When The Evil Fall In Love

When The Evil Fall In Love
Bab 24. Jadikan aku vampire



Riana terkesiap menatap Aleta duduk ada di dalam mobil.


"Bagaimana dia bisa ada di sini?" tanya Riana


"Tidak usah kaget, di dunia manusia semuanya bisa beres hanya dengan uang jadi mudah saja bagi kami untuk mengeluarkan Aleta," jawab Gagah


Riana semakin terkejut saat melihat seorang anggota dewan bersama mereka.


"Halo, kau pasti Riana, benar-benar mirip bagai pinang di belah kapak," sapa seorang pria tersenyum menatap Riana


"Apa benar Anda Politikus Armando Adiguna?" tanya Angel berseri-seri


"Sepertinya wawasan kebangsaan mu cukup bagus ," jawab Armando memuji Angel


"Itu karena aku memang mengidolakan Bapak," jawab Angel malu-malu


"Wah bahagianya aku punya fans secantik kamu," jawab Arman membuat Angel semakin tersipu-sipu


"Ah Bapak bisa aja," sahut Angel


"Kebiasaan kalau lihat cowok ganteng suka alay, stop deh capernya!" cibir Aleta


"Sirik aja lo Al!" sahut Angel


"Bagaimana Om bisa tahu namaku Riana?"


Armand segera menoleh kearahnya dan memberikan liontin hati yang berisi gambar Riana Antoinette kepadanya.


"Buka saja," tegasnya


Riana langsung membuka liontin itu dan terkesiap melihat sosok wanita yang selama ini selalu muncul dalam visinya.


"Apa dia Riana Antoinette?"


"That's right baby," jawab Armando


"Apa Om juga seorang vampire?" tanya Riana menyipitkan matanya


"Benar sekali, kalau ada seorang manusia yang dekat dengan Gagah dan Aleta tentu dia bukan manusia," jawab Arman


"Tapi aku manusia Om," sahut Angel


"Kata siapa, kau adalah seorang Angel bidadari tercantik yang tak memiliki sayap," tukas Arman membuat wajah Angel memerah


"Om bisa saja,"


"Apa kau mau memiliki sayap?"


"Memangnya bisa Om?" tanya Angel


"Tentu saja, apa yang tidak bisa dilakukan oleh Arman," jawab pria itu


Ia kemudian menjentikkan jarinya dan dalam sekejap Angel merasakan tubuhnya gatal.


Semua orang terkesiap saat melihat sebuah sayap mulai tumbuh di punggung gadis itu.


"Wah beneran aku punya sayap, terus gimana ini. Bagaimana kalau orang-orang curiga padaku!" seru Angel tampak panik


"Seorang keturunan bangsa Valkyrie pasti akan bisa mengendalikan sayapnya," jawab Arman


Aleta terkesiap mendengar penuturan pamannya. Ia tak menyangka jika Angel yang manja dan menyebalkan adalah seorang reinkarnasi bangsa Valkyrie.


"Apa yang kau katakan itu benar paman?" tanya Aleta memastikan bahwa ia tidak salah dengar


"Hanya bangsa Valkyrie yang memiliki sayap, kau tahu itu kan," jawab lelaki itu singkat


Sementara itu Angel terus berusaha untuk menyembunyikan sayapnya yang terus mengembang.


Sementara itu melihat Riana yang semakin memucat membuat Gagah langsung mengambil kotak P3K dan mengobati lukanya.


Pria itu bahkan dengan telaten membalut luka gadis itu agar darahnya berhenti mengalir.


"Ah sial, darah Riana membuat ku hampir mati!" seru Armando menahan insting vampirenya yang ingin menghisap darah gadis itu.


Lelaki itu kemudian menarik Riana dan menatapnya tajam.


" Meskipun kau sudah menjadi manusia kenapa tatapan matamu masih saja menyeramkan!" gerutu Armand


Melihat hal itu Gagah langsung menghajar Armando hingga pria itu langsung terlempar keluar dari mobil.


*Brakkk!!


*Ciit!!


Seketika sang sopir menghentikan mobilnya.


Aleta terlihat begitu kesal saat melihat sikap Gagah yang langsung menghajar Armand hingga terlempar keluar dari mobil.


