
"kau benar-benar wanita yang licik"
Agra marah ketika melihat istrinya di ganggu oleh mantan pacarnya yang licik itu.
Ia masih tak menyangka lagi lagi Wendy yang membuat keributan seperti itu.
Keesokannya
Kini Alice tengah Membuat sarapan untuk dirinya dan suaminya. Perasaan Alice sudah membaik, rasa lelahnya pun juga sudah hilang.
Pagi ini dirinya membuat nasi kuning, karena suaminya belum pernah mencobanya, ia ingin membuatkan nasi kuning untuk suaminya.
Tak lama dari itu, Alice sudah selesai memasak, lalu ia memindahkan semua makanan itu ke piring.
Tak lama dari itu juga suaminya datang.
"Haha pas sekali pak Agra sudah datang. Aku baru selesai memasak" Seru Alice memindahkan piring itu meja makan.
"Hmmm baguslah makanannya masih hangat" seru Agra
Setelah menyajikan makanan, Alice pun duduk di depan suaminya. Lalu saat dirinya melihat wajah suaminya, ia merasa ada yang janggal, ia merasa wajah suaminya tak sesenang semalam.
Melihat hal itu, Alice yang tadinya ceria pun ikut cemberut.
"Pak Agra pasti sedang marah kan?" Seru Alice berbicara di dalam hati, menebak penyebab utama wajah suaminya yang tidak gembira di pagi ini.
Tentu saja Agra tidak ceria Karena semalam dirinya tidak bisa tidur. Hatinya tak bisa tenang karena Melihat rekaman cctv kemarin, ia tak terima Alice di perlakukan tidak Adil seperti itu.
Dan di pagi hari ini pun, Agra tak bisa menikmati makanan, padahal Makanan itu belum pernah ia makan sebelumnya, tetapi Agra tak menikmatinya. Dirinya masih kesal dan memikirkan bagaimana caranya bisa balas dendam dengan perbuatan Wendy itu.
Namun, saat dirinya tengah makan, ia melirik wajah Alice. Ia baru sadar wajah Alice sekarang sedang sedih.
"Pasti dia sedih karena Wendy kan?" Batin Agra mengira bahwa Alice saat ini sedih karena Wendy.
Padahal kenyataannya Alice sedih karena melihat wajahnya yang kembali galak.
"Hey,,, tenanglah aku akan mendapatkan nya untukmu" seru Agra tanpa memperjelas ucapannya.
Alice pun bingung mendengar ucapan suaminya. Apa yang sedang suaminya bicarakan sekarang.
"Hm? Maksud pak Agra?"
Tidak ada jawaban dari Agra, Agra langsung berdiri dan pergi ke kantor.
"Aku pergi dulu" seru Agra meninggalkan meja makan
Sedangkan Alice, benar benar tak mengerti apa yang di ucapkan Suaminya.
"Hmmm ada apa lagi sih sebenarnya?"
"Mendapatkan? Apa yang di maksud pak Agra?"
"Ah, dari pada memikirkan itu, lebih baik aku juga akan bekerja sekarang"
Alice pun segera membereskan semua piring piring di meja itu. Lalu ia cuci dan keringkan.
Setelah itu, ia pergi ke kamarnya. Ia berdandan cantik dan elegan. Lalu setelah itu ia keluar dari kamar dan menaiki taxi.
Hari ini Alice akan mengunjungi perusahaannya. Sepanjang perjalanan Alice tersenyum, ia tak sabar ingin melihat gedung barunya itu.
Tak lama dari itu, Alice telah sampai di depan perusahaannya. Dengan hati yang gembira, Alice melangkahkan kakinya untuk masuk ke Perusahaan miliknya itu.
Ia pun di sambut oleh para karyawannya, semua Karyawan di Perusahaan itu memberikan salam kepada Alice.
Lalu ia pun Menaiki lift untuk menuju ke ruangannya. Tak lama dari itu, Alice telah sampai di ruangannya.
Alice pun langsung duduk di kursinya. Hari ini ia akan bekerja di kantornya.
Saat dirinya bekerja, tiba tiba Alicw teringat dengan temannya, yaitu Qiana. Alice pun berfikir bahwa Sepertinya akan lebih baik jika mengajak Qiana bekerja di perusahaannya.
