You Are My Best Husband

You Are My Best Husband
22. apakah aku akan menjadi bos?



Lalu ia keluar dari kamar dan mengambil segelas air putih. Setelah itu, Agra mengintip dikamar Alice, ia melihat Alice sudah tidur terlelap.


Melihat hal itu pun membuat Agra menjadi tidak suka. Karena Alice bisa tidur nyenyak tanpa nya.


Agra pun kembali ke kamarnya


"Oke, baiklah Agra! Kau juga harus bisa tidur tanpanya!" Seru Agra berjalan menuju ke kamarnya


Agra pun kembali ke kamarnya, ia menaruh gelasnya di sampingnya lalu ia mengambil obat tidur di lacinya.


Agra pun langsung meminum obat tidur itu, lalu setelah itu ia berbaring di kasurnya.


"Haha! Malam ini kau pikir aku tak bisa tidur tanpamu Alice? Kau pikir kau siapa? Malam ini aku akan tidur nyenyak" serunya mematikan lampu lalu memejamkan matanya.


Karena pengaruh obat tidur itu, hanya beberapa menit Agra sudah tertidur.


Keesokannya


"Hoaamm"


Kini Alice telah bangun, ia merasakan hal yang sangat enak dan nyaman di badannya. Pagi ini Alice Sangat bahagia karena semalam bisa tidur nyenyak dan pagi ini ia bisa beraktivitas dengan baik.


Alice pun turun dari kasurnya, lalu ia beranjak ke kamar mandi. Ia menggosok giginya. Tetapi saat menggosok giginya, Alice mengingat kejadian semalam


"Ah,,,, hari ini apa yang akan terjadi!" Rengek Alice malas menghadapi hari ini. Padahal seharusnya pagi ini hari yang bahagia bagi Alice karena bisa tidur nyenyak, tetapi sepertinya pagi ini akan ada masalah dengan suaminya


Setelah mandi, Alice Pergi ke dapur. Ia mempunyai ide untuk membujuk suaminya. Ia memasak makanan yang sangat enak.


Alice tau, semalam yang membuat Agra marah adalah dirinya sendiri. Jadi sekarang ia harus bertanggung jawab untuk meredakan amarah suaminya.


Mengingat reaksi Agra yang memakan masakannya, dan melihat suaminya senang makan di restoran.


Sepertinya,,, Pak Agra memang suka makanan yang enak.


Lalu Alice pun berusaha untuk membuat makanan yang jauh lebih enak. Dan,,,, ia juga akan menyuruh suaminya untuk menilai makanan buatannya lagi. Dan Alice berharap nilainya akan naik.


Tak lama dari itu, Alice telah selesai memasak. Ia pun menyiapkan semuanya makanan yang telah ia buat ke meja.


Setelah semuanya siap dimeja, Alice merasa Aneh. Aneh padahal setelah ia masak biasanya Suaminya langsung turun ke bawah, tetapi sekarang, suaminya belum muncul juga


"Apakah pak Agra Sangat marah ya,,, sampai tak mau sarapan bersama, atau,,, apakah pak Agra kenapa kenapa semalam?"


Memikirkan hal itu, Alice jadi khawatir dengan Agra. Alice pun memutuskan untuk memanggil Agra. Ia berjalan menuju ke kamar Agra, dan tak lama dari itu Alice telah sampai di depan pintu kamar Agra.


"Tok tok tok"


"Pak, sarapannya sudah siap" seru Alice berbicara pelan, tetapi tak ada suara apapun dari dalam.


Alice pun semakin khawatir dengan suaminya, dan karena khawatir, Alice pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Agra


*Ctak*


Perlahan lahan, Alice membuka kamar Agra, ia pun masuk ke dalam kamar Agra.


Kamar Agra tampak sunyi.


"Pak,,," seru Alice memanggil suaminya, tetapi masih saja tak ada sahutan dari Agra


Alice pun menoleh ke belakang, lalu ia menemukan ada sisa obat tidur di samping kasur Agra.


"i ini kan,,,, obat tidur,,,, apa,,, sampai segitunya pak Agra tidak bisa tidur?" Seru Alice memikirkan bahwa Agra tak bisa tidur tanpanya.


