
Setelah makan, Agra menyuruh Alice untuk langsung tidur di kamarnya.
"Alice istirahatlah, tidur yang nyenyak, aku akan membereskan semuanya"
"Ha?" Alice terkejut saat Agra menyuruhnya istirahat
Alice yang mendengar itu rasanya tidak enak, perintah itu terdengar sangat aneh di telinga Alice, karena tak seperti biasanya suaminya bersikap seperti ini. Karena merasa tidak enak, Alice pun menolak perintah Agra.
"E,,,, tidak usah pak, biar saya saja yang membereskan" seru Alice membereskan semua piring dimeja itu lalu ia pindahkan ke wastafel. Namun, Agra langsung menghentikannya
"Alice,,,, kau Sangat lelah, biarkan aku saja" seru Agra menahan tangan Alice yang tengah membereskan piring piring dimeja itu.
"Ah, tidak apa apa pak, lagi pula kan tidak baik setelah makan langsung tidur"
"Kalau begitu kau duduk saja, atau menonton film yang penting tidak bergerak"
Mendengar itu, Alice tersenyum. Baru kali ini ada seseorang yang menyuruhnya untuk duduk atau menonton tv sedangkan orang lain bekerja.
"Kenapa tersenyum? Kau pasti senang kan kalau duduk saja. Halah ngaku saja kau"
"Tidak! Ini pertama kalinya saya mendengar seseorang menyuruh saya menonton tv dan leyeh leyeh"
"Pffffttt" Agra yang melihat itu pun tertawa kecil. Mungkin selama ini Alice terlalu keras untuk bekerja sehingga tidak mempunyai waktu istirahat yang cukup.
"Yasudah ternyata kau keras kepala juga" seru Agra pasrah dengan Alice yang keras kepala
"Hahaha saya hanya suka bekerja keras seperti pak Agra"
Karena Alice yang keras kepala tak mau istirahat, akhirnya mereka pun mencuci piring bersama. Ini pertama Kalinya untuk Agra dan Alice bisa mencuci piring berdua, sebelumnya tak pernah mereka lakukan. Keduanya pun senang dengan momen saat ini, keduanya pun saling menatap dan tersenyum.
Tak lama dari itu, Agra dan Alice telah selesai mencuci piring. Agra pun meraih tangan Alice lalu membawanya ke kamar Alice.
"Pak, kenapa begini?" Seru Alice bingung mengapa tiba tiba suaminya menggandeng tangannya
"Hmm sepertinya sekarang aku harus melakukannya dengan tindakan, karena kalau tidak, kau akan terus membantahku" seru Agra terus menggandeng tangan Alice hingga sampai didepan kamar Alice
"Selamat malam. Ingatlah itu untuk anakku yang ada di perutmu"
"Masuklah! Jangan membohongi ku! Cepat tidur sekarang"
"Hahaha"
Alice hanya tertawa, meskipun begitu, ia sangat senang mendengar ucapan itu dari Agra, meskipun itu untuk Anaknya.
"Baiklah, dia pasti mendengar mu"
Alice pun menitup kamarnya, lalu ia berjalan mendekati kasurnya lalu duduk di kasurnya yang nyaman itu.
Alice tersenyum bahagia, Meskipun dulu ia pernah melakukan hal yang romantis dengan mantan pacarnya, tapi moment ini sangat beda. Baru kali ini dirinya mencuci piring berdua dengan suaminya.
Hari ini ia mendapatkan perhatian dari suaminya yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan dari Agra.
"Apakah pak Agra hatinya sudah luluh?"
"Aku tidak tau"
"Tapi,,,, yang pasti sekarang aku sangat senang"
"Aku berharap pak Agra bisa seperti ini terus, lalu aku bisa membangun keluarga yang harmonis"
Malam ini Agra dan Alice membiarkan perasaan mereka untuk jatuh cinta. Agra yang biasanya menyangkal perasaannya sendiri, kini ia membiarkan perasaan itu berkembang di dalam hatinya. Begitupun juga dengan Alice, ia membiarkan perasaan ini mengembang sehingga lupa dengan dirinya yang berbohong pada Agra.
