YOU!

YOU!
#12



Sarah POV.


Studio lebar berukuran dua banding lima dengan cermin besar di sisi sebelah kanan ruangan.


Lantai kayu polesan dan panggung runway mini berwarna hitam yang di lengkapi lampu-lampu sorot kecil, meja rias dan area untuk pemotretan di sudut ruangan lainnya.


“Sarah.” Seorang gadis berkaca mata dengan wajah cantik menyapaku dan langsung memeluk ku, dia memberikan senyum manisnya kepada ku.


“Kita belum berkenalan lebih dekat sejak kemarin, aku Riley.” Ucapnya lagi.


Beberapa teman modelnya yang lain ikut mendekati ku.


“Halo aku, Adele.” Sapa seorang wanita cantik dengan tampilan tomboy dan rambut pendek yang membuatnya terlihat energik. Dia menjabat tangan ku.


“Sarah.” Ucapku. “Aku harap kita dapat menjadi


teman baik.” Ucapnya.


Melihat wajah Adele membuatku merasa tidak asing, aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat.


“Sarah, perkenalkan ini Thomas.” Ucap Riley melingkarkan tangannya kepada seorang laki-laki dengan postur tegap dan tinggi, potongan rambut yang sedikit panjang dan diikat yang membuat semua wanita pasti akan tergoda menjadi pasangannya.


“Dia adalah pacar ku, jadi jangan coba-coba untuk menggodanya Sarah.” Ucap Riley yang membuatku dan Thomas tertawa.


“Jill, Shine kemari.” Teriak Riley memanggil dua temannya yang sedikit malas untuk berangkat dari tempat duduknya di sofa.


Jill adalah seorang laki-laki dengan postur yang tidak setinggi Thomas, wajahnya tegas dengan rambut cepak dan berkulit sedikit gelap.


“Jill.” Ucapnya tanpa menatapku.


“Shine.” Ucap teman model di sebelahnya.


Dia melihatku tajam sama saat pertama kali aku bertemu dengannya waktu pertama kali datang ke gedung CM Agency.


Wanita dengan rambut panjang berwarna coklat sebahu, kulit putih dan tinggi hampir sama denganku.


“Jadi ini The New Face of CM Agency?” Lanjutnya.


“Ehem.” Suara laki-laki di belakangku membuat kami semua terkejut. Calvin.


Calvin berdiri dengan badan atletisnya dan tuksedo putih menatap kami semua dengan menampilkan deretan gigi putihnya.


“Selamat pagi.” Ucapnya kepada kami.


“Oke sepertinya kalian semua sudah berkenalan, aku akan memberikan sebuah pengumuman untuk kalian.” Lanjutnya.


Kami semua yang sudah berdiri rapi memperhatikan Calvin dengan seksama.


“Kalian tahu satu minggu lagi Australia’s Next Top Model akan segera diadakan dan portofolio kalian sudah dikirimkan beberapa minggu kemarin, hasilnya sudah keluar hari ini.” Ucap Calvin menunjukkan sebuah amplop di tangannya.


Suasana di dalam ruangan menjadi tegang, seakan-akan semua cahaya tersedot akan sosok Calvin dan amplop pada tangan kanannya.


Aku dapat mendengar Shine berdoa dengan mulut komat-kamit, sementara yang lainnya menunjukkan wajah gelisah.


Calvin mulai membuka amplop tersebut dan mulai mengucapkan beberapa nama membuatku menelan ludah kasar dan memejamkan mata.


“Selamat kepada Thomas, Adele, Riley, Jill, Shine dan Sarah.” Teriakan-teriakan senang langsung terdengar dari dalam studio setelah mendengar pengumuman dari Calvin.


Thomas dan Riley sedang berpelukan erat dan berciuman tanpa memperdulikan kami, Shine dan Jill menatapku dengan tidak suka sedangkan Adele memelukku dengan erat.


“Selamat, Sarah. Mohon bantuannya untuk ke depannya ya.” Ucap Adele kepada ku.


“Selamat juga untukmu, Adele. Aku yang seharusnya meminta bantuanmu.” Balasku.


“Ehem, Thomas, Riley kalian bisa melakukan itu di lain waktu.” Ucap Calvin membuat Thomas dan Riley melepaskan ciuman mereka membuat kami semua menggeleng-gelengkan kepala.