"Hey!" Tiba tiba Ada suara yang menggelegar memanggil Alice. Alice pun terkejut dan langsung menoleh


"Hah! Pak Agra!" Seru Alice terkejut karena suara itu.


Agra telah berdiri di hadapan Alice dan hanya menggunakan handuk saja.


"Ma maaf pak Agra, dari tadi Saya memanggil pak Agra tetapi pak Agra tidak ada. Tapi karena sekarang pak Agra sudah ada, jadi saya keluar saja. Makanan sudah siap, silahkan ke bawah" seru Alice langsung meninggalkan suaminya dan langsung turun ke bawah.


Dimeja makan


Sedangkan Agra, kini ia makan sembari terus menatap tajam Alice menandakan dirinya sangat marah kepada Alice.


Jujur, Agra memang marah, tetapi sekarang Agra tidak marah karena melihat wajah Alice yang sangat lucu saat takut padanya.


"Hahaha baguslah kalau dia takut padaku!" Seru Agra berbicara dalam hati


Sedangkan Alice saat ini dirinya berfikir untuk meredakan amarah suaminya. Melihat ekspresi suaminya, sepertinya pak Agra biasa biasa saja dengan masakannya, jadi ini gagal membuat pak Agra meredakan emosi.


"Ah, pak bagaimana rasanya? Berapa nilainya untuk sekarang?" Seru Alice memberanikan diri untuk berbicara pada Agra, agar tidak terlalu canggung


"Nilai nya 5. Masakan mu Semakin tidak enak!" Sahut Agra berbohong


Sejujurnya masakan Alice kali ini sangat enak, bahkan Sangat enak daripada yang dulu. Tetapi karena Agra marah, Agra menilai masakan Alice rendah.


Agra tetaplah Agra yang gengsi tak mau jujur!


"Hey! Aku tidak sempat menyetrika jasku, setrika lah jasku. Itu hukumanmu!" Seru Agra menyuruh Alice


Mendengar hal itu, Alice langsung tersenyum bahagia, karena ia berfikir bahwa setelah mendapatkan hukuman, Agra akan berhenti marah Padanya.


"Benarkah? Apakah setelah ini pak Agra tak akan marah lagi padaku?"


"Ah, sudahlah! Setrika saja dulu!"


"Baiklah!"


Alice pun menuju ke kamar Agra dengan penuh semangat, ia menyetrika jas Agra dengan sangat baik.


Sedangkan Agra, hatinya tergoda dengan senyuman Alice lagi, tetapi kali ini Agra menahan rasa itu.


Setelah Alice memasuki kamarnya, Agra pun langsung membungkus semua masakan yang Alice masak.


"Sial! Kenapa masakannya enak sekali? Aku tidak bisa tidak memakan ini!" Seru Agra memasukkan semua Makanan itu ke Tupperware.


Lalu setelah itu, Agra berlari keluar dari rumah menuju ke mobil dan memasukkan Tupperware itu ke dalam mobil. Lalu setelah itu, ia kembali lagi ke dalam rumah.


Saat ia kembali ke dalam rumah, Alice membawakan jasnya yang sudah disetrika rapi. Agra pun langsung menggunakan jas itu, lalu pergi ke kantor.


"Pak Agra! Hati hati!" Seru Alice melambaikan tangannya kepada Agra.


Agra pun tak menjawab apapun, ia langsung memasuki mobilnya.


Pagi ini Alice sudah sangat tenang karena ia berhasil meredakan amarah suaminya.


***


Sesampainya di kantor


Kini Agra kembali membuka Tupperware nya, lalu ia melanjutkan sarapan paginya. Agra memakan dengan sangat lahap.


Sedangkan Alice, kini ia memeriksa penjualan produknya, ia tersenyum lebar, pagi ini pagi yang sangat membuat Alice bahagia.


"Hmmm woahhh,,,, jumlah pembelinya semakin menaik"


Tak hanya itu, Alice juga sangat terkejut Dengan penghasilannya, karena sebelumnya Alice tak pernah mempunyai penghasilan sebanyak itu.


Ia pun membaringkan tubuhnya ke kasur, dan merentangkan kedua tangannya


"Wah, apakah aku akan jadi bos seperti pak Agra?"


...Terimakasih sudah membaca teman teman...


...Maaf kalau banyak kekurangan...


...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...


...Terimakasih...