Tak lama dari itu, Alice beranjak ke kamar mandi. Badannya terasa lengket karena berkeringat, lebih baik ia mandi dulu sebelum tidur, dan itu akan membuat kenyamanan saat tidur.
Tak lama dari itu, Alice telah selesai mandi, Alice pun mengganti handuknya dengan pakaian yang nyaman untuk tidur.
Setelah itu Alice langsung mematikan lampunya dan tidur.
Disaat yang bersamaan
"Perasaan apa ini? Apakah aku jatuh cinta dengan Alice?"
"Hmmm kenapa dia sangat cantik? Kulitnya juga sangat halus"
"Ah,,, iya aku lupa aku harus menggunakan skincare, kulitku juga harus halus"
Agra pun langsung bangun dari tidurnya, lalu ia beranjak ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya, lalu setelah itu ia menggunakan skincare nya.
Tak lama dari itu, Agra telah menggunakan skincarenya. Ia tersenyum melihat wajahnya yang tampak berkilau.
"Hah Agra,,, kau ganteng sekali" ujarnya
Setelah itu ia kembali lagi menaiki lagi kasurnya, ia mematikan lampunya dan berusaha untuk tidur. Namun, saat dirinya memejamkan matanya, ia teringat wajah Alice lagi, ia juga mengingat tentang Alice yang bercerita di toko Weer.
"Toko Weer?" Seru Agra Merasa penasaran dengan kejadian di toko Weer
"Hmm pasti wajahnya sangat lucu kan saat marah aku sudah tau"
"Tapi,,,, siapa yang membuat Alice sampai emosi seperti itu?"
"Ah bikin orang penasaran saja"
Karena penasaran, Akhirnya Agra pun menghubungi asistennya untuk meminta rekaman cctv di toko Weer.
"Halo pak ada da apa?"
"Ah, maaf aku menganggumu malam malam"
"Tidak apa apa pak, saya santai"
"Ah, Adam, bisakah aku meminta rekaman cctv di toko Weer sekarang?"
"Memangnya ada apa pak?"
Agra pun menjelaskan kepada Asistennya bahwa dirinya ingin melihat dengan siapa Alice bertengkar di toko Weer.
Adam yang mendengar itu pun juga ikut penasaran.
"Baik pak, akan saya minta videonya sekarang"
Setelah itu Agra menutup teleponnya. Lalu Adam segera menggunakan jaket dan bersiap menuju ke toko Weer.
Tak lama dari itu, Adam telah sampai di toko Weer. Adam pun langsung bertanya dengan salah satu pegawai itu dan meminta pegawai itu untuk mempertemukan dirinya dengan pemilik toko itu.
Setelah berbicara panjang lebar, dan telah di izinkan oleh pemilik toko itu juga untuk melihat rekaman cctv, Akhirnya salah satu pegawai itu menunjuk rekaman cctv itu kepada Adam.
Sesaat Adam terkejut Ketika melihat wanita yang bertengkar dengan Alice di komputer itu ternyata adalah Wendy.
Adam pun langsung meminta rekaman cctv itu lalu ia keluar dari toko itu dan berjalan memasuki mobilnya. Setelah itu, Adam langsung mengirimkan video itu ke pak Agra.
"Nona Wendy? Apakah setelah ini akan ada masalah besar?"
Disaat yang sama, kini Agra langsung melihat rekaman video yang dikirimkan oleh Adam. Agra melebarkan matanya ketika ia melihat seseorang yang bertengkar dengan Alice di video itu.
"Wendy?"
"kau benar-benar wanita yang licik"
Agra marah ketika melihat istrinya di ganggu oleh mantan pacarnya yang licik itu.
...Terima kasih sudah membaca teman teman...
...Maaf kalau banyak kekurangan...
...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...
...Terima kasih...