendy terlebih dahulu.


"Hah! Wanita pembohong! Padahal dia Sedang pacaran dengan Johan, tetapi malah merayu ku"


Melihat hal itu, entah mengapa perasaan Agra juga tidak enak dan merasa sedih. Apakah dirinya sudah benar-benar move on?


Mungkin dirinya belum sepenuhnya bisa move on dari Wendy, dan Agra mengakuinya. Tetapi, ada satu hal yang membuat dirinya senang, ia sudah tak sepenuhnya berharap lagi dengan Wendy, yang artinya sedikit lagi ia akan move on.


Toh lagi pula sekarang sudah ada penggantinya yang jauh lebih baik daripada Wendy, yaitu Alice. Dan sekarang pun Alice tengah mengandung anaknya, ia ingin fokus saja pada keluarganya yang sekarang. Meskipun ia belum sepenuhnya mencintai Alice, tetapi Agra bisa tahu perasaannya sekarang lebih besar terhadap Alice dibandingkan Wendy.


"Bagus Agra, jangan melakukan kesalahan yang sama"


"Halo Alice kau sedang apa sekarang?"


"Em,,, saya sedang bersantai sekarang, tidak ngapa ngapain"


"Hahaha kau mau makan malam nanti?"


"Wahhh mau, aku ingin restoran yang sederhana tetapi nyaman dan enak"


"Baiklah tunggu aku nanti malam"


"Oke"


Agra tersenyum lalu mematikan teleponnya dengan Alice. Mendengar kabar dari Alice sudah cukup membuatnya lupa dengan Wendt dan sekali lagi Agra memiliki perasaan yang besar terhadap Alice.


Lalu Agra pun melanjutkan pekerjaannya.


Disaat yang sama, kini Alice juga tengah tersenyum. Ia bahagia Karena nanti malam ia akan melaksanakan dinner lagi bersama suaminya. Entah sudah beberapa kalinya ia makan malam di restoran bersama suaminya, tetapi Alice Sangat Senang.


Tetapi kali ini Alice berbohong pada Agra, ia bilang pada Agra bahwa dirinya tengah bersantai. Namun kenyataannya tidak, kini Alice berada di perusahaannya dan tengah pusing dengan kerajaanya yang sangat banyak.


"Maafkan saya pak Agra, saya berniat memberitahu pak Agra kalau saya tengah bekerja, tetapi saya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya"


"Hahhh tapi sekarang aku sungguh pusing dengan perkerjaanku. Ku pikir aku akan duduk manis dan hanya bertanda tangan, tetapi ternyata tidak, aku justru sangat sibuk mengurus ini itu" Keluh Alice


"Tetapi tidak apa apa deh, nanti malam ada gantinya, aku akan makan malam dengan pak Agra. Jadi sekarang aku akan bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaanku agar bisa pulang cepat dan makan malam"


Disaat yang sama, kini Wendy baru saja keluar dari perusahaan Agra. Lalu ia pun langsung memasuki mobilnya. Saat ia hendak menyalakan mobilnya tiba tiba ponselnya berdering.


Dan saat melihat siapa yang menelfonnya, Wendy jadi malas dan kesal.


"Johan! Sial! Ku pikir Agra"


"Malas sekali aku mengangkat telponnya"


Meskipun kesal dan malas, Wendy harus tetap mengangkat telpon dari Johan agar tidak ada yang mencurigakan mengenai dirinya yang sebenarnya tidak peduli dengan Johan. Ia harus tetao mendekat Johan sampai dirinya mendapatkan promosi lagi, atau sampai dirinya bisa diterima Agra lagi.


"Halo Johan"


"Sayang kau lagi dimana? Aku sangat kangen denganmu? Bisakah kau menemui ku di hotel F sekarang?"


"Oke baiklah aku akan kesana"


Setelah mematikan teleponnya, Wendy membuang ponselnya, ia kesal dengan Johan, ia bisa memberikan tubuhnya pada Johan, tetapi Johan tak bisa memberikan apa yang ia mau.


"Dasar Johan pengusaha miskin!" Umpatnya


...Terima kasih sudah membaca teman teman...


...Maaf kalau banyak kekurangan...


...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...


...Terima kasih...