YOHAN ALVARENDRA

YOHAN ALVARENDRA
Malam yang Indah



8.00 PM


"Gue balik, ya." Ujar Yandhi. Mereka sehabis bincang-bincang sedari jam 6 sampai saat ini.


"Gak kerasa udah jam segini." Ujar Reyhan.


"Gue juga pulang," Ujar Wilona.


Mereka semua berdiri dari sofa.


"Kita pulang dulu yaa!!" Seru Yandhi menepuk pundak Yohan.


"Eh iya harus ke sekolah lagi!" Seru Wilona tiba-tiba.


"Oh iya anjir!"


"Nasib jadi OSIS" Reyhan menghela napas.


"Kenapa? Malem-malem?" Tanya Sonya.


"Iya, jadi nanti dimulainya tepat jam 12 malem kan tau kali kalian juga." Jawab Wilona.


"Oh iya lupa."


"Dateng ya besok kalo mau!! Kayaknya bakal seru!" Seru Wilona.


"Oke bye, ketemu lagi besok!"


"Happy birthday Yohan!" Seru mereka bertiga lalu keluar dari rumah Yohan.


"Eh Vin? Gak pulang?" Tanya Haidar karena Marvin masih terdiam.


"Gue nginep ya bang!" Yohan hanya mengangguk.


"Ke balkon yok!" Ajak Haidar dan diangguki mereka berempat.


****************


"4 jam lagi hari berganti ya.."


"Seger banget disini,"


"Suasananya bagus."


Mereka sedang duduk di kursi panjang balkon.


"Btw Han, yang ruangan satunya lagi sebelah ruangan ini apa? Gak ada jendela kedalemnya? Kayak terbuka juga" Tanya Haidar sambil menunjuk ke kanan. Karena memang lantai atas rumah Yohan terlihat 2 ruangan, 1 balkon dan 1 nya lagi tidak ada jendela menuju ruangan itu namun ruangan itu sama-sama terbuka.


"Taman," Jawab Yohan singkat.


"Mau kesana?" Tanya Yohan dan ia berdiri.


"Ayo."


Mereka semua beralih ke ruangan sebelaj yang dibatasi tembok.


"Woaah. Beneran taman!" Seru Marvin hingga matanya berbinar.


"Berasa di hotel wkwk." Sahut Haidar.


"Bagus..." Gumam Sonya tersenyum.


Ukurannya lebih besar dari balkon sebelah. Disini terdapat karpet rumput sintetis, kursi taman, ayunan panjang, ayunan rotan, dan beberapa tanaman pot.


"Setel lagu ya?" Tanya Yohan dan diangguki mereka. Yohan segera menghampiri speaker yang berada di meja diujung pembatas lalu menyalakannya, memutar musik yang ia sukai adalah lagu-lagu Westlife.


"Lo suka Westlife ya?" Tanya Haidar dan diangguki Yohan. Haidar memandang Yohan khawatir.


When I am down and, oh my soul, so weary


When troubles come and my heart burdened be


Han.. Jangan dulu ya? Batin Haidar.


"Tiduran disana yok!" Ajak Sonya menunjuk karpet rumput yang luas.


Mereka berbaring diatas rumput sintetis dengan memandangi langit malam yang indah.


Then, I am still and wait here in the silence


Until You come and sit awhile with me


"Bagus juga lagunya," Ujar Haidar, sedangkan Yohan hanya tersenyum.


Tak lama kemudian Marvin duduk membuat yang lain ikut duduk.


"Kenapa Vin?" Tanya Haidar.


"Main kembang api yok!" Ajak Marvin.


"Emang ada?" Tanya Sonya.


"Tadi gue beli karena gabut."


"Oo yaudah kalo gitu langsung aja."


Marvin mengambil kembang api kawat yang ukurannya lumayan besar dan isinya banyak. Ia membagikannya kepada mereka semua.


"Mulai ya.." Mereka menyalakan kembang api masing-masing bersamaan, warna percikan api berwarna oranye yang indah mulai keluar.


You raise me up, so I can stand on mountains


You raise me up, to walk on stormy seas


Mereka tertawa lepas dan mengangkat tangan mereka keatas, menggoyangkannya sampai habis ke ujung sumbunya.


