When The Evil Fall In Love

When The Evil Fall In Love
Bab 38. Akhir Seorang Raja



"Tidak mungkin!!" Warni tampak tercengang melihat Angel yang tiba-tiba memiliki sayap


Ia segera melesat dan menebaskan pedangnya kearah gadis itu.


"Huuaaa!"


*Jraasshhh!!


Warni terlihat kesal saat tebasan pedangnya meleset. Sementara itu Angel terlihat masih kaku dalam menggerakkan sayapnya. Gadis itu berusaha sebaik mungkin mengatur sayapnya agar bisa seimbang.


"Cih, ternyata hanya seekor burung yang sedang belajar terbang, baiklah mari kita akhiri saja pelajaran terbang pertama mu!" seru Warni menghunuskan pedangnya kearah gadis itu


"Bagaimana ini, aku belum bisa membaca arah angin dan aku belum bisa mengendalikan sayapku, jika begini aku bisa mati di tangan guru killer itu,"


"Hiaatt!!"


Seketika Angel membulatkan matanya saat melihat Warni kembali mengayunkan pedangnya kepadanya.


*Grep!!


Seorang pria segera menangkap tubuhnya dan membawanya terbang.


"Aryo Zagan???" ucap gadis itu terkesima saat melihat lelaki tampan itu menyelamatkannya.


"Wah aku benar-benar terpukau, kita seperti sedang syuting film fantasi, dimana seorang superhero sedang menyelamatkan wanita yang dicintainya," ucap gadis itu menelan salivanya saat melihat wajah tampan Zagan dari dekat.


"Berhentilah bermimpi dan sembunyikan sayapmu!" seru Aryo kemudian menurunkannya


"Benar-benar pria jahat!" gerutu Angel


Aryo segera menghampiri Warni dan menghunuskan pedangnya kepada wanita itu.


"Apa kau yakin bisa membunuhku?"


"Tentu saja, semua sudah berubah, aku bukanlah seorang Zagan yang dulu lagi," jawab Aryo


"Kita lihat saja Pangeran?" jawab Warni mengejeknya


Wanita itu melempar kelopak mawar hitam kearahnya. Seketika beberapa mahluk mengerikan bermunculan menyerangnya.


"Dasar penyihir!"


Lelaki itu langsung menebaskan pedangnya kearah musuh-musuhnya hingga berjatuhan satu persatu.


Saat melihat Aryo sedang sibuk menghadapi para monster tiba-tiba Warni menikamnya dari belakang.


"Sekarang matilah kau Iblis," ucapnya menyeringai


Melihat Warni akan menghunuskan pedangnya untuk kedua kalinya, Angel segera mengepakkan sayapnya dan menyambar tubuh Aryo.


Wanita itu membawa pria itu untuk menyelamatkannya .


Warni segera mengejarnya, dengan kekuatan sihirnya ia berusaha menyerang Angel.


Beruntung gadis itu sudah bisa mengendalikan sayapnya hingga bisa melarikan diri darinya.


Ia membawa Aryo ke rumahnya.


"Turunkan aku," ucap Aryo ketus


Angel segera menurunkan pria itu dan membantu memapahnya.


"Lepaskan tanganmu, aku bisa berjalan sendiri," imbuhnya


Pria itu kemudian merebahkan tubuhnya di sofa.


Melihat darah Aryo yang terus mengucur membuat Angel segera membalut lukanya.


"Kau tidak perlu melakukan semua ini, aku bukan manusia yang perlu pengobatan jika sakit. Seorang Iblis tidak akan mati kecuali di tangan manusia setengah Iblis jadi jangan panik. Sebentar lagi aku pasti akan pulih," ucap Aryo


"Tapi tetap saja, lukamu harus diobati," jawab Angel


"Sebaiknya aku segera pergi dari sini, aku tidak mau membuatmu celaka,"


Aryo segera bangun dan keluar dari rumah itu. Saat ia berada di depan rumah Warni tersenyum menunggunya.


"Jadi dia benar-benar ingin membunuhku!" seru Aryo


Wanita tua itu merangsek maju menyerang Aryo. Lelaki itu berusaha menghindari serangannya.


"Dengan kemampuan bertarung Bu Warni, mustahil Aryo bisa mengalahkannya. Apalagi dia sedang terluka. Apa aku harus memberitahu Riana?"


Gadis itu kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya tersebut. Namun berkali-kali ia menghubungi wanita itu, tetap tak ada jawaban darinya.


"Ah kenapa lama sekali ia menjawabnya,"


"Braaakkk!!"'


