You Are My Best Husband

You Are My Best Husband
23. dia seorang model terkenal



Tak hanya itu, Alice juga sangat terkejut Dengan penghasilannya, karena sebelumnya Alice tak pernah mempunyai penghasilan sebanyak itu.


Ia pun membaringkan tubuhnya ke kasur, dan merentangkan kedua tangannya


"Wah, apakah aku akan jadi bos seperti pak Agra?"


Karena Alice sekarang sudah mempunyai penghasilan sendiri, ia ingin menggunakan uang setengahnya untuk membeli baju baju bagus. Sejujurnya Alice melakukan semua itu untuk pak Agra, ia tau betapa tidak sukanya pak Agra saat melihat baju kumuhnya itu, padahal di mata Alice, baju itu masih bagus.


Entahlah mungkin berbeda pandangan antara orang kaya dan orang biasa.


Alice pun merias wajahnya, lalu ia menggunakan dres panjang, lalu ia menggelembungkan rambutnya.


Setelah puas dengan dandannya yang cantik dans simple itu, Alice langsung keluar dari kamarnya menuju ke depan rumah.


Lalu ia berjalan ke depan untuk menaiki taxi.


Tak lama dari itu, Alice telah sampai di toko Weer, toko yang ingik ia tuju hari ini Sekarang telah ada di depan Matanya.


Alice tersenyum melihat toko Weer yang mewah itu. Toko Weer adalah toko fashion yang sangat terkenal.


Jujur, perasaan Alice saat ini begitu sangat senang, impiannya untuk berbelanja menggunakan uangnya sendiri sekarang sudah terwujud, meskipun hanya membeli beberapa barang.


Tak lama dari itu, Alice langsung memasuki toko itu. Saat memasuki toko Weer, Alice langsung di layanani oleh salah satu pegawai di toko Weer itu.


"Ah, maaf mbak ada yang bisa saya bantu?"


"Ah, saya ingin dres yang panjang dan elegan"


"Baik, mari ikuti saya, akan saya tunjukkan dres yang cocok untuk anda"


Alice pun berjalan mengikuti salah satu pegawai itu.


Lalu tak lama dari itu, Alice melihat banyak dres yang cantik dan elegan. Alice pun memilih salah satu, dan meminta pegawai itu untuk menyimpannya.


Tak berhenti sampai di situ saja, Alice juga ingin menyusuri toko Weer itu.


"Wahhh,,, memang bagus bagus bajunya" seru Alice kagum dengan banyak pakaian yang di pajang di dalam toko Weer.


Hanya berjalan beberapa langkah lagi, Alice melihat jas yang sangat bagus dan elegan dari jarak jauh.


Lalu Alice pun berjalan mendekati jas itu, lalu mengambil jas itu.


"Wahhh bahahnnya halus, warnanya cantik" seru Alice yang sepertinya menyukai jas cantik itu.


Namun, tak lama dari itu ada seseorang yang mengambil jas itu dari tangan Alice.


*Srat*


"Ah, sepertinya jas ini cocok untukku" seru wanita itu tanpa memedulikan Alice


Alice pun heran melihat wanita itu tiba tiba mengambil jas yang ada di tangannya.


"Ah, maaf mbak, tapi jas itu sudah saya pilih, kenapa mbak merebutnya?"


"Oh ya? Apakah kau tak merasa jas ini tidak cocok untukmu? Lihatlah dirimu!" Seru wanita itu berbicara sombong dan langsung meninggalkan Alice.


Mendengar perkataan wanita itu yang sepertinya merendahkan Alice, Alice pun tak terima.


Lalu ia meminta tolong dengan salah satu pegawai yang menyaksikan pertengkaran mereka.


"Mbak? Bagaimana dengan wanita itu? Aku lebih dulu mengambil jas itu, tetapi kalian malah hanya diam?" Seru Alice berbicara dengan pegawai itu


Tetapi pegawai itu, malah diam dan terlihat bingung. Alice pun bingung dengan seorang pegawai itu


"Ah, mbak lebih baik jas nya biarkan nona itu saja yang mengambil, mbak pilih yang lain saja ya?" Seru pegawai itu tak berani untuk membela Alice.


