
Tetapi bagi Alice, Meskipun suaminya bilang dirinya bebas, tetapi tak mungkin juga kalau mau kentut di depan suaminya.
Sekarang Alice tak tau lagi harus bagaimana dengan situasi sekarang. Ia juga tak mau menolak Suaminya
Alice pun akhirnya mengambil langkah berat untuk berbaring disamping suaminya.
Alice telah berbaring di samping Agra, Agra pun langsung mematikan lampu dan memeluk Alice tidur.
Dengan ekspresi wajah Alice yang sangat terlihat tidak nyaman, gugup, tak ingin tidur dengan Agra malam ini, Agra juga menyandari hal itu
Dahulu Agra tak menyukai ekspresi Alice yang seperti itu, karena Agra berfikir bahwa dirinya tak bisa membahagiakan Alice. Tetapi sekarang Agra malah senang melihat Ekspresi Wajah Alice yang seperti itu, bahkan Agra menganggap wajah Alice Sangat imut saat ini.
"Hihihi ternyata dia sangat imut saat malu, gugup, dan merasa bersalah." Seru Agra berbicara di dalam hati
Agra kini menyukai ekspresi Wajah Alice yang seperti itu, seolah-olah dirinya ingin terus membuat Alice merasa bersalah, gugup, dan malu.
Sedangkan Alice, saat ini ia memejamkan matanya berusaha untuk merasa nyaman.
Tetapi,,, sepertinya tidak bisa.
Perut Alice akan semakin sakit jika seperti ini terus. Alice pun membuka matanya lalu melihat wajah Agra. Agra pun menyadari hal itu
"Ada apa Alice?" Tanya Agra dengan mata yang masih terpejam
Alice pun memberanikan dirinya untuk mengatakan bahwa dirinya ingin tidur sendiri.
"Pa pak, sebaiknya malam ini kita tidur sendiri sendiri saja"
Sontak Agra pun langsung membuka matanya dan menatap Alice. Saat itu juga Agra ingin marah, sepertinya dirinya terlalu memasakkan Alice.
"Sa saya,,,, hari ini ingin tidur sendiri. Pak Agra tidur saja di kamar pak Agra malam ini" seru Alice malah merasa salah berbicara
"Hah! Apa yang kau bicarakan Alice" batin Alice
Sedangkan Agra, ia semakin mengerti bahwa dirinya malam ini di usir oleh Alice. Agra pun melepaskan pelukannya dengan Alice, lalu bangun dari tidurnya
"Kau mengusirku Alice? Hah! Baiklah Aku akan tidur sendiri hari ini!" Seru Agra langsung turun dari kasur dan keluar dari kamar Alice
Agra berjalan memasuki kamarnya, dan hanya beberapa langkah saja Agra sudah memasuki kamarnya. Agra membuka pintu kamarnya lalu menutup nya kembali dengan sangat kasar
"Brak!"
"Bruk"
Agra langsung membaringkan tubuhnya ke kasur.
"Srak"
Ia melemparkan selimutnya ke sembarang arah, malam ini malam yang sangat membuat Agra emosi, Dimana dirinya telah di usir oleh Alice, hal itu sangat membuatnya malu, tetapi Agra tak mau merasa malu hanya dirinya di usir oleh Alice
"Sialan sialan sialan" umpatnya
"Alice Wanita bodoh sialan tak berguna" serunya memaki maki Alice karena tak terima di usir oleh Alice.
"Buk"
Agra pun juga melemparkan bantalnya ke sembarang arah. Emosinya tak bisa ia kontrol, emosi Agra kini meledak ledak.
Baru beberapa hari Agra merasa nyaman dengan Alice, tetapi hanya kejadian malam ini Agra kembali membenci Alice.
Bahkan ia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dirinya tak akan mencintai Alice.
"Awas saja kau Alice, aku tak akan mencintai mu! Kau pikir kau siapa? Kau pikir kau wanita idaman ku?"
Agra mengoceh dengan dirinya sendiri, ia menjelekkan jelekkan Alice sampai puas.
Kamar Agra kini telah berantakan semua.
Ia berusaha tidur tetapi tak bisa tidur karena hatinya masih dipenuhi oleh rasa emosi Kepada Alice.
