
Seorang wanita terlihat meletakkan kembang setaman, sesaji, dan menyalakan dupa di sebuah altar persembahan.
Tak lupa ia meletakkan segelas darah perawan di atas sesaji itu.
Sebuah mantera di senandungkan membuat makhluk-makhluk gaib yang berada di tempat itu merasa ikut terpanggil.
Gege mendatangi tempat ritual itu yang dipenuhi oleh makhluk gaib.
"Siapa sih yang iseng manggilin gue," ucap Gege berjalan memasuki gudang itu
Pria itu begitu terkejut ketika seorang wanita terlihat sedang melakukan ritual pemanggilan Raja Iblis.
"Jadi dia pelakunya, wah benar-benar gawat. Dia menggunakan kekuatan para lelembut untuk membangkitkan Raja Iblis,"
Saat Gege akan keluar untuk melaporkan kejadian itu kepada Riana, tiba-tiba sebuah kekuatan gaib menyelubungi tempat itu membuat Gege tak bisa keluar.
Saat ia nekad menerobos pagar gaib itu menggunakan kekuatannya wanita itu justru menyerangnya.
"Jangan pikir, kau bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup!" ancam wanita itu kemudian mencekik leher Gege
Dengan kekuatan supranatural yang begitu besar membuat wanita itu mampu mengalahkan Gege dan membuatnya hampir mati.
Gege terkapar di lantai dengan luka menganga di dada dan seluruh tubuhnya yang di cabik-cabik kuku tajam wanita misterius itu.
"Melihat kekuatan mu yang lumayan besar, aku yakin Pemilik mu pasti sangat sakti, aku penasaran siapa yang masih menggunakan kekuatan makhluk gaib di era digital seperti ini,"
Wanita itu kemudian menjentikkan jarinya membuat Gege tiba-tiba menghilang dari tempat itu.
*Tak, tak, tak!!
Wanita itu segera bergegas meninggalkan gudang saat mendengar suara langkah kaki mendekati area gudang.
*Krieet!!
Riana membuka pintu gudang perlahan. Ia tak mau merusak police line yang masih terpasang di sana.
Saat ia masuk kedalam gadis itu membelakakan matanya saat melihat sebuah altar pemujaan. Baki sesaji bahkan masih tergeletak dan belum di bersihkan.
Ia semakin yakin jika pemujaan tersebut belum lama usai saat melihat dupa yang masih mengebul di sana.
"Sepertinya memang pelakunya manusia. Jika benar pelakunya manusia aku pasti akan segera mengetahuinya. Aku tinggal tanyakan kepada Gege. Aku yakin dia pasti tahu siapa manusia yang sudah melakukan pemujaan di sekolah ini,"
Riana kemudian memanggil Gege, mahluk gaib yang selalu melindunginya.
"Gege!"
Ia memanggilnya beberapa kali dengan berbagai pose.
Namun berkali-kali gadis itu memanggilnya makhluk itu tak kunjung muncul hingga membuat Riana murka.
"Lagi ngapain sih, dipanggil lama banget hak muncul-muncul!" gerutu Riana
Karena tak sabar Riana akhirnya menggunakan cara terakhir untuk memanggil Gege.
Ia kemudian mengambil sebuah batu akik dari saku celananya dan menggosoknya. Seperti lampu Aladin yang digosok akan mengeluarkan jin, begitupun dengan batu akik tersebut.
Tiba-tiba sesosok mahluk tinggi besar muncul di depan Riana setelah gadis itu selesai menggosoknya.
Gadis itu tampak shock saat melihat Gege terluka parah dan terlihat begitu ketakutan.
"Siapa yang melakukan semua ini padamu?" tanya Riana
Gege tak menjawab, makhluk itu terus menutupi wajahnya.
"Sebaiknya jangan berurusan dengannya, karena kau bisa celaka," jawab Gege
"Sejak kapan Riana memiliki rasa takut. Selama aku masih bernafas dan jantung ini masih berdetak, maka tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang aku takuti," ucap Riana membuat Gagah seketika mundur menjauhi gadis itu.
Melihat sikap Gege seperti itu membuat Riana langsung memasukkan makhluk itu ke dalam batu akik.
Gagah berlari menuju lapangan sepak bola, pria itu terus memukul-mukul dadanya yang tiba-tiba terasa begitu sesak saat mendengar pernyataan Riana.
Ucapan itu mengingatkannya kepada Seorang panglima perang tentara Iblis yang begitu tangguh.
"Bagaimana ucapan mereka bisa sama, apa Riana adalah Reinkarnasi dari Riana Antoinette??"
*Flash back kematian Riana Antoinette
Raja Iblis menggunakan pedang sakti milik Riana untuk mengakhiri hidup putri kesayangannya tersebut. Darah segar mengalir dari tubuh wanita muda itu.
"Dasar gadis bodoh andai saja kau tidak menikahi pangeran Vampir itu, kau pasti tidak akan mengalami kematian tragis seperti ini," sesal Raja Iblis
"Aku selalu bangga dengan apa yang aku lakukan dan tidak pernah menyesalinya. Seperti saat berada di medan perang, tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang aku takuti. Maafkan aku ayah karena sudah membuat mu kecewa,"
Raja Iblis kemudian meninggalkan Riana sendirian meregang nyawa.