Karena entah bagaimana pun Qiana dulu pernah membantu Alice saat Alice down. Maka dari itu, mungkin ini pembalasan yang tepat untuk kebaikan Qiana.
Alice pun menelfon Qiana.
Waktu pun berlalu, kini Alice tengah menunggu Qiana di cafe. Sembari membaca baca buku, tak lama dari itu Qiana datang.
"Alice" seru Qiana.
"Wahhh kau Cantik sekali?"
Alicw tersenyum mendengar pujian dari Qiana. Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Alice menyampaikan tujuannya Untuk Bertemu dengan Qiana.
"Baiklah Qiana bagaimana jika kau bekerja di perusahaan ku?"
Belum sempat Qiana menjawab, ia sudah menangis karena terharu.
"Benarkah? Alice dengarkan aku! Aku akan bekerja dengan saaaaangat baik"
"Hahaha"
Alice tertawa kecil mendengar hal itu, ia senang akhirnya bisa membantu temannya. Ia juga sangat senang melihat antusias dari Qiana.
"Baiklah sampai juma besok di perusahaan!"
Mereka pun akhirnya berpisah.
Qiana kini merasa sangat senang, akhirnya dirinya bisa bekerja di perusahaan yang besar.
Sedangkan Alice, kini dirinya langsung pulang setelah bertemu dengan Qiana.
Disaat yang sama
Kini Agra tengah kesal dengan pelayanan toko Weer. Ia begitu kecewa dengan pelayanan itu. Karena sebenernya toko Weer adalah milik Agra sendiri.
Bagaimana bisa semua karyawannya sekarang takut dengan Wendy yang sudah jadi pengangguran sekarang.
"Karyawan tak berguna, bisa bisanya mereka berpihak dengan Wendy?" Geram Agra terhadap para karyawannya
Karena terlalu emosi, Agra pun langsung meminta Asistennya untuk mengantarkannya ke tempat toko Weer. Ia tau ia tak boleh mengambil keputusan saat marah, tetapi Agra tak bisa mengontrolnya sekarang.
Sedangkan Adam yang melihat itu pun ia hanya diam. Dari semalam ia sudah menduga bahwa pak Agra pasti akan marah besar.
Tak lama dari itu, Agra telah sampai di toko Weer. Agra pun langsung meminta supervisor untuk mengatur semua Karyawanya berkumpul.
10 menit pun berlalu, kini semua Karyawan telah berkumpul. Para karyawan pun takut melihat ekspresi Agra yang benar-benar terlihat seperti orang marah.
Para karyawan pun saking membisik apa yang salah dari mereka, perasaan kemaren mereka bertindak baik, dan membela Wendy.
Padahal kenyataannya malah sebaliknya, tindakan merekalah yang salah saat membela Wendy, seharusnya mereka membela Alice.
"Kalian semua itu karyawan yang tidak berguna ya"
"Bisa bisanya kalian bertindak seperti orang bodoh"
"Bagaimana bisa kalian membela orang yang jelas jelas sudah salah. Saya tanya mengapa kalian membela Wendy daripada Karyawan lain?"
"Jawab!"
Para karyawan itu pun ketakutan, ia tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh bosnya. Bukankah Wendy kekasihnya? Seharusnya tambah benar kalau membela Wendy.
"Ma maafkan kami pak, tetapi bukankah nona Wendy itu mantan pacar bapak? Jadi bukankah tindakan kami benar" seru salah satu Karyawan dan karyawan lainnya mengangguk
"Apa? Pacar? Kalian tidak tahu ya kalau Kami sudah putus? Seharusnya Kalian kan tau karena berita itu menyebar dimana-mana, ya kali saya pacaran sama Wanita seperti itu!"
para karyawan pun terkejut mendengar hal itu, meskipun mereka tidak tahu kabar tentang Agra dan Wendy yang telah putus, tetapi para karyawan tak pernah menduganya bahwa mereka telah putus.
...Terima kasih sudah membaca teman teman...
...Maaf kalau banyak kekurangan...
...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...
...Terima kasih...