
Para karyawan pun terkejut mendengar hal itu, meskipun mereka tidak tahu kabar tentang Agra dan Wendy yang telah putus, tetapi para karyawan tak pernah menduganya bahwa mereka telah putus.
Disatu sisi lain para karyawan lega karena mendengar bosnya sekarang tidak lagi berpacaran dengan Wendy, mereka berfikir mereka bisa menang dari Wendy. Tetapi di satu sisi lain, sekarang mereka juga sangat takut.
"Maafkan ka kami semua pak, kami akan berusaha menjadi lebih baik lagi"
"Berusaha? Bisakah kalian berusaha? Bagaimana jika nanti saya punya pacar lagi? Lalu kalian akan seperti ini lagi?"
"Ti tidak pak, kami akan menjadi karyawan yang adil untuk customer"
"Hah! Baguslah kalau begitu, tunjukkan usahamu. Dan karena kalian karyawan yang buruk, akan saya potong gaji kalian bulan ini"
"Menyebalkan!"
Agra melangkahkan kakinya dengan lantang. Lalu keluar dari toko Weer itu dan kembali memasuki mobilnya. Lalu Adam pun mengantarkan bosnya pulang ke rumah.
Saat diperjalanan, Agra masih tak mengerti dengan sikap para karyawannya.
"Dam, menurutmu bagaimana semua karyawan bisa takut pada Wendy? Memangnya Wendy punya apa sampai di takuti. Heran!"
"Tujuan mereka hanya satu pak, mereka takut kalau pak Agra memecat mereka"
Tak lama dari itu, Agra telah sampai di rumah. Ia pun langsung masuk ke rumahnya, disitu ia melihat Alice yang tengah tertidur di kursi sofa.
Agra tersenyum melihat hal itu, lalu ia pun langsung mendekati Alice dan duduk perlahan lahan supaya Alice tidak terbangun.
Tetapi Alice malah terbangun karena merasa ada seseorang di sampingnya.
"Pak Agra?" Seru Alice sembari mengucek matanya
"Kau mengapa tidur disini?"
"Saya hanya ketiduran, tadi saya menonton televisi"
"Kau semakin banyak tidur ya sekarang"
Alice tersenyum mendengarnya, ia merasa sekarang suaminya sudah tak marah marah seperti dulu.
"Ah, ini sudah malam, pak Agra sudah makan?"
Agra menggelengkan kepalanya sembari menatap Alice, Alice pun tersenyum lalu dirinya beranjak ke dapur untuk membuat makan malam.
"Kalau begitu saya buatkan makan malam dulu"
"Baiklah"
Alice pun langsung menyiapkan semua bahan bahan yang akan ia masak malam ini sedangkan Agra, kini dirinya hanya diam dan duduk di sofa Sembari memperhatikan Alice.
Melihat hal itu, Agra jadi kepikiran, hanya melihat dari jarak jauh pun, Agra sudah bisa menebak ukuran baju Alice. Karena dirinya seorang pengusaha Fashion, ia ingin membuatkan baju untuk Alice. Hanya membayangkan saja membuat Agra begitu sangat senang.
Tak lama dari itu, Alice telah selesai memasak.
"Sudah selesai" seru Alice sembari menunjukkan makanan di piring itu dengan senyuman
Agra yang pun tersenyum Melihat hal itu, tak pernah ia sangka, ia bisa mendapatkan kehidupan yang seperti ini. Dimasakkan oleh seseorang yang spesial adalah impian Agra
Agra pun berjalan menuju ke meja makan, ia terkejut dengan masakan Alice.
"Makanan apa ini? Aku tak pernah melihat sebelumnya"
"Itu nasi Padang, silahkan coba"
Agra pun langsung mencoba makanan itu, lalu ia terkejut saat merasakan kelezatan nasi Padang.
"Wahhh Alice ini luar biasa"
Alice pun tersenyum, tetapi dirinya masih penasaran dengan nasi kuning yang ia buatkan tadi pagi. Sepertinya pak Agra tidak menikmati sarapan pagi.
"Eeee pak Agra, emmm apakah pak Agra suka nasi kuning?"