Melihat Raja Iblis telah pergi, Gagah yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan langsung mendekati Riana.
Pemuda itu langsung mencabut pedang yang masih terhunus di dada gadis itu dan memeluknya.
"Kenapa harus meminta maaf, justru aku senang bisa mengenalmu. Aku bahkan berdoa kepada Tuhan agar aku bisa bereinkarnasi menjadi manusia, agar aku bisa bertemu denganmu saat kau di buang ke bumi. Saat aku menjadi manusia aku juga akan melindungi mu dari Iblis yang berusaha untuk membunuh mu," ucap Riana kemudian menghembuskan nafas terakhirnya
*Flashback end
"Apa benar dia adalah Reinkarnasi mu??" ucap Gagah begitu gusar
**************
Diwaktu yang bersamaan saat hendak memasuki ruangan kelas, Riana melihat beberapa siswa sedang memalak Garnis.
"Ayo cepat berikan semua uangmu!" seru salah seorang dari mereka.
"Ih kalian berani-beraninya memalak aku, apa kalian tidak takut sama Angel atau Aleta!" sahut Garnis
"Bodo amat, sekarang cepat berikan uangmu atau aku akan mencakar wajahmu!"
Mendengar ancaman dari mereka membuat Garnis langsung memberikan uangnya kepada mereka.
"Awas kalau kamu mengadu kepada Angel, aku akan memukul mu sepulang sekolah!" ancam salah seorang dari mereka membuat Ganis semakin ketakutan
Riana tak tinggal diam saat melihat kejadian itu, ia segera menghampiri mereka dan menghadang langkah para pemalak tersebut.
"Kembalikan uang Garnis!" hardik Riana memelototi mereka
"Enak aja, Kalau kami tidak mau kenapa emangnya?' jawab salah seorang dari mereka
*Buughh!!
Riana seketika melayangkan tinjunya membuat gadis itu seketika roboh dan tersungkur di lantai.
Riana mendekati gadis itu dan menariknya kerah bajunya.
Saat ia kembali akan melepaskan tinjunya, salah seorang temannya segera memberikan semua uangnya kepada Riana.
Riana kemudian melepaskan gadis itu dan memberikan uang itu kepada Garnis.
"Terimakasih Kun...eh Riana," ucap Garnis menyunggingkan senyumnya
Riana tak menjawabnya dan segera berlalu pergi.
Namun Garnis langsung mengejarnya.
"Sekali lagi terimakasih, maaf kalau selama ini aku selalu ikut membully mu bersama Angel dan Aleta. Tapi sungguh aku tak ada niat untuk menyakiti mu. Aku hanya mengikuti Angel dan Aleta. Karena kalau tidak mereka pasti akan mengeluarkan aku dari geng dan aku tidak akan punya teman lagi," tutur Garnis
"Lalu apa hubungannya denganku?" jawab Riana begitu dingin
Garnis tersenyum dan memberikan sebuah coklat padanya.
"Aku harap kamu mau menjadi temanku mulai sekarang," ucap gadis itu kemudian melambaikan tangannya dan berlari meninggalkan Riana
Riana kemudian memasukkan coklat pemberian Garnis ke dalam tasnya.
Saat pulang ke rumah ia memberitahukan neneknya tentang apa yang ditemukannya.
Lasmi begitu terkejut saat melihat keadaan Gege.
"Aku yakin pelakunya adalah pengikut aliran hitam yang memuja Iblis," ucap Lasmi
"Apa nenek tahu siapa pelakunya?"
"Lima belas tahun lalu sebuah aliran ilmu hitam pemuja Iblis melakukan hal serupa. Mereka membunuh para gadis yang masih perawan untuk membangkitkan arwah Raja Iblis, namun saat itu polisi berhasil membubarkan aliran itu dan menghukum mati semua pengikutnya. Namun tidak di sangka sepertinya salah satu anggota sekte ada yang masih hidup dan kembali menebar teror," terang Lasmi
Riana begitu terkejut saat mengetahui itu adalah ulah para anggota sekte pemujaan iblis.
"Lalu apa yang harus aku lakukan nek?"
"Untuk sementara jangan beritahukan hal ini pada siapapun. Jangan gegabah dalam bertindak dan jangan sampai mereka tahu kalau kau sedang menyelidiki kasus ini. Aku akan berusaha membantu mu," jawab Lasmi
"Baik nek,"
"Untuk sementara pakailah jimat ini untuk berjaga-jaga, aku tidak mau kau kenapa-kenapa, apalagi menjadi tumbal mereka," Lasmi kemudian mengalungkan sebuah jimat kepada Riana
Malam itu juga Riana mendatangi kediaman.
Namun ia terkejut saat melihat banyak polisi di rumah pria itu.
Melihat Riana datang Aleta langsung menghampirinya dan menampar wajah gadis itu.
"Dasar anak Iblis, apa kau begitu dendam dengan kakakku hingga kau kembali menjebaknya dan melaporkan ia ke polisi!" seru Aleta begitu geram
"Jaga ucapanmu atau aku akan membunuhmu," jawab Riana kemudian melepaskan tangan Aleta yang mencengkram bahunya
Mengetahui Gagah kembali di Penjara membuat gadis itu segera menemui pemuda itu di penjara, dan berusaha mengeluarkannya.
Namun ia terlambat karena gagah di pindahkan di penjara khusus.