You Are My Best Husband

You Are My Best Husband
37. Rasa penasaran



Johan terdiam sejenak setelah para karyawannya tak setuju dengan model yang akan ia gunakan untuk promosi kali ini.


Jika di pikir-pikir para karyawan benar, popularitas Wendy benar-benar menurun drastis.


"Silakan bubar, kembali ke meja kalian masing-masing. saya akan memikirkannya lagi dan membuat keputusan secepatnya agar penjualan produk tidak lambat lagi"


"Baik pak" seru salah satu karyawan. Lalu mereka semua bubar.


"Rivan, kau tetap tinggal di sini" seru Johan menyuruh asistennya untuk tetap tinggal bersamanya


"Baik pak" sahut Rivan, asistennya Johan.


"Rivan, bagaimana menurutmu tentang model kali ini? Apakah kau juga tidak setuju dengan Wendy?"


"Maaf pak. Saya juga kurang setuju. Tak hanya popularitasnya yang menurun, tapi juga Karena nama nona Wendy sekarang sudah sangat buruk di kalangan masyarakat. Hal itu sangat berpengaruh dalam penjualan produknya. Seseorang pasti akan membeli produk karena menyukai modelnya. Itu pendapat saya, maaf kalau bapak tidak suka"


Mendengar hal itu, Johan jadi berfikir kembali. Kalau di pikir-pikir dirinya sangat bodoh. Wendy terkenal sangat buruk, bahkan ia tak menyadari hal itu. Dan sekarang ia baru menyadarinya bahwa Wendy terkenal sangat buruk, bahkan juga pernah mengkhianati nya di masa lalu.


Tak hanya itu, Johan juga mengingat kejadian mabuknya semalam bersama Agra. Meskipun dalam keadaan mabuk, tetapi saat Sadar sekarang Johan bisa Mengingatnya. Mengingat ucapan Agra semalam. Meskipun tidak semuanya.


"Mencari tahu sendiri? Ah... Apa yang di maksud Agra?" Gumamnya.


"Maaf pak, bapak ngomong apa saya tidak dengar?" Tanya Rivan ketika melihat bosnya berbicara dengan nada yang sangat kecil.


"Tidak ada apa apa. Kau boleh keluar sekarang"


"Ah, baiklah"


Rivan pun keluar. Tetapi Johan masih tinggal di ruangan meeting itu dengan menatap keluar gedung gedung tinggi itu.


"Aku harus bagaimana sekarang?"


"Apakah benar Wendy hanya mempermainkan aku? Jika di lihat dari semalam sepertinya sangat terlihat bahwa Wendy masih menyukai Agra"


"Lalu... Apakah Agra juga tahu tentang semua ini? Apakah itu alasannya dia menyuruh ku untuk mencari tahu?"


Kali ini Johan berfikir keras ingin Mencari tahu tentang Wendy. Padahal sebelumnya ia sangat percaya pada Wendy. tapi sekarang, Tiba tiba saja ia sangat penasaran tentang Wendy sekarang. Tapi memikirkan hal itu membuatnya sangat sakit hati. Dadanya sudah sesak, dan hal itu membuat Johan malas untuk melakukan apapun.


Johan pun keluar dari ruangan itu dan beranjak ke ruangannya.


Di ruangan Agra


Agra langsung meneguk air putih yang ada di mejanya itu dengan kasar seperti orang kehausan. Tetapi dirinya tidak haus hanya saja ia ingin air Putih menenangkan suasana hatinya yang badmood itu.


Dengan segelas air itu membuatnya sedikit tenang. Tapi juga tidak terlalu tenang. Lalu kemudian ia langsung duduk di kursi dan bersandar di kursi itu dan ia terdiam sejenak Untuk bisa berfikir lebih jernih lagi.


Selang beberapa menit, tiba tiba ponselnya berdering. Lalu Johan pun segera mengecek ponselnya dan ternyata yang menelfon adalah Wendy.


"Deg" entah untuk apa ia harus terkejut dengan nama itu. Padahal biasanya Johan selalu semangat dan langsung mengangkat telepon Wendy. Tetapi sekarang ia sangat malas untuk mengangkatnya.