"Nasi kuning?" Agra pun langsung menghentikan suapan di mulutnya. Ia mencoba berfikir lagi Sepertinya dirinya baru saja melihat nasi kuning
*Ting*
Agra pun ingat bahwa tadi pagi dirinya makan nasi kuning, tetapi dirinya tak tau rasanya karena tak fokus makan.
"Emm lalu bagaimana rasanya?"
Jujur, Agra tidak tahu rasa nasi kuning itu, tetapi agar Alice tidak kecewa, ia pun berbohong.
"Emmm rasanya sangat enak, aku menyukainya. Sepertinya kau memang jago memasak ya?"
Mendengar hal itu, Alice jadi lega. Dirinya sempat khawatir dan takut kecewa kalau suaminya tadi pagi tak tahu apa yang ia masak.
Sedangkan Agra, kini ia marah dengan dirinya sendiri. Ia menyesal karena telah melewati masakan Alice
"Sial! Bahkan tadi pagi aku tidak tahu rasa nasi kuning itu" geram Agra menyesal karena tadi pagi dirinya tak bisa mengontrol emosi sehingga tak bisa fokus untuk makan
Agra dan Alice pun menyelesaikan makam Mareka. Lalu setelah itu mereka berjalan menuju ke kamar masing masing.
Namun, saat Agra berjalan menuju ke kamarnya, ia ingin berbicara dengan Alice
"Alice"
"Ah, iya pak?"
"Emmm,,, Bagaimana kalau kita tidur bersama malam ini"
"Emmm,,,," jawab Alice malu malu
"Boleh"
Agra tersenyum mendengar hal itu, ia pun mengajak Alice untuk tidur dikamarnya. Lalu setelah itu Agra mematikan lampunya dan memeluk Alice.
Keesokannya
Dikantor Agra
Kini Agra tengah membicarakan Wendy dengan Asistennya. Ia meminta pendapat pada Adam Bagaimana caranya supaya Wendy tidak bertemu dengan Alice, setidaknya sampai Alice telah melahirkan.
"Dam, menurutmu bagaimana supaya Wendy tidak bertemu lagi dengan Alice? Apalagi kau tahu wanita itu pasti akan menyerang Alice kalau tahu Alice adalah istriku"
"Menurut saya bertindaklah sewajarnya saja pak, tidak perlu terlalu melindungi Bu Alice seperti tadi. Karena kalau terlalu melindungi Bu Alice, maka Wendy akan curiga dan mencari tahu semuanya dan malah ketahuan"
"Hah! Pendapat macam apa itu Dam, sepertinya pagi ini kau butuh sesuatu untuk menyegarkan otakmu. Pergilah kau"
"Baik pak"
Belum sempat Adam keluar dari ruangan bosnya, tiba tiba telepon kantor Agra berdering. Agra pun langsung mengangkat telepon itu, dan ternyata ada laporan dari Repsesionis mengenai kedatangan Wendy.
"Baiklah izinkan saja dia masuk" Seru Agra langsung mematikan sambungan teleponnya
"Ternyata Wanita itu panjang umur juga ya Dam, padahal baru saja diomongin sudah datang"
"Maksud bapak nona Wendy?"
"Ctak"
Tanpa Ketukan juga tanpa apa apa Wendy langsung memasuki ruangan Agra.
"Agra,,, akhirnya kau luluh sekarang" seru Wendy langsung berjalan mendekati Agra dan hendak memeluk Agra, tetapi Agra langsung menghentikannya
"Eeittsss jangan sentuh aku. Jangan menyentuh ku atau kau langsung ku usir sekarang"
"Ada apa Agra? Aku ingin memelukmu, aku sangat merindukanmu"
"Hahaha apa? Kau merindukanku lalu kau ingin memelukku? Kau benar-benar kehilangan otakmu ya? Kau tidak bisa menempatkan diri juga" Agra tertawa ketika mendengar ucapan dari Wendy yang merindukannya.
"Agra,,,, aku tahu kau pasti sangat kecewa denganku, tetapi aku sangat tulus meminta maaf kepadamu, dan aku benar-benar merindukanmu dan ingin memelukmu"
"Lalu kau pikir tindakanmu yang ingin memelukmu itu sopan? Kau benar-benar kehilangan akal sehatmu! Kau pikir kau siapa?"
...Terima kasih sudah membaca teman teman...
...Maaf kalau banyak kekurangan...
...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...
...Terima kasih...