Ia hanya berdiam dan tidur di atas ranjang sembari melihat ke atas atap. Rasa marah tak ada habis-habisnya di dada Agra. Disatu sisi ia marah dengan Alice, tetapi di satu sisi ia juga menyesal dengan dirinya sendiri karena tak bisa menahan diri.
"Sialan! Sejak kapan aku jadi tertarik dengan wanita jelek itu?" Serunya di dalam hati
Padahal jika di pikir dan di ingat ingat lagi, Agra sudah tertarik dengan Alice sejak awal mereka bertemu, meskipun saat itu Agra terpengaruh oleh Alkohol.
Mengingat hal itu, Agra jadi menyadarkan dirinya kembali.
"Baiklah mulai detik ini juga aku tak akan lagi dekat dekat dengan Alice. Dan kedekatan ku, dan semua perlakuan ku padanya yang lembut itu, hanya untuk anakku!" Seru Agra berbicara dengan dirinya sendiri.
Saat ini Agra masih tak mengerti tentang perasaan Alice. Agra selalu memarahi Alice, memaki Alice, tetapi Alice sendiri masih menghargai Agra sebagai suaminya.
Dari awal memang Alice selalu menghargai Agra, ia bahkan selalu belajar untuk menjadi seorang istri yang baik. Karena ia bisa mendapatkan Agra sudah menjadi hal yang sangat ia syukuri. Mempunyai seorang suami untuk menjadi calon ayah untuk anaknya, hal itu sangat Alice syukuri.
Tetapi setelah menikah dengan Agra, Alice tak menyangka jika Agra mempunyai karakter yang keras, mudah marah, dan tidak bisa menghargai seseorang seperti dirinya.
Alice pun paham, memang dirinya bukanlah posisi Pasangan yang selevel dengan Agra. Alice pun hanya diam dan mengalah dan berusaha untuk manjadi yang terbaik untuk Agra. Agar, suatu saat jika pernikahan mereka di ketahui oleh seseorang, Agra tak malu dengannya.
Disaat yang bersamaan di kamar Alice
Kini Alice sendiri sedang menyesali dirinya sendiri. Berani beraninya dirinya mengusir seorang Agra. Alice sudah menebak, Agra pasti sangat marah besar
"Bodoh kau Alice bodoh! Kau ceroboh sekali!" Serunya memaki maki dirinya dan mengusap usap rambutnya
Alice sendiri sekarang bingung, bagaimana ia akan menghadapi besok bersama Agra? Apakah Besok pak Agra akan memarahinya sekeras mungkin?
Ah,,, Alice tidak siap dengan hal itu, beberapa kali Alice mengingat kejadian waktu Agra memarahinya itu Sangat tidak enak.
Alice pun menarik napasnya dalam, lalu membuangnya.
Ia menenangkan dirinya, meskipun malam ini ia menyesal, tetapi malam ini ia bisa bebas tidur tanpa takut melakukan kesalahan lagi
"Sudahlah Alice,,,, jika besok pak Agra memarahi mu, biarkan dan dengarkan saja seperti biasanya"
"Sekarang, malam ini malam yang bebas untukmu, ayo tidurlah yang nyenyak hari ini nyamankan semuanya!" Serunya kembali merebahkan dirinya ke kasur
Alice kembali menarik selimutnya dan ia tidur dengan nyaman. Karena hari ini capek, hanya beberapa menit pun Alice sudah tertidur.
Sedangkan Agra, perlahan emosinya sudah mulai mereda. Ia pun kembali mengambil selimut, bantal, guling yang ia lemparkan tadi.
Lalu ia keluar dari kamar dan mengambil segelas air putih. Setelah itu, Agra mengintip dikamar Alice, ia melihat Alice sudah tidur terlelap.
Melihat hal itu pun membuat Agra menjadi tidak suka. Karena Alice bisa tidur nyenyak tanpa nya.
Agra pun kembali ke kamarnya
"Oke, baiklah Agra! Kau juga harus bisa tidur tanpanya!"
...Terimakasih sudah membaca teman teman...
...Maaf kalau banyak kekurangan...
...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...
...Terimakasih...