YOHAN ALVARENDRA

YOHAN ALVARENDRA
Persiapan Festival



Disisi lain (perasaan Haidar dan yang sedang dilakukan haidar sekarang)


Haidar mencuci dan menjemur baju.


Haidar mengerjakan pekerjaan rumah.


Haidar jadi nyamuk jika mereka bertiga berkumpul.


Haidar gak diajak nimbrung.


"Seakan dunia milik berdua."


"Gini amat jadi kacang. Kacang mahal anjir!!" Sulut Haidar.


...****************...


"Maaf gue belum bisa jadi yang terbaik buat lo," Sonya menarik kepala Yohan menjadi lebih bersandar pada pundak Sonya.


"I wanna grow old with you Ra.." Gumam Yohan lalu Sonya memeluk Yohan dari samping dengan sebelah tangannya.


"Gue juga, gak tau kenapa ya kita jadi bucin gini hahaha. Tapi gue seneng banget, lo orangnya tulus banget gak peduli siapapun itu. Gue suka." Ujar Sonya.


"Mungkin jodoh," Sahut Yohan lalu mereka tertawa.


Earphone nya mereka lepas lalu volume hp Sonya dibesarkan. Lagu Westlife masih terputar dengan jelas, dihiasi suasana sunyi yang mendukung lagu nya.


"Lo gak usah meluk balik gue, gue pengen meluk lo aja hehehe." Ujar Sonya, dibalas senyuman Yohan.


"Waktu awal gue lihat lo sebenernya gue udah tertarik, terus waktu gue keciduk lihat foto lo aduh malu banget! Mana lo ngejar-ngejar gue." Yohan terkekeh mendengar Sonya bercerita masa dulu.


"Gue darisitu makin kayak suka aja gitu," Sonya sendiri sebenarnya malu hingga pipinya memerah.


"Udah deh gue malu sendiri." Lengan Sonya beralih merangkul Yohan.


"Gue pengen manjain lo." Sonya mencubit pipi Yohan sedangkan Yohan jantungnya berdebar.


"Hal yang paling gue suka adalah saat kita pelukan." Ujar Yohan tiba-tiba.


"Oh, oke!" Sonya memeluk Yohan dengan erat membuat Yohan lagi-lagi terkejut, Yohan memeluknya kembali diiringi senyumannya.


"Kita harus terus bersama ya Han.."


"Iya Ra.."


"Janji?"


"Janji,"


"Hangat..." Gumam Yohan. Sonya tiba-tiba merasa sedih.


Mereka berpelukan dengan mengubah posisi menjadi duduk sila diiringi lagu-lagu Westlife yang slow lumayan lama, tidak ada yang bersuara. Keduanya merasa nyaman saat berada dalam pelukan yang hangat itu.


Yohan mengecup pipi Sonya. Seketika pipi Sonya memerah. Yohan juga mengelus kepala Sonya.


"Gue makin cinta," Gumam Sonya tanpa sadar. Yohan tersenyum.


"Lo gak akan lupain gue?" Tanya Yohan disela pelukan.


"Hm? Kenapa nanya gitu? Nggak sih soalnya lo laki-laki yang care yang gue pernah temui. Lo juga satu-satunya laki-laki yang ngebuat gue nyaman aja gitu."


"Masa? Apa alesannya?"


"Gue curhat aja deh. Dulu gue punya pacar, awalnya ya baik, perhatian, cuma lama kelamaan gak tau punya cewek baru atau gimana dia tiba-tiba gak sopan sama suka maluin gue didepan umum. Sebenernya gue trauma sih sama cowok, cuma karena gue sekelas sama Yandhi dan dia cowoknya baik gue mulai terbuka lagi, dan ketemulah kalian."


"Dari awal gue udah mikir, 'Yohan suka gue?' gitu pikir gue karena lo kayak gugup gitu, dan lama-kelamaan gue mulai suka pas lihat lo senyum sama ketawa pertama kalinya, gue kayak berdebar aja gitu.. Makin kesini gue juga jadi suka lo deh, wkwk. Ngakak ya?"


"Nggak."


"Lo juga curhat dong,"


"Lo satu-satunya perempuan yang sikapnya ramah sama semua orang yang pernah gue temuin. Makanya gue suka pas lihat lo dari awal ketemu. Dan lo satu-satunya perempuan yang menarik perhatian gue, bisa dibilang cinta pertama? Udah cantik, sopan, semuanya deh."


"Meski kita bahasanya 'lo-gue' lo tetep ramah." Yohan terkekeh disaat ia mengucapkan kata 'lo-gue'.