Seketika Angel terkejut saat melihat


Arya terhempas di depannya dengan luka sayatan di beberapa tubuhnya.


"Sekarang saatnya aku mengirim mu kembali ke Neraka!!"


Seketika darah segar menyembur saat seorang pria menghujamkan pedangnya ke punggung Warni.


"Kau???"


Wanita itu benar-benar tak mengira jika Raja Iblis akan bangkit lagi.


"Bagaimana bisa kau bangkit lagi, siapa yang sudah membangkitkan dirimu?" tanya Warni


"Tentu saja seseorang yang ingin menyelamatkan keturunannya," jawab Raja Iblis kemudian mencabut pedangnya.


*Arrghhhh!!!


Warni terjatuh di tanah sembari memegangi benda pusakanya.


Melihat Warni menyembunyikan sesuatu membuat Raja Iblis penasaran. Ia kemudian mengambil sebuah jimat yang dipegang oleh Warni meskipun wanita itu berusaha mempertahankannya.


"Kembalikan padaku, jangan pernah menyentuh batu itu, kembalikan padaku!" seru Warni


Namun Raja Iblis tak mendengarkan kata-katanya dan semakin penasaran dengan batu itu.


"Melihat kau begitu gigih mempertahankan batu ini. Aku yakin ini bukan batu biasa," ucap Raja Iblis


"Itu adalah batu yang dipakai bangsa vampire untuk menciptakan Demon Witch. Sebaiknya kau berikan batu itu padaku, karena orang seperti dirimu tidak akan pernah bisa mengendalikannya!" seru Lasmini


"Benarkah??" jawab Raja Iblis terlihat meremehkan Lasmini


"Tentu saja, sudah puluhan tahun aku mencari batu itu, dan sekarang aku berhasil menemukannya. Cepat berikan padaku, aku yakin jika aku menghancurkannya maka kau dan bangsa vampire akan bisa hidup rukun seperti dulu lagi. Dan manusia juga bisa hidup tenang tanpa gangguan dari kalian," tutur Lasmini


Raja Iblis berjalan mendekati wanita itu, Lasmini tampak senang saat melihat Raja Iblis masih menurut padanya.


Namun seketika senyumnya menghilang saat melihat Raja Iblis tak memberikan batu itu padanya.


"Sepertinya aku bukan tipe lelaki yang suka diperintah atau di tekan terlebih oleh seorang manusia seperti dirimu. Aku memilih untuk tidak memberikan batu ini karena aku merasa aku lebih berhak memilikinya karena aku yang menemukannya," ucap Raja Iblis


"Raja Iblis!" seru Lasmini


"Kenapa kau begitu marah?" tanyanya tanpa rasa bersalah


"Apa kau lupa aku yang sudah membangkitkan dirimu. Aku sudah mengatakan padamu kalau aku akan membunuhmu jika kau mengkhianati ku," jawab Lasmi


"Wah kau benar-benar menakutkan, apa aku harus takut padamu?"


"Tapi sayangnya, sudah menjadi karakter seorang Iblis yang selalu ingkar janji, jadi jangan salahkan aku Nyai," ucap Raja Iblis menyeringai


Geram dengan pengkhianatan Raja Iblis Lasmini kemudian menyayat lengannya dan mengucurkan darahnya ke keris pusakanya.


Melihat hal itu Raja iblis berusaha menyerangnya lebih dulu.


"Sampai kapanpun kau tidak akan bisa membunuh ku, karena aku yang sudah membangkitkanmu dan hanya aku yang bisa mengendalikanmu sekarang. Bersiaplah untuk kembali ke neraka!" seru Lasmini


Wanita itu kemudian menghunuskan kerisnya kearah Raja Iblis hingga pria itu seketika roboh dihadapannya.


"Ayah!" seru Aryo begitu terkejut saat melihat ayahnya tewas


Darah Raja Iblis mengalir deras hingga membasahi batu yang digenggamnya.


Mencium aroma darah Iblis seketika membuat Warni langsung membuka matanya.


Wanita itu tersenyum bahagia melihat sang Raja yang sudah tiada.


"Sukmaning anak agung sing bakal dadi Raja langit lan Neraka. Ngumpulana kene ana umahku. Kembang mawar sing dadi panjalukmu, wangi ayu koyo rupane buyutmu. Ndang gagea teka cah bagus, balasono loro atiku marang dulurmu, mreneo....mreneo,"


Wanita itu mengambil kelopak mawar yang masih tersisa di saku bajunya dan melemparnya ke angkasa.