
*Grep!!
Warni menarik kaki sang polisi dan menahannya.
"Jangan pergi!"
"Jangan takut, aku sudah menghubungi ambulance untuk membawamu ke rumah sakit," jawab polisi itu kemudian melepaskan tangan Warni
Keduanya kemudian naik keatas untuk menangkap pria itu.
"Itu dia!" seru sang polisi kemudian mengejar Aryo.
Lelaki itu menghentikan langkahnya dan menoleh kearah kedua polisi yang berada di belakangnya.
Seketika kedua polisi itu berjalan mundur saat melihat wajah Aryo yang dipenuhi dengan otot merah yang nampak terlihat di wajah pucatnya. Bola matanya seketika menghitam membuat lelaki itu terlihat semakin menyeramkan.
"Hantu!!" seru keduanya mencoba kabur
Namun Arya langsung menarik bahu keduanya dan segera melemparnya ke dinding kelas.
*Bruughh!!
Melihat keduanya masih bergerak membuat Aryo kembali mendekati mereka dan mencabik-cabiknya menggunakan kuku-kukunya yang tajam.
Sementara itu di kediaman Lasmi, Riana yang tertidur diatas peti mati Raja Iblis seketika terbangun saat mendapatkan visi yang menyeramkan.
Ia segera keluar dan menyalakan sepeda motornya menuju ke sekolah.
Setibanya di sana ia segera berlari menuju ke lantai dua. Wajahnya seketika berubah pias saat melihat Aryo sedang menikmati organ dalam dua orang polisi yang sudah di bunuhnya.
"Jadi kau pelakunya!!" Ia menutup mulutnya dan berjalan mundur saat melihat sosok menyeramkan Aryo Zagan.
"Semua ini karena mu, aku sudah memperingatkan mu lebih dulu tapi kau tidak mendengarnya. Jadi jangan salahkan aku!" serunya kemudian menghampirinya.
"Jadilah istriku maka semuanya akan berakhir," ucap pria itu mengulurkan tangannya
*Klak...klak...klaakk!!
Terdengar suara burung gagak berterbangan diatas atap sekolah.
Aryo menatap gerhana bulan merah dari balik jendela.
"Sudah terlambat!" pria itu segera menyeret Riana saat melihat asap hitam tiba-tiba berterbangan mendekat kearahnya.
*Prangg!!!
Aryo segera menutupi wajahnya Riana saat sesosok mahluk tinggi besar menerobos masuk dari kaca jendela.
"Monster apa itu??" ucap Riana membelalak melihat sosok monster di depannya
Aryo segera mengeluarkan pedangnya dan menguhuskannya kearah makhluk itu.
*Arrghhhh!!
Terdengar suara jeritan suara sang monster saat Pedang Aryo berhasil menembus dadanya.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan saat sang monster lengah. Aryo Zagan segera melompat dan melepaskan tendangan melintang kearahnya.
*Buugghh!!
Aryo segera melompat dari jendela mengejar sang monster yang jatuh.
Dengan wajah bengisnya ia kemudian menebaskan pedangnya ke tubuh sang monster hingga terbelah menjadi dua.
Riana segera turun untuk melihat kondisi Aryo dan sang monster.
"Sekarang sudah terlambat, mereka sudah datang!" ucap Aryo menatapnya nanar
"Siapa mereka??" tanya Riana
"Kau tahu kenapa kau tidak berubah menjadi Vampire padahal kau sudah digigit olehnya?" tanya Aryo
Riana hanya menggelengkan kepalanya.
Aryo kemudian menarik pinggang gadis itu.
Ia mengusap wajah gadis itu dan seketika Riana terkejar saat dirinya berada di medan pertempuran.
Gadis itu melihat betapa dirinya Begitu akur dengan Aryo Zagan dan saling bahu membahu menghabisi para musuh-musuhnya.
"Dulu kau dan aku selalu menjadi garda terdepan dalam membatasi ras Iblis lain yang ingin menguasai kerajaan kita. Ayah menjadikan mu sebagai panglima perang karena hanya kau yang memiliki kekuatan terkuat untuk menghancurkan para Ras Monster Iblis. Ras Demon Witch adalah ras paling berbahaya dan sangat sakti yang diantara para Iblis. Mereka membantai semua Ras Iblis untuk menguasai dunia kegelapan. Ras Demon Witch diciptakan oleh bangsa vampire untuk membalas dendam kepada bangsa Iblis. Itulah alasannya kenapa ayah tidak menyetujui hubungan mu dengan Gagah dan berusaha menghancurkan ras vampire. Karena sampai kapanpun juga vampire dan Iblis tidak akan pernah bisa bersatu," terang Aryo Zagan
"Lalu kenapa mereka datang lagi ke dunia ini dan apa hubungannya denganku?" tanya Riana
"Karena kau yang memancing mereka?" jawab Aryo membawa Riana kembali ke sekolah
"Apa maksudmu?"