"Apa yang kau lakukan, apa kau sudah gila hingga ingin membunuh pamanmu sendiri!" hardik Aleta


"Aku tak mau melihat dia menyakiti Riana ku," jawab Gagah membuat Aleta semakin kesal


"Cih, kenapa dari dulu kau selalu mengutamakan gadis itu tanpa memikirkan nasib keluarga mu yang tersiksa karena hubungan kalian. Apa kau pikir Paman Arman akan menyakiti Riana?. Jangan konyol, justru kau yang bisa membunuh aku dan paman jika terus membiarkan darah Riana terus mengalir!" seru Aleta


"Aku sudah berusaha menghentikannya dengan membalut lukanya,"


"Dasar bodoh, apa kau tiba-tiba berubah bodoh saat bersama gadis itu. Kau tahu darah Riana tidak akan berhenti hanya dengan dibalut kain kasa, tapi lukanya akan menutup jika di taburi bubuk ajaib milik bangsa vampire karena luka yang dialami Riana bukanlah luka biasa, apa kau mengerti sekarang!" jawab Aleta kemudian keluar dari mobil dan membanting pintu.


Sementara itu Angel keluar lebih dulu dan membantu Armando bangun.


"Terimakasih my Angel," jawab Pria itu kemudian merapikan penampilannya dan kembali masuk kedalam mobil.


"Sudahlah jangan bertengkar, aku tahu Gagah tidak sengaja melakukannya. Begitulah perasaan para pecinta jika melihat kekasihnya terluka, ia akan melakukan apapun untuk menyelamatkannya," tandas Armando


Pria itu kemudian meminta Aleta kembali masuk kedalam mobilnya.


Gadis itu masih terlihat kesal meskipun Arman sudah memberikan pengertian kepadanya.


Sementara itu Riana mulai menggigil dan merancau. Hal itu membuat Gagah segera melepaskan jubahnya dan memakaikannya kepada hadis itu.


Karena Riana masih terus menggigil kedinginan, ia kemudian memeluknya membuat Aleta semakin kesal melihat keromantisan pria itu.


"Gagah sweat banget sih, andai aku juga punya cowok kaya kamu," ucap Angel


"Sebaiknya jangan karena manusia dan Vampire tidak akan pernah bersatu jadi carilah pasangan dari Bangsa manusia. Aku yakin sebentar lagi kamu akan menemukannya," jawab Arman


Mobil pun berhenti tepat di depan rumah Lasmini.


Gagah segera menggendong Riana.


Lasmini segera membukakan pintu dan menyuruh Gagah membaringkan Riana di kamarnya.


"Kau pasti manusia pilihan yang dipilih Riana untuk merawatnya," ucap Armando menghampiri wanita itu


"Aku tak mengira jika di parlemen ternyata ada mutan seperti mu," jawab Lasmini kemudian bergegas meninggalkan Armando


"Wah yang benar saja, masa vampire tampan seperti ku di bilang mutan. Berani sekali dia!"


Arman segera menyusul Lasmi menuju kamar Riana.


Pria itu kemudian menghentikan langkahnya saat melihat Lasmi sedang mengobati Riana. sering terkejut saat melihat pengobatan Riana yang terlihat ekstrim dan tak biasa baginya.


"Jadi begini cara manusia mengobati pasien yang terluka?" ujar Arman memperhatikan Lasmi yang sedang mengobati Riana


"Apa kau juga seorang tabib?" tanya Lasmi


"Ribuan tahun yang lalu orang-orang memanggil ku seperti itu, tapi aku tak pernah merasa diriku adalah seorang tabib," jawab Arman


"Kalau kau bukan tabib bagaimana kau bisa mengobati bekas tusukan cucuku?" Lasmi tampak menatap lekat pria di hadapannya itu.


"Itu karena aku tak mau menyakitinya, aku tak mau kembali menjadi drakula pemangsa manusia saat melihat darahnya. Itulah sebabnya aku menebarkan bubuk ajaib vampir padanya,"


"Terimakasih banyak sudah menyelamatkan cucuku," jawab Lasmi


Wanita itu kemudian Arman dan yang lainnya untuk makan siang di rumahnya.


"Wah makanannya enak sekali, terima kasih banyak Lasmi, lain kali aku pastikan akan mampir lagi untuk makan siang di rumahmu," tutur Arman


"Silakan saja," jawab Lasmi kemudian mengantar mereka


Saat mereka hendak pulang dan memasuki mobilnya tiba-tiba Riana bangun dan mengejar Gagah.


"Gigit aku dan jadikan aku Vampire," ucap gadis itu membuat semua orang seketika tercengang mendengarnya