
Saat Alice memasak, Agra berdiri dari kursi sofa itu, lalu ia beranjak ke kamarnya. Hanya 20 langkah pun sudah sampai di depan pintu kamarnya.
*Ctak*
Agra pun langsung masuk ke kamarnya, tak lupa juga untuk menutup pintunya lagi.
Setelah itu, ia langsung berjalan mendekati Lemarinya yang besar, putih, dan berkaca mewah itu. Lalu Agra membuka dengan kedua tangannya.
Saat ia membuka lemarinya, tiba tiba ia teringat wajah Alice yang lucu lagi saat marah. Agra tersenyum mengingat hal itu.
Padahal baru saja Agra mengingatkan dirinya untuk tidak tergoda dengan Alice, tetapi sekarang wajah itu muncul lagi di kelapa Agra.
"Hahaha apakah aku sudah gila?"
"Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya?"
"Apakah dia mempeletku?"
Geram Agra ketika dirinya lagi lagi memikirkan Alice. Entah apa yang salah dengan dirinya, ia sangat benci ketika wajah Alice muncul di kepalanya.
"Kenapa hanya wajah saja bisa membuatku seperti ini? Banyak juga wanita lain yang bisa kudapatkan"
"Wajah seperti itu Sangat mudah untuk ku cari"
"Hahhhh sudah lah Agra!! Berhenti memikirkannya" seru nya mengusap usap rambutnya
Lalu setelah itu Ia mengambil baju yang santai untuk ia pakai malam ini. Setelah itu ia menutup lagi lamarinya.
Lalu Agra beranjak ke kamarnya mandinya. Lalu ia pun melakukan ritual mandinya.
"Zraaazzz"
Suara shower yang sangat berisik tetapi airnya mampu membuat tubuh Agra menjadi segar.
Lalu saat mandi pun, tiba tiba ia teringat Alice lagi. Dan kepikiran ingin melihat wajah Alice yang sedang marah saat di toko Weer.
"Hahaha pasti dia lucu?"
"Emmmm sebenarnya tidak apa apa juga kan Melihat wajahnya? Kan cuma hiburan"
"Intinya aku tidak menyukainya!" Seru Agra menegaskan dirinya sendiri.
Agra pun menikmati mandi di malam hari yang sangat segar itu. Ia mandi sembari bernyanyi nyanyi, joget joget, intinya asik sendiri.
Tak lama dari itu, Agra telah selesai mandi. Ia pun memakai handuk. Lalu ia keluar dari kamar mandi itu.
Lalu ia pun mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer. Tak lama dari itu, rambut Agra telah Kering.
Lalu ia melihat ada rangkaian skincare yang baru saja ia beli. Agra pun mengambil salah satunya, yaitu toner.
"Hm apakah aku harus menggunakannya sekarang?"
"Bukankah saat akan tidur menggunakannya?"
"Hah! Pokoknya aku juga harus tetap menjadi muda, aku tak mau kalah dengannya!" Seru Agra tak mau kalah mulus dengan Alice.
Karena ia belum cuci muka, ia kembali meletakkan skincare itu, dan akan ia gunakan nanti saat mau tidur.
Lalu Agra segera mengganti handuknya dengan pakaian yang nyaman. Setelah itu Agra keluar dari kamarnya, dan berjalan ke meja makan.
"Drap drap drap"
Rumah Agra memang sunyi karena penghuninya hanya dirinya dan Alice. Agra tak mempunyai siapapun saat di rumah kecuali Alice.
Jadi, waktu sebelum Agra menikah dengan Alice, Agra sering Pergi ke luar bersama teman temannya karena rumahnya Sangat sepi. Tetapi sekarang, Agra sudah punya teman saat dirumh. Apalagi sebentar lagi rumah ini akan ada anaknya, Agra jadi tambah senang dirumah ini.
Sampailah dimeja makan, Agra langsung duduk di kursi meja makan itu. Lalu Alice pun juga merasakan kedatangan Agra.
"Ah, sebentar lagi ya pak, agak lama sedikit" seru Alice menyuruh suaminya untuk menunggunya sebentar lagi.
Hari ini Alice agak lama saat memasak, karena malam ini ia merasakan Sangat cepek. Entah apa yang membuatnya capek, tetapi baru kali ini ia merasa benar benar Sangat lelah.
