
Sekitar 1 bulan kemudian, setelah selesai ujian tengah semester, mereka memilih berwisata ke pantai. Kondisi Yohan sudah membaik dan sedang pengobatan mandiri.
Mereka menumpangi mobil Haidar yang cukup untuk sekitar 4 orang, namun mereka memaksakan masuk 5 orang. Mobilnya dikendarai oleh Haidar.
Memang, Haidar belum memiliki SIM, namun ia tidak memperdulikannya karena perjalanannya juga tak terlalu jauh, hanya sekitar 3 jam. Jauh sih.
...****************...
6.10 AM
"Akhirnya sampai!" Semuanya keluar dari mobil dan langsung menuju hotel yang mereka pesan.
Karena datangnya jam 3 pagi, jadi mereka mempunyai banyak waktu untuk bersenang-senang.
......................
Mereka langsung menuju pantai yang sudah lumayan ramai orang.
Yohan menghirup udara segar di pagi hari sambil berjalan mendekati air laut.
"Akhirnyaa pertama kalinya kita main bareng kayak gini..!" Ucap Yandhi sambil meregangkan tubuhnya.
"Gimana Bang? Seru?" Tanya Marvin sambil tersenyum.
"Iya.. Gue harap nanti bisa main lagi kayak gini kita berlima.." Yohan tersenyum.
"Harus dong..!" Marvin dan Yohan tertawa.
"Luka lo udah gapapa?" Tanya Wilona mendekati Yohan.
"Udah sebulan lebih, cuma ngilu dikit aja.. Tapi jarang sih." Jujur Yohan.
"Ooh oke deh. Kita harus seneng-seneng hari ini! Gak boleh ada yang sedih-sedih..!!!" Wilona menarik Yohan dan Marvin menghampiri Haidar, Yandhi dan Sonya.
"Foto dulu..!" Seru Sonya dan mereka berswafoto.
"Sip!!"
Haidar digendong Yandhi dan Yohan lalu dilemparkannya ke laut.
Byuurr!
"Gila! Berat banget Haidar."
"AHAHAH" Yandhi dan Yohan tertawa puas.
"AWAS YA KALIAN!" Haidar bangkit dan mengejar mereka berdua.
Wilona dan Sonya bermain pasir seperti anak kecil.
"Ikutan dong!" Marvin menghampiri mereka dan ikut membuat istana pasir.
"Gabut ya, Vin?" Mereka bertiga tertawa.
"Tapi, gue bersyukur lihat Yohan bisa bahagia kayak gitu." Ucap Sonya tiba-tiba sambil tersenyum. Wilona dan Marvin teringat kembali saat mereka terjatuh sebulan lalu.
Marvin dan Wilona lantas menahan tawa.
"Iya, gue juga.. Sebelumnya Bang Yohan gak pernah kelihatan sebahagia ini." Sahut Marvin sambil tersenyum.
Wilona sudah tak sanggup menahan tawa, akhirnya ia tertawa dan membuat Sonya heran.
"Lo suka ya, sama Yohan?" Tanya Wilona dengan menaik-turunkan alisnya.
Pipi Sonya seketika langsung memerah.
"A-apaan" Sonya memalingkan wajahnya menahan malu.
"Sans aja Kak... Gapapa suka sama Bang Yohan, kasian dia jomblo terus." Goda Marvin membuat Sonya hanya diam.
"Sekalian temenin aja Bang Yohan, soalnya kayaknya dia juga suka sama Kak Sonya..." Marvin mengompori lagi.
"AWAAASSS"
Yandhi melompati istana pasir yang dibuat mereka dan berlari menjauh.
"Hadeuuh" Ujar mereka bertiga.
Yohan tertawa sambil berlari dan melihat Haidar di belakang, ia tak melihat ada mereka bertiga dan istana pasir.
"Awas Yohan!"
Gedubrak!
Alhasil Yohan terpeleset cetakan istana dan terjatuh
... menimpa Sonya.
Seketika Mereka berdua terdiam, saling tatap beberapa detik dan jantung mereka berdegup kencang.
Wilona dan Marvin tentu sangat terkejut. Mata mereka sampai berkaca-kaca karena terharu.
"AWAS YA LO YOHAAN, YANDHII" Namun teriakan Haidar membuyarkan mereka, seketika Yohan langsung menyingkir dan berdiri.
"MAAAF RA..!" Teriak Yohan dan lanjut berlari. Mereka suka memanggil Sonya dengan nama akhir seperti 'Ra' diambil dari kata 'Rafassya' karena memanggil 'Sony' atau 'Nya' agak aneh.