Ia menatap ponselnya itu selama 3 menit lalu memutuskan untuk mengangkatnya saja.


"Halo Wendy? Ada apa?"


"Sayang, aku sudah sembuh sekarang. Kamu mau ketemu kan hari ini? Gimana kalau aku yang masak hari ini, kamu datang aja ke rumah ku ya?"


"Emm....?"


"Ayolah sayang, aku pengen makan bareng kamu. Sudah lama kan, aku nggak masakin kamu. Jadi aku pengen masakin kamu sekarang. Datang ya? Pokoknya datang."


"Em baiklah"


Sambungan telepon telah mati. Kini Wendy Sangat senang. Meskipun dirinya sedih karena bertemu dengan Agra semalam, tapi pagi ini ia juga senang karena mendengar akan ada model baru di perusahaan Johan. Ia sangat yakin bahwa dirinya-lah yang akan di jadikan model. Lalu ia berfikir akan kaya setelah itu. Maka dari itu, ia akan membuat Makanan Johan menggunakan uang pribadinya.


"Yes, aku akan kaya lagi. Kali ini pasti Johan akan memilihku menjadi seorang model. Aku akan punya banyak uang lagi.... Yeeeyyyy hahahaha" seru Wendy dengan percaya diri.


Disaat yang bersamaan


Kini Johan masih pusing dengan Wendy. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuktikan bahwa Wendy itu sangat tulus mencintainya atau bahkan hanya terus menyakitinya.


Tak lama dari itu, Johan kembali mengingat Agra. Yang membuatnya untuk mencari tahu adalah Agra.


"Agra kan mantan pacar Wendy? Ah, mungkin dia punya banyak informasi tentang Wendy." Serunya langsung memberikan kan pesan Untuk Agra.


"Agra kau ada waktu hari ini?"


Disaat yang sama, kini Agra tengah sibuk - sibuknya mengerjakan pekerjaannya. Dan tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Dengan secepat kilat Agra Lin langsung memeriksa ponselnya karena Takut itu pesan dari Alice dan ada apa apa dengan Alice.


Namun saat Agra membuka ponselnya ia jadi mengumpat karena yang memberikan pesan ternyata Johan. "Sial! Ku pikir Alice" umpatnya seraya langsung membuka isi pesan itu, dan membalasnya.


"Tidak ada waktu. Aku sangat sibuk. Aku juga harus menjaga istriku, saat ini istriku sedang sakit. Jangan ganggu aku" balas Agra.


Disaat yang bersamaan, Johan juga Langsung membaca balasan pesan dari Agra. Melihat hal itu, Johan langsung kesal. "Huh dasar sok sibuk. Menyebalkan!"


***


Waktu pun berlalu, kini Johan tengah perjalanan menuju ke rumah Wendy. Dan malam ini Johan berencana untuk memancing Wendy supaya dirinya tahu Wendy yang sebenarnya seperti apa sekarang.


Tak lama dari itu, Johan telah sampai dirumah Wendy. Johan pun langsung membunyikan bel dan Wendy langsung membukakan Pintu untuk Johan.


"Selamat datang Sayang, cup" seru Wendy dengan Senanh hati sampai memberikan kecupan untuk Johan.


Johan pun tersenyum lalu masuk ke dalam rumah. Dan Wendy menggandeng tangan Johan dan mengajaknya ke meja makan.


Dinner di rumah Wendy Sangat bagus. Wendy menambhakan lilin dan masakan yang spesial agar terlihat romantis. Tetapi entah mengapa rasanya Johan tidak bahagia sama sekali. Ia seperti melihat Wendy seharusnya tak perlu seperti ini.


Ia juga baru ngeh, ternyata Wendy sebelumnya tak pernah melakukan hal romantis seperti ini kepadanya. Dan mengapa sekarang tiba Tiba melakukannya? Apa Wendy Sangat berharap dengan dirinya yang akan di jadikan model? Maka dari itu mungkin ini suprise untuk Johan?


...Terima kasih sudah membaca teman teman...


...Maaf kalau banyak kekurangan...


...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...


...Terima kasih...