“Oke, selamat untuk kalian semua, tetapi ini bukanlah waktu yang tepat untuk kalian merayakannya, karena perjuangan kalian justru baru akan dimulai dari sekarang.” Ucap Calvin.


Benar perjuangan kami baru saja akan di mulai, demi mewujudkan mimpi-mimpiku aku harus belajar lebih giat lagi, aku akan melakukan semua ini untuk diriku sendiri dan Langit.


“Dan untukmu Sarah, walaupun kamu adalah The New Face of CM Agency tidak ada perlakuan spesial untukmu di dalam kompetisi ini, semua akan diperlakukan sama, jadi buktikanlah bahwa aku tidak salah memilihmu sebagai The New Face of CM Agency.” Ucap Calvin kepadaku, aku menganggukkan kepalaku dengan penuh semangat. Aku pasti bisa melakukannya.


Calvin memberitahukan kami bahwa semua para peserta yang lolos dari berbagai agensi model akan di pertemukan untuk memulai kompetisi dan dipilih 15 orang yang akan melaju ke babak selanjutnya di Australia’s Next Top Model, para peserta akan di karantina dalam satu rumah selama kompetisi berjalan.


Calvin pergi setelah memberitahukan beberapa informasi lainnya yang berkaitan dengan kompetisi yang akan kami ikuti.


Setelah sosok Calvin menghilang dari balik pintu, semua orang langsung mengambil ponsel mereka masing-masing untuk mengabari kabar bahagia ini kepada orang-orang terdekat mereka.


“Aku akan menelpon Angkasa.” Gumamku mengambil ponsel.


Saat ingin menekan nomor Angkasa ada rasa keraguan dari tanganku. Mengapa aku harus


menelponnya.


Semenjak semalam saat dia memperlakukan ku berbeda, jujur aku terjatuh lagi, terjatuh dalam kehangatan hatinya, aku merasa terlindungi lagi dengan kehadirannya. Tetapi aku mohon hatiku jangan biarkan dirimu terluka kembali.


Aku mengganti nomor Angkasa dengan nomor yang lain. “Halo, Dave.”


Angkasa POV.


“Ada apa?” Tanya ku.


Kristal berjalan mendeka dan mendudukkan dirinya di atas meja kerja, menatapku saat sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen. Dokumen-dokumen ini lebih menarik.


“Tunangannya kesini kok malah sibuk sendiri.” Ucap Kristal membuatku mengalihkan perhatianku padanya sebentar lalu kembali kepada lembaran dokumen yang masih aku baca.


Dia memindahkan tubuhnya dan duduk di atas pangkuanku dengan terpaksa aku menatapnya.


“Angkasa, kamu kebiasaan banget sih cuekin aku.” Keluhnya, kedua tangannya sekarang berada di pipiku, dengan malas aku menutup lembaran dokumen dan meletakkannya di atas meja.


“Aku merindukan sentuhanmu, Angkasa.” Ucapnya, dia menciumi bibirku dan memaksakan lidahnya untuk masuk ke dalam mulutku.


Dia menjadi kesal karena aku hanya diam tanpa membalas perlakuannya.


“Jadi, ada hal apa membuatmu kesini?” Tanyaku langsung.


“Aku kangen tahu.” Jawabnya membuatku menghela napas, setelah diingat-ingat memang selama ini aku sudah sangat jarang menghubungi Kristal, semua pesannya aku abaikan.


Aku sendiri pun tidak tahu mengapa aku mengabaikannya, mungkin karena pikiranku terlalu memikirkan Langit dan Sarah.


“Maaf aku sibuk.” Jawabku seadanya.


Kristal menegakkan duduknya dan mendekatkan tubuhnya kepadaku, membuatku dapat merasakan aset pribadinya di dada ku.


Aku menarik kepalanya dan ******* bibirnya bahkan lidahku pun sudah berada di dalam mulutnya.


******* pelan Kristal terdengar membuat tanganku tak tinggal diam, aku buka kancing kemeja ketat yang Kristal kenakan.


Aku segera mencari apa yang aku inginkan membuat desahannya semakin terdengar di dalam ruangan kerjaku.


Sesaat aku melihat pintu ruanganku yang semula tertutup kini terbuka dan kembali tertutup. Aku melihat bayangan seseorang. Sarah.


BERSAMBUNG.


Maafkan untuk keterlambatan update ya, soalnya yang kasih vote dikit sih, ya kalo ada koin boleh lah di kasih tips, jadinya aku tambah semangat buat update. ❤️❤️❤️