You Are My Best Husband

You Are My Best Husband
32. terlihat lebih segar



Agra pun langsung mandi secepat kilat, lalu setelah itu ia kembali ke kamarnya, lalu merapikan dirinya. Dan yang terakhir, ia menyemprotkan parfum yang sangat Wangi dan tahan lama. Setelah merasa semua beres, ia pun langsung keluar dari kamar.


"Alice maaf menunggu lama, kau sudah siap?"


Alice pun menoleh. Lalu ia terdiam seraya menatap lekat Agra yang ada di depan matanya sekarang. Jantungnya mulai berdegup kencang.


"Ada apa dengan jantungku?" Batinnya


Ia tak mengerti mengapa jantungnya berdetak kencang. Padahal ia sudah berbulan-bulan hidup bersama Agra, tetapi... Baru kali ini Agra terlihat sangat tampan. Alice tak bisa mengalihkan pandangannya, ia selalu ingin menatap suaminya sekarang.


Memang dari awal bertemunya Agra dengan dirinya, Alice bisa menilai Agra Sangat tampan, tetapi sekarang benar-benar tampan, lebih tampan daripada biasanya. Mungkin itu karena pak Agra setelah mandi.


"Alice? Kenapa kau menatapku seperti itu? Apakah ada yang aneh dengan penampilanku?" Tanya Agra ia bingung mengapa Alice menantapnya begitu lekat, padahal selama ini Alice selalu menatapnya tak lebih dari satu menit.


"Apakah penampilanku biasa saja? Atau bahkan tidak pantas?"


Baru kali ini Agra merasa seperti itu. Biasanya Agra selalu percaya diri dengan penampilannya saat bersama siapapun. Tetapi kali ini Agra ingin lebih Memperhatikan penampilannya setelah melihat Alice terlihat sangat cantik.


"Ah, tidak kok. Tidak apa apa" lirih Alice, meskipun saat ini ia kagum karena ketampanan suaminya, tetapi ia gengsi untuk mengakuinya.


"Ya sudah kalau begitu Ayo" seru Agra mendekati Alice lalu mengulurkan tangannya karena ingin menggandeng Alice agar Alice bisa berjalan dengan nyaman.


"Pegang tanganmu, perutmu sudah membesar, aku tak mau kau jatuh. Berjalanlah hati hati"


Alice pun tersenyum lalu ia menggandeng tangan suaminya dan berjalan menuju ke mobil. Sembari berjalan menuju ke mobil, mereka juga saling menatap dengan senyuman secara bergantian.


"Lihat jalannya bukan aku"


"Pak Agra duluan yang menatapku"


"Aku tak mau mengalah"


"Hahah"


Alice tak menyangka jika dirinya sekarang telah membuat pak Agra bisa bersikap lembut saat bersamanya. Ini termasuk impian Alice, ia ingin membangun rumah tangga yang benar bersama pak Agra. Dan ia tak pernah menyangka secepat ini untuk bisa berbahagia bersama pak Agra. Alice mengira hal itu membutuhkan waktu yangs Sangat lama karena dulu ia benar benar di benci oleh Agra.


sudah sekitar 5 menit perjalanan dari rumah menuju ke tempat Restoran. Sepanjang perjalanan, Alice terus merasakan wangi yang sangat enak dari suaminya. Di dalam mobil pun ia begitu sangat nyaman.


"Apakah pak Agra membeli perfum baru?"


"Tidak memangnya kenapa?"


"Emm wanginya Sangat enak, mungkin itu parfum mahal ya? Hari ini pak Agra terlihat lebih segar"


"Oh ya? Berarti selama ini aku terlihat kusut dan tua begitu?"


"Ah, ti tidak begitu kok maksudnya, Mak maksud saya pak Agra..."


Belum selesai Alice menjelaskan perkataannya tadi, Agra terkekeh karena melihat Alice pasti takut kena marah darinya lagi.


Tak lama dari itu, Agra dan Alice telah sampai di Restoran. Lalu Agra pun memegang tangan Alice meminta Alice untuk berjalan pelan pelan saja. Agra tak mau jika Alice jatuh, lalu ada masalah dengan anak yang ada di dalam kandungan itu.


