
Sungguh menyebalkan bertemu dengan Wendy. Siapa sangka Seseorang yang begitu ia tidak sukai ternyata adalah mantan pacar pak Agra.
Mengapa di saat saat Alice hendak berhasil membangun rumah tangganya malah ada seseorang yang datang. Apalagi orang itu masih mengejar suaminya.
Malam ini Alice tak bisa tidur, pikirannya Sangat penuh pertanyaan-pertanyaan. Ia ingin tahu sekarang jawaban dari suaminya mengenai apakah Suaminya masih menyukai Wendy?
Jika ia, maka Alice harus bagiamana? Haruskah tetap mempertahankan rumah tangganya demi kehidupannya? Atau... Melepaskan pak Agra demi kebahagiaan pak Agra?
"Hahhh" Alice mendengus kesal memikirkan hal itu
"Tapi aku sudah menikah dengan pak Agra. Meskipun pernikahan kami tanpa cinta, tapi perlahan-lahan kami bisa membangun cinta. Tapi saat kami sudah mulai membangun cinta, malah ada seseorang yang datang kembali mengejar pak Agra"
"Lalu aku harus bagaimana sekarang? Menyerahkan pak Agra..... Atau... Mempertahankan pak Agra"
"Ah, tidak tidak. Aku belum tahu jawaban dari pak Agra. Stop berfikir Negatif Alice" daripada memikirkan itu lebih baik tidur sekarang. Alice mematikan lampunya dan mencoba untuk tidur.
Tetapi.... Selang beberapa menit ia kembali bangun lagi. "Hahhh" keluhnya kesal
Disaat yang bersamaan
Kini Agra juga tengah berada di kamarnya. Agra kembali merokok untuk dan menikmati angin malam di jendela kamarnya.
Pikiran Agra saat ini tak bisa tenang, tetapi karena menghisap rokok itu, Agra jadi sedikit lebih tenang. Sejujurnya Agra sendiri sudah berhenti merokok 1 tahun yang lalu. Tetapi sekarang ia kembali merokok demi memenangkan pikirannya.
"Bagiamana bisa seperti itu?" Pikirnya bingung. Mengapa di saat ia bertemu dengan Wendy dan Johan membuatnya kesal. Agra tahu itu cemburu, tapi Agra tak mau mengakuinya.
Ia tak mau jatuh cinta lagi dengan Wendy. Qanita yang menyebalkan itu tak boleh lagi kembali ke hatinya. Agra ingin membuang wanita itu jauh jauh. Tak mau mengulang kesalahan yang sama.
Apalagi sekarang Wendy sudah jelas bahwa ia pembohong. Bahkan bukti itu nyata langsung ada di depan matanya. Wendy meminta maaf pada Agra dan meminta kesempatan untuk kembali lagi, tapi sekarang Wendy terang terangan ketahuan berbohong di depan mata Agra sendiri.
"Sudah tahu begitu seharusnya aku tak perlu lagi menyukainya atau merasa kesal. Jika... Aku merasa kesal saat melihatnya dengan laki laki lain, itu tandanya aku masih belum move on"
"Tapi aku ingin move on dari Wendy. Aku tak mau lagi bersama Wendy. Jika aku mau lagi bersama Wendy artinya aku laki laki gila. Sudah tahu di bohongi tetapi masih saja suka. Huh!"
Agra mematikan rokoknya lalu keluar dari kamarnya.
Disaat yang bersamaan
Kini Johan juga tengah menyendiri di kamarnya. Ia hanya berbaring di atas kasurnya dengan televisi yang menyala, tetapi ia tak Fokus menonton televisi itu.
Ia hanya melamun, malam ini ia juga tak bisa tidur. Mengingat reaksi Wendy ketika bertemu dengan Agra membuatnya curiga, sedih, dan kesal.
Mengingat Sorotan mata Wendy yang terus menatap lekat Agra. Mata itu terlihat sangat jelas seolah meminta harapan.
Tak hanya itu, Johan juga penasaran saat Wendy yang tadinya ingin makan di restoran begitu sangat semangat. Tetapi saat setelah bertemu dengan Agra, Wendy jadi tak napsu makan. Bahkan sakit mendadak di saat yang sama.