"Mau kemana?" Tanya Wilona.
"Main air,"
"Hmmm lo salting kan... Uhuy baru juga dibilangin HAHAHA" Wilona sangat heboh membuat Sonya semakin malu, seeee malu malunya.
"Udah Kak Wil, kasian Kak Sonya." Ucap Marvin dan Wilona berhenti tertawa.
"Udah-udah, plis Dar, capek gue.." Ucap Yohan ngos-ngosan dan mendudukkan dirinya diatas pasir.
"Aw!" Seru Yohan memegangi perutnya.
"Kenapa kenapa?" Tanya Yandhi mendekati Yohan.
"Nggak, ini lukanya lumayan ngilu."
"Lah iya Anjir gue lupa si Yohan baru sembuh. Gomennasai~" Ucap Haidar sambil menyatukan telapak tangannya tanda minta maaf.
"Dih, sok jepang. Hahaha canda canda." Ujar Yohan sambil tertawa.
"Main disana yuk, sama mereka." Tunjuk Yohan dan mereka bertiga menghampiri Sonya, Wilona dan Marvin.
Yohan mencipratkan air laut pada Marvin membuat Marvin terkejut.
"Bang..!" Marvin mencipratkan balik air laut, dan akhirnya mereka semua ikut perang air dan saling melemparkan ke air satu sama lain. Kecuali cewek-cewek.
......................
Dan, waktu telah cepat berlalu. Sekarang sudah senja, mereka akan menyaksikan matahari terbenam dahulu sebelum membersihkan diri dan pulang.
"Waah langitnya cantik." Ujar Sonya.
"Kayak kamu." Sonya terkejut mendengar kalimat itu, ternyata Yohan.
Yohan tertawa sedangkan Sonya tersenyum malu.
"Apa harapan atau keinginan kalian?" Tanya Haidar kepada semuanya.
"Gue harap gue bisa main gini lagi kapan-kapan." Ucap Yandhi.
"Gue harap Bang Yohan dan semuanya selalu bahagia!" Seru Marvin.
"Gue harap gue bisa bahagiain kalian semua," Ujar Wilona.
"Gue harap gue selalu ngehibur kalian!" Seru Sonya.
Yohan hanya diam memandangi matahari berwarna oranye yang mulai tenggelam perlahan.
"Han? Harapan lo apa?" Tanya Haidar.
"Gue.. Gue harap gue bisa hidup lebih lama, bahagiain keluarga, temen, selamanya berada disamping orang paling disayang, dan.. Gue harap gue juga bahagia selalu, gak kayak matahari itu.. Gue harap kebahagiaan dan kesenangan kalian juga gak tenggelam kayak matahari itu," Ujar Yohan diiringi senyuman dan tatapan yang sendu.
"Harapan awal lo kok gitu sih,, jangan gitu ah tatapannya.. Sedih tau!" Ujar Haidar saat melihat ekspresi Yohan.
"Ya.. Abis emang bener, gue pengen gitu."
"Intinya.. SEMOGA HARAPAN KITA TERLAKSANA DAN TERCAPAI!" Mereka semua berteriak lalu bertos ria.
Yohan menghampiri Sonya dan lumayan menjauh dari mereka.
"Ra." Ujar Yohan mendekati Sonya.
"Boleh gak gue jujur?" Tanya Yohan dan diangguki Sonya dengan senyumannya.
"Sebenernya, gue.."
"Suka sama lo."
Sontak Sonya terpaku dan pipinya memerah, jantungnya berdegup kencang.
"Gue.. Juga sebenernya suka sama lo," Ucap Sonya sambil tersenyum memperlihatkan giginya.
Dengan cepat Yohan memeluk Sonya dengan erat.
"Harapan gue dari dulu, pengen selamanya sama lo."
Sonya balik memeluk Yohan.
"Gue, pengen lo bahagia selamanya kayak hari ini.."
"Mau gak lo-"
"Tentu gue mau, gue pengen selalu disamping lo.. Sikap gue sama ke semua orang kan? Tapi sebenernya dari awal lihat lo, gue tau lo butuh sandaran dan teman buat cerita, akhirnya hari ini gue juga jujur perasaan gue ke lo," Keduanya meneteskan air matanya dan saling memeluk dengan tulus.
"Meski gue gak punya apa-apa, gue harap lo suka pelukan gue ini." Ujar Yohan.
"Gue sangat suka dan bakalan selalu suka, yang berhubungan dengan lo."
"Gue.. Bukan sekadar suka,"
"Gue cinta," Ucap mereka bersama diiringi matahari yang tenggelam.