Agra menggandeng tangan Alice mengajaknya untuk duduk di tempat yang sudah ia booking tadi sebelum berangkat ke restoran. Tak lama dari itu, Alice dan Agra telah sampai di meja Mereka. Seperti biasa Agra selalu mengajak Alice ke tempat yang mewah.


"Alice apa kau suka dengan tempatnya?"


"Tentu"


Tak lama dari itu, dua seorang pelayan mendatangi meja Agra dan Alice dengan membawa beberapa makanan.


"Pak apakah ini makanan kita?" Bisik Alice, ia benar-benar bingung mengapa tiba tiba ada dua seorang pelayan yang mendatanginya


Agra pun hanya tersenyum dan tidak menjawab apapun. Tak lama dari itu, dua seorang pelayanan meninggalkan Alice dan Agra setelah menyajikan beberapa Makanan ke meja.


"Kau pasti bingung"


"Emmm... Jadi begini, akhir-akhir ini kau memberikan ku Makanan yang belum pernah ku makan sebelumnya. Dan sekarang aku ingin memberikanmu Makanan yang belum pernah kau makan juga sebelumnya"


"Kau pasti belum pernah memakan ini semua kan?"


Alice tersenyum mendengar hal itu "hahahah saya pikir ini Restoran yang otomatis bisa makan tanpa memesan"


Agra pun terkekeh mendengar ucapan Alice "ada ada saja aku ini. Kau terlalu norak"


"Makanlah kalau begitu, jika tidak suka berarti kau Sangat kuno" Seru Agra meledek Alice.


Alice pun langsung memegang sendok dan garpu itu lalu menyantap makanan yang ada di depannya sekarang.


"Emmm ini sangat enak, aku menyukainya"


Agra pun tersenyum melihat Alice sepertinya suka dengan makanan yang ia pesan. Melihat Alice yang bahagia, Agra pun juga merasa puas. Ia sangat bahagia sampai emosi ketika ia berhasil membuat seorang wanita bahagia.


"Hey! Jangan makan sendiri. Suapi aku"


"Tapi pak Agra, aku sibuk makan sekarang"


"Kau berani membantahku" seru Agra hendak memarahi Alice lagi, tetapi Alice langsung menghentikannya dengan menyuapinya.


"Jangan marah di sini, ini tempat umum tidak boleh marah"


Mendengar hal itu, Agra jadi ingin membantah Alice


"Hey! Apakah tempat ini ada aturannya tidak boleh marah? Tidak ada tulisan seperti itu di sini. Apakah aku tidak boleh marah bahkan kau yang membuatku marah ha?" Seru Agra memarahi Alice dengan nada yang sedikit kencang


Para pengunjung di restoran itu pun langsung melirik meja Alice dan Agra. Agra memang tak peduli tentang itu, tetapi Alice, ia merasa sangat malu karena banyak orang-orang disekitar yang memperhatikan Mereka.


"Ssstttttt" Alice pun mengode Agra untuk diam sebentar. Tetapi Agra tak mau menurut, ia malah menoleh ke kanan dan kiri


"Kenapa kalian melihat ku seperti itu?"


Alice pun melebarkan matanya, lalu ia menyuruh Agra untuk tetap diam.


"Ceweknya nggak mau menyuapinya"


"Iya cowoknya langsung marah marah"


Bisikan orang orang terdengat di telinga Alice, Lalu Alice menoleh ke kanan dan ke kiri memberikan senyuman kepada orang orang yang membicarakannya sekarang.


Lalu Alice pun melanjutkan makannya.


***


Tak lama dari itu mereka telah selesai makan, lalu Agra mengajak Alice untuk kembali ke rumah supaya Alice bisa cepat istirahat.


Saat mereka berjalan menuju ke pintu, saat itu juga mereka bertemu dengan Wendy dan Johan di depan mereka.


...Terima kasih sudah membaca teman teman...


...Maaf kalau banyak kekurangan...


...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...


...Terima kasih...