Mata Alice melebar Ketika mendengar respon dari pegawai toko Weer itu. Alice pun emosi, ia tak menyangka jika pegawai toko Weer tidak bisa adil dengan para customer nya.


Alice juga tak mengerti mengapa pegawai itu sepertinya Takut pada wanita tadi?


"Dia seorang model terkenal"


"Jika tidak dibela nanti dia akan membuat Informasi yang akan merugikan perusahaan sehingga nanti kami yang bakal di marahin lagi" seru pegawai itu berkata jujur Kapada Alice.


Ya, dia adalah Wendy. Wendy yang dirinya masih di kenal banyak oleh masyarakat. Meskipun mendapatkan kasus buruk, tetapi Wendy tetap menjadi model terkenal di negara ini.


Mendengar dari penjelasan pegawai itu, Alice jadi mengingat, bahwa seorang yang kaya raya pasti akan berbuat seenaknya.


Alice pun pergi dari toko Weer itu dengan ekspresi yang sangat badmood. Ia sangat benci dengan orang orang yang bertidak seenaknya.


Dari kejadian itu, Alice belajar sesuatu, jika suatu hari nanti ia sudah sukses, menjadi seorang yang kaya raya, maka ia tak boleh melakukan seseorang seenaknya.


Alice berjalan keluar dari toko Weer itu. Namun belum sampai ia keluar, seorang wanita tadi menghadang Alice lagi.


Alice pun berhenti melangkahkan kakinya, ia menatap tajam Wendy dengan tatapan yang sangat emosi dan benci.


Sedangkan Wendy, ia tersenyum miring melihat ekspresi wajah Alice yang sepertinya sangat kesar kepadanya.


"Heh! Kau kesal ya,,,, sepertinya kau meminta bantuan pada pegawai toko ini tetapi mereka tak berani berbuat apa apa"


"Dan,,, kau begitu sangat kesal karena tak bisa mendapatkan jas ini kan?" seru Wendy begitu sangat senang ketika dirinya berhasil merebut milik orang lain.


Mendengar hal itu, Alice tersenyum


"Ya,,, benar katamu. Aku memang tak bisa mendapatkan jas itu karena jas itu yang paling murah di toko ini. Dan aku akan membeli yang lebih baik lagi di toko lain"


"Em,,,, Kau itu kan seorang model, seharusnya seorang model bisa mendapatkan jas yang lebih baik lagi dong! Tapi kenyataannya, kau merebutkan jas murah itu" seru Alice langsung meninggalkan Wendy.


Sedangkan Wendy, ia begitu sangat marah melihat ada seseorang yang berani melawannya. Karena selama ini tak ada seseorang yang berani melawannya kecuali, direkturnya.


"Hahhhh kurang ajar wanita bunting sialan itu"


"Siapa dia? Beraninya meledekku!"


Wendy begitu sangat kesal karena memang kenyataannya Wendy tak bisa membeli baju yang lebih mahal lagi karena ia harus berhemat.


Uangnya semakin menipis, meskipun kini sudah berpacaran dengan Johan, tetapi saat ini Johan belum bisa memberikan promosi untuk Wendy.


Jadi, saat ini kehidupan Wendy masih begitu begitu saja Alias pengangguran.


Sesampainya di rumah.


Alice langsung mengambil cemilan di kulkas, lalu ia duduk di kursi sofa sembari menyalakan televisinya.


Mungkin karena efek kehamilannya Alice tidak bisa mengontrol emosinya. Ia begitu sangat kesal dengan Wendy.


Tak lama dari itu, Agra pulang.


*Ctak*


Saat Agra masuk ke dalam rumah, ia menjadi Alice sedang memakan cemilan yang sangat pedas. Agra yang melihat itu pun melototkan Matanya.


"Hey!"


"What!" Bentak Alice mendengar ada seseorang yang memanggilnya dengan keras


Agra yang tadinya hendak memarahi Alice, kini ia terdiam dan takut Melihat ekspresi Alice yang sangat galak.


...Terimakasih sudah membaca teman teman...


...Maaf kalau banyak kekurangan...


...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...


...Terimakasih...