"Darah manusia mu sudah bercampur dengan darah vampire itu lah yang membangkitkan mereka. Kau sudah membunuh ayah jadi sekarang aku yang bertugas menjaga mu dari amukan Ras Demon Witch," jawab Aryo
"Lalu kenapa kau membunuh orang-orang yang tak bersalah itu!" seru Riana
"Agar kau segera sadar dan segera kembali bersamaku," jawab Aryo
"Jika kau memanggil Raja Iblis ayah, berarti kau adalah saudaraku, lalu kenapa kau ingin menikahi saudaramu sendiri?"
"Sudah menjadi tradisi Ras Iblis untuk menikahi saudara kandungnya demi menjaga keturunan mereka agar tidak punah. Jika kau yang sekarang menjadi manusia menikahi aku yang seorang Iblis maka kau akan menjadi manusia setengah Iblis yang bisa menghabisi Ras Demon Witch," jawab Aryo
Riana tiba-tiba melihat ketulusan di mata Aryo Zagan. Meskipun ia tahu lelaki itu adalah seorang psikopat namun ia yakin semuanya dia lakukan demi menyelamatkan Ras Iblis.
"Sejak kapan kau hidup dalam tekanan seperti ini. Harusnya kau menceritakan padaku lebih awal, mungkin aku bisa memberikan bahuku untuk bersandar," ucap Riana kemudian memeluk pemuda itu.
"Maafkan aku Saudaraku, harusnya aku lebih peka," imbuhnya kemudian menepuk-nepuk pundak Zagan.
****
Pagi harinya Riana mendengar jika Angel sudah siuman dari orang tua Angel.
Gadis itu buru-buru datang ke rumah sakit untuk melihat kondisinya.
Setibanya di rumah sakit ia melihat seorang petugas medis memindahkan seorang pasien ke ruang perawatan.
"Bu Warni??" Ia kemudian mengikuti petugas medis itu untuk memastikan apa benar pasien itu adalah Bu Warni.
Ia tak bisa masuk ke dalam karena seorang dokter melarangnya.
"Selain pasien dilarang masuk, sebaiknya kau tunggu saja di sini sampai pemeriksaan selesai," ujar sang dokter
"Baik,"
Saat melihat dokter itu keluar dari ruang perawatan Bu Warni, Riana langsung menghampirinya.
"Bagaimana keadaannya ?" tanya Riana
"Kondisinya sudah membaik meskipun semalam ia sangat kritis," jawab sang dokter
Riana kemudian masuk ke ruangan itu dan menghampiri Warni yang tengah memainkan ponselnya.
"Apa yang terjadi padamu semalam?" tanya Riana
"Bukankah kau bisa menerawang, kenapa kau tidak melihatnya dari lenganku?" jawab wanita itu sinis
"Entahlah, aku tidak bisa melihat apapun saat memegang tanganmu," jawab Riana
"Semalam, saat aku dan Bu Widya sedang mencari bukti siapa pembunuh siswa kelas X, kakakmu datang dan mencoba membunuh kami. Untungnya aku masih bisa selamat tapi sayangnya Bu Widya tewas di tangannya," jawab Warni
"Oh begitu rupanya. Kalau begitu aku permisi," ucap Riana kemudian pergi meninggalkan ruangan itu
Gadis itu merasa tak enak hati saat Bu Warni seakan menyalahkannya atas semua yang terjadi di sekolahnya.
"Baiklah, sepertinya aku memang harus bertanggung jawab atas semua ini. Aku harus menyelesaikan semuanya, malam ini juga. Tapi yang terpenting sekarang aku harus menemui Angel,"
Setibanya di bangsal perawatan Angel polisi melarang gadis itu masuk. Melihat Riana yang tak boleh masuk Ibu Angel segera meminta petugas untuk mengijinkannya masuk.
"Dia masih sepupunya Angel, jadi tak masalah jika dia menjenguknya," tutur Michela
Polisi itu kemudian mempersilakan Riana masuk,
"Katakan padaku siapa pelakunya?" tanya Riana
Dengan wajah ketakutan gadis itu kemudian membisikkan sesuatu di telinga Riana. Tentu saja Riana seketika terkejut mendengarnya.