Mereka berdua terdiam sejenak dan mengulum senyum tipis.


"Besok lo ultah ya... Aciee~" Sonya beralih memegang pundak Yohan dengan senyuman usil.


"Besok?"


"Iya ih masa gak inget!"


"Oh iya juga,"


"Masih muda loh.."


"Iya, lo lucu." Yohan memeluk Sonya kembali membuat Sonya terdiam.


Sonya tetap memeluknya kembali dengan senyumannya.


"Apa hubungannya coba?"


"Gak ada, gue pengen meluk lebih lama."


"Haha.. Iya deh!"


Mereka terlarut kedalam pelukan lagi, dan diiringi dengan lagu-lagu yang mendukung suasana.


So, I say a little prayer


And hope my dreams will take me there


Where the skies are blue


To see you once again, my love


Overseas, from coast to coast


Where the fields are green


To see you once again


My love


...****************...


Sekolah


"Oi! Lo udah jenguk Yohan?" Tanya Yandhi kepada Reyhan.


"Ha? Oh, udah kemarin-kemarin."


"Gimana keadaannya?"


"Udah bisa jalan lagi tapi masih pemulihan"


"Oo"


Seluruh warga sekolah menyiapkan berbagai macam hal untuk festival tahunan sekolah ini, sekaligus untuk kenaikan kelas 1 dan 2 juga kelulusan kelas 3.


Yandhi sebagai wakil ketua OSIS menjadi bagian yang dibutuhkan, semua yang ikut OSIS datang ke sekolah jam 6 pagi dan jam 6 sore baru pulang.


Ketos nya sedang membantu guru.


Karena besok festivalnya, maka hari ini merupakan hari tersibuk karena pagi ini menghias harus sudah selesai dan langsung bersih-bersih.


Wilona dan Reyhan termasuk anggota OSIS juga, kecuali Marvin karena masih kelas 1.


"INI DIMANA PAK WAKOS*?!" Teriak beberapa siswa kepada Yandhi.


Wakil OSIS*


"ITU BUAT DISANA! HIAS YANG RAPI YA!"


"SIYAP PAK WAKOS!"


"Aduh.. Jadi wakos rese juga.." Gumam Yandhi.


"HIASNYA GIMANA PAK WAKOS?!"


"KREATIF SENDIRI YA! BELAJAR. MWEHEHE"


"YAAAHH YAUDAHLAH KALO JELEK JANGAN SALAHIN KITA!"


"IYAAA"


"Ekhem.. Lama-lama suara gue ilang." Gumam Yandhi dengan suara serak sambil memegang lehernya.


"Nanti jenguk Yohan yok!" Wilona muncul tiba-tiba sambil menepuk Yandhi membuat Yandhi terperanjat.


"HAH! Lo ngagetin!"


"Hehe.. Suara lo serak."


"Ayo. Kita langsung aja biar gak mager kalo udah balik kerumah."


"Oke!"


"Apanih apanih?" Tanya Marvin menghampiri mereka.


"Mau jenguk Yohan nanti."


"Ikuuut!"


"Gaslah kita rame-rame!"


"Oi! Reyhan! Mau ikut jenguk Yohan?"


"Ha? Oh ayo."


"Oke oke hari ini kita kerahkan semua tenaga buat selesein ngehias ni buat festival, nanti baliknya ke rumah Yohan!" Seru Yandhi.


"SIYAP!" Teriak mereka bertiga.


"YO SEMUANYA KITA BERESIN HARI INI!!" Teriak Yandhi sangat kencang, semua siswa kembali bersemangat dan bekerja keras.


...****************...


"BAAANG!!!!" Marvin berhambur menyerbu Yohan dan langsung memeluknya.


Yohan hanya tertawa sambil mengacak rambut Marvin.


"Kalian bukannya sibuk?" Tanya Yohan.


"Baru kelar, besok festivalnya. Lo mau dateng?" Tanya Wilona.


"Gak tau, gimana besok." Jawab Yohan.


"Gimana kabarnya?" Tanya Reyhan.


"Baik." Yohan tersenyum.


"Duduk dulu, ntar Sonya lagi siapin minuman."


"Btw kalian udah kayak keluarga." Celetuk Yandhi dan langsung digaplok Haidar.


"Jangan ngomong sembarangan lo ye!"


"Kalem bro, ngegas amat!"


"Udah jadi..!" Sonya membawa nampan berisi minuman.


"Waah pas banget lagi gerah!"