"Duhh kenapa aku sangat lelah ya? Padahal hari ini tidak melakukan apa apa"
"Emmm Alice apa yang kau masak malam ini?" Seru Agra kepo
"Hari ini saya memasak soto"
"Soto?" Seru Agra seperti tak pernah mendengar Makanan soto
"Kenapa pak? Tidak suka ya?"
"Tidak! Aku belum pernah makan soto. Jadi aku ingin mencobanya sekarang"
Mendengar hal itu, Alice tertawa kecil. Ia tak percaya kalau suaminya tak pernah makan soto. Ia kita seseorang yang kaya sudah pernah memakan semua makanan di negaranya.
"Kenapa kau tertawa?"
"Saya tidak percaya kalau pak Agra belum pernah memakannya. Pak Agra kan orang kaya, pak Agra pasti hampir pernah memakan semua makanan di Indonesia"
Mendengar ucapan Alice, Agra ikut tertawa kecil. Bagi Agra Sangat lucu Ketika Alive berkata seperti itu seolah-olah Alice sedikit demi sedikit mengenalnya.
Memang benar, Agra memang orang kaya, tetapi Agra tidak terlalu suka makanan. Jadi ia hanya makan itu itu saja seperti daging, salad, dan Spaghetti kesukaannya. Meskipun begitu, tetap tidak ada satu orang pun yang tau tentang Makanan favoritnya.
"Hahaha aku akan memang tak pernah memakannya"
"Apakah pak Agra tau nasi kuning? Nasi Padang? nasi pecel?" Tanya Alice sekali lagi, dirinya semakin penasaran dengan pak Agra
"Oh, nasi Padang aku tau, tapi,,,, kalau yang lain aku belum pernah mendengar atau mencobanya"
"Apakah pak Agra ingin mencobanya?"
"Tentu"
Setelah mereka mengobrol panjang lebar, Alice pun telah selesai memasak.
"Hahhhh akhirnya selesai" seru Alice langsung meletakkan soto itu ke meja makan.
Tetapi saat Agra memperhatikan wajah Alice, Agra Sangat khawatir. Ia melihat wajah Alice yang berkeringat dan Matanya menyipit seperti orang yang mengantuk.
"Silahkan mencoba pak Agra"
"Alice,,,, apakah aku baik baik saja?" Tanya Agra memastikan bahwa Alice baik baik saja
"Iya saya baik baik saja. Pak Agra makan saja dulu, saya mau mandi dulu"
Agra terkejut mendengarnya, ia pikir dirinya akan makan bersama dengan Alice.
"Kenapa mandi dulu? Kau tak mau makan bersamaku?" Seru Agra malah menjadi Alice merasa bersalah
"Ah,, tidak seperti itu,,,,, tapi,,, saya berkeringat. Saya ingin mandi dulu, saya takutnya menganggu pak Agra" seru Alice menjelaskan panjang lebar Kepada Agra supaya Agra tak salah paham dengannya.
"Kalau begitu makanlah bersama"
"Ah, ta tapi,,, saya,,,,"
Belum selesai Alive berbicara, Agra membuatnya salting. Agra berjalan mendekati Alice, lalu ia mengambil tissue dan mengelap keringat Alice.
Alice langsung terdiam ketika dirinya mendapati perlukan suaminya yang sebelumnya tak pernah ia dapati. Alice hanya diam dan menatap lekat Wajah Agra.
Sejujurnya Alice sendirian tak pernah menatap wajah suaminya sedekat ini. Jika dilihat dari jarak dekat pak Agra begitu sangat tampan, putih, dan mulus.
Sedangkan Agra, kini ia sibuk mengelap keringat Alice dengan sangat pelan.
Saat Agra mengelap keringat Alice, ia mendengar suara napas Alice yang sedikit ngos ngosan. Tak hanya itu, Agra juga Melihat Ekspresi Alice yang benar-benar sangat lelah.
"Hmmm kasihan sekali dia,,, pasti karena usia kandungannya yang sudah membesar"
...Terimakasih sudah membaca teman teman...
...Maaf kalau banyak kekurangan...
...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...
...Terimakasih...