I am strong, when I am on your shoulders


You raise me up to more than I can be


Haidar diam-diam selalu menatap Yohan, ia khawatir.


Haidar menggelengkan kepalanya dan berusaha berpikir jernih.


"Kalau ada Yandhi sama Wilona pasti lebih rame! Nasib mereka OSIS hahaha." Seru Haidar.


"Oh! Sama Reyhan juga! Belum deket banget kita.." Tambah Haidar.


"Iya kalo ada mereka pasti lebih rame!" Marvin tak kalah semangat.


Mereka berdua menikmati suasana malam ini dengan keheningan, diiringi lagu-lagu pilihan Yohan yang mendukung.


Sesekali mereka memainkan hp nya seperti sekarang. Yohan pun mengetik di hp nya.


"Eh! Fotbar yuk!!" Ajak Sonya membuat mereka bertiga menoleh.


"Oh iya!! Ayo!!" Seru Haidar.


"Tar gue bawa dulu tripod nya." Ujar Sonya dan beranjak untuk mengambil tripod miliknya.


"Oke! Pertama di kursi ini."


Mereka berpose dengan merangkul satu sama lain. Meski hanya Sonya perempuan sendiri, ia tak pernah merasa takut ketika berada diantara mereka. Malah merasa nyaman.


"Oke kita selfie!" Sonya mengambil tripodnya melipatnya membuatnya menjadi tongsis.


Kini mereka berpose peace.


"Di ayunan!"


"Di rumput!"


"Sambil main kembang api!"


"Tiduran!"


Setelah selesai foto-foto, mereka merekam video ketika mereka berbaring kembali keatas rumput sambil tertawa saat ini.


****************


11.50 PM


"Kita kebawah dulu ya..!" Ujar Haidar dengan senyum usil sambil mendorong Marvin.


"Ha? Oke!!" Teriak Sonya.


Kini tersisalah Yohan dan Sonya berdua. Mereka saling tatap selama beberapa detik lalu Sonya berkata.


"Yohan, bertahan... lah." Suara Sonya bergetar. Yohan tersenyum kecut.


Flashback on


Yohan di Scan lagi menggunakan CT Scan saat pemberian kemoterapi kedua.


"Tumor ganasnya bertumbuh sangat cepat, sudah hampir sampai batang otak. Mungkin ini kemoterapi terakhir, maaf saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi."


Gak. Gak mungkin!


Kemarin masih baik-baik aja, Sonya menatap layar hasil CT Scan Yohan.


"Mungkin hidupnya hanya sekitar... Beberapa bulan lagi,"


Haidar dan Sonya sangat terkejut apalagi Yohan. Sedari tadi ia hanya diam menatap kosong monitor.


Dokter Aris pun merasa iba. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa.


"M-makasih penjelasannya, Dok." Mereka berdiri hendak keluar.


"Maaf, kami sudah berusaha mengobati pasien." Ujar Dokter Aris.


"Anda tidak salah, terimakasih selama pengobatan Yohan ditangani oleh Anda." Haidar sedikit membungkukkan badannya. Mereka pun pulang, selama di perjalanan tidak ada yang berbicara hingga Yohan bilang ingin mengunjungi Alvarendra.


Flashback off


Yohan duduk diatas ayunan panjang.


"Sini." Ujar Yohan pelan kepada Sonya. Sonya ikut duduk disamping Yohan sambil menatap langit.


Lagu Westlife terputar dengan jelas menambah suasana diiringi angin sepoi-sepoi.


But if I let you go, I will never know


What my life would be holding you close to me


Will I ever see you smiling back at me


(Oh yeah) how will I know if I let you go?


Yohan menyandarkan kepalanya ke pundak Sonya. Sonya mengelus kepala Yohan perlahan, ia menahan air matanya agar tidak keluar.


"Gue.. Gak mau lo pergi, lo orang yang paling gue sayang! Gue jujur aja lo orang terbaik Han."


"Gak ada orang yang bisa gantiin lo."


"Sekarang lo nambah umur."


Tepat pukul 12 malam, kembang api yang berasal dari festival sekolah terlihat jelas.


"Selamat ulang tahun, Yohan." Yohan tersenyum lalu memejamkan matanya—untuk selamanya.