Melihat seperti itu, Johan jadi curiga dengan Wendy. Mungkin, melihat Agra yang sudah menikah membuat orang terkejut, tetapi seperti orang yang tidak memiliki perasaan terhadap Agra pasti akan ikut bahagia. Tetapi berbeda dengan Wendy, Wendy tiba tiba menjadi sedih, badmood, bahkan sakit saat itu juga.
Jadi, apakah Wendy masih mempunyai perasaan dengan Agra? Lalu jika iya mengapa Wendy mengajaknya kembali pacaran?
Mungkin malam ini tak akan bisa tidur tenang bagi Johan karena mempunyai banyak Pikiran yang bahkan susah di tenangkan.
Johan pun mematikan televisi lalu mengambil jaket dan Pergi keluar. Tujuan Johan malam ini adalah pergi ke restoran yang ada alkoholnya.
Seharusnya malam ini menjadi malam yang sangat indah untuk Johan dan Wendy, Agra dan Alice. Tetapi malam ini justru malam yang sangat galau untuk mereka setelah bertemu di restoran.
Tak lama dari itu, Johan telah sampai di restoran. Lalu ia pun keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam. Saat dirinya masuk ke dalam, ia melihat di samping kanan dan kirinya.
Dan saat dirinya menoleh ke samping kanan, ia tersenyum menyengir. Ia tak menyangka bahwa dirinya bertemu dengan Agra di restoran.
Agra pun melambaikan tangan dan mengajak Johan untuk bergabung dengannya. Johan pun bergabung dengan Agra. Ia merasa sepertinya sangat senang kalau bergabung dengan Johan.
Meskipun Wendy mantan pacarnya, tetapi Agra bukanlah musuhnya melainkan teman baiknya. Maka dari itu, tak ada alasan untuk menolak bergabung dengan Agra.
"Bukankah kau tadi dari restoran?"
"Bukankah aku tadi dari restoran?" Seru Agra membalikan ucapan Johan, dan hal itu membuat Johan tertawa kecil.
"Tujuan ku ingin minum alkohol, sudah lama aku tidak minum alkohol"
"Cih, dasar kau. Kenapa tak menghubungiku di waktu lain kalau ingin minum? Apakah kau sudah punya Wendy sehingga lupa punya teman?" Seru Agra sembari menuangkan alkohol itu untuk Johan
"Tidak, hanya saja aku sibuk Akhir akhir ini dan aku selalu tidur di awal dan bangun pagi. Maka dari itulah aku tak minum alkohol" sahut Johan, lalu ia meminum alkohol itu.
"Kau sendiri, mengapa tak menghubungi ku? Apakah kau sudah punya teman hidup sekarang kau jadi lupa dengan ku?"
"Bukan seperti itu, sekarang kan Istriku sedang mengandung anakku. Jadi aku harus fokus menjaga dan merawatnya"
"Waawww kau Sangat hebat. Kau bahkan sebentar lagi akan mempunyai anak. Aku bangga padamu" seru Johan sembari menepuk nepuk pundak Agra.
Johan memang tidak kuat minum. Ia sangat jarang minum alkohol. Bahkan hanya dengan 2 gelas saja Johan sudah mabuk.
"Hah! Kau sudah mabuk?"
"Belum, aku hanya kesal saja hari ini. Aku cemburu Wendy menatapmu Sangat Lekat dan penuh harapan. Kesal hal itu sangat membuat ku kesal" tanpa Johan sadari ia menyampaikan perasaan pada Agra.
Agra yang mendengar hal itu rasanya menjadi bersalah. Temannya Johan itu sangat menyukai Wendy, tetapi Wendy mengkhianatinya. Dan sekarang bahkan Agra masih menyukai Wendy. Melihat Johan yang seperti itu, Agra memilki Semangat untuk Move on.
"Johan, kau harus mencari tahu tentang semuanya agar kau tak kecewa"
...Terima kasih sudah membaca teman teman...
...Maaf kalau banyak kekurangan...
...Jangan lupa Like, Vote, komen, dan Favorit nya...
...Terima kasih...