
Melihat para siswa berjatuhan membuat Widya segera menghentikan acara itu dan mengumpulkan para siswa di ruang ganti.
Riana segera keluar dari ruangan itu untuk mencari keberadaan Raja Iblis. Gadis itu tahu benar jika itu adalah ulah sang Iblis yang ingin membunuh Gagah.
Ia berusaha mencari Visi untuk menemukan keberadaan sang Raja dengan menyentuh para korban yang sudah tewas. Sialnya ia tak nisa menerawang apapun meskipun ia sudah menyentuh semua mayat yang ada di ruangan itu.
Gadis itu semakin menggila saat mengetahui Gagah tiba-tiba menghilang.
Aleta langsung menyalahkan Riana atas menghilangnya Gagah. Gadis itu bahkan berusaha membunuh Riana. Beruntung ada Angel yang menengahi mereka hingga keduanya menghentikan pertarungan keduanya.
"Daripada kalian bertengkar seperti ini bukankah lebih baik kita bekerjasama untuk mencari Kak Gagah," ujar Angel
"Benar, aku setuju denganmu," jawab Riana
"Kalau begitu sebaiknya kita berpencar, saja agar lebih cepat!" seru Aleta
"Baiklah, tapi aku tak bisa membiarkan angel sendirian aku tak mau ia menjadi korban Raja Iblis selanjutnya," sahut Riana
"Tidak perlu, apa kau lupa kalau aku juga punya kekuatan meskipun tidak sehebat kalian tapi aku yakin aku bisa menjaga diriku," tukas Angel
"Tetap saja kau lebih aman jika berdua dengan Riana. Jangan membantah, aku tidak mau kehilangan satu-satunya sahabat ku yang tersisa," jawab Aleta
"Ok Al,"
Angel segera mengikuti Riana menuju ke ruang audisi.
"Kenapa kita malah ke sini?" tanya Angel memegangi lengan Riana
Gadis itu terlihat begitu ketakutan saat melihat puluhan mayat teman-temannya berserakan di lantai.
"Aku yakin dia masih ada di sini," ucap Riana
Gadis itu kemudian menuju sebuah lorong di belakang panggung.
Ia langsung terkesiap saat mendengar suara derap langkah meninggalkan tempat itu.
Ia segera mengejar sekelebat bayangan yang berlari meninggalkan tempat itu.
"Aneh, bagaimana dia bisa menembus kabut hitam itu sementara aku berkali-kali mencobanya tapi tidak bisa," ucap Riana berusaha menembus kabut hitam yang menyelubungi aula.
Ia kemudian berdiri di depan kaca untuk melihat sosok siswa yang baru saja keluar dari aula.
Gadis itu menengok sekilas kearah Riana sambil tersenyum kearahnya.
"Apa kau mengenalnya?" tanya Angel
Tiba-tiba senyuman gadis itu membuat Riana teringat sesuatu, "Gagah!" seketika gadis itu menuju ke lorong dan melihat apa yang ditinggalkan gadis itu
Riana menemukan sebuah kotak berisi snack sama persis seperti yang ia dapatkan dari pihak sekolah.
"Sebenarnya ada apa dengan snack ini, kenapa Gagah meninggalkannya untukku??"
Tiba-tiba Riana teringat coklat berisi narkoba yang dipakai oleh sekte pemuja iblis untuk diberikan kepada para anggota baru agar mau mengikuti ritual mereka.
Riana kemudian mengambil coklat yang ada di dalam kotak snacks tersebut dan memakannya.
"Aku yakin akan menemukan jawabannya setelah memakan coklat ini.
Benar saja setelah memakan coklat itu, Riana merasakan, kepalanya pusing dan ia jatuh di pingsan.
"Riana, Riana !" seru Angel mengguncang tubuh Riana yang masih terdiam tergeletak di lantai.
Tiba-tiba Riana melihat beberapa orang Iblis berterbangan diatasnya dab berusaha menyerangnya.
Riana segera menghindar saat para Iblis itu itu menyerangnya. Ia segera menghunuskan pedangnya dan membunuh Iblis itu satu persatu.
Seketika terdengar pekikan suara sang Iblis setelah terkena hunusan pedang Riana.
Saat para ahli iblis dan itu menghilang Tiba-tiba Riana perlahan membuka matanya.
Gadis itu kembali menghunuskan pedangnya, namun seseorang langsung BBM menepisnya.
"Letakan pedangmu dan sadarlah!" serunya
Riana kini melihat teman-temannya.
"Apa yang terjadi padaku?" tanyanya
Riana tiba-tiba melihat kabut hitam yang menyelimuti ruang aula tiba-tiba menghilang dan saat ia mencoba keluar dari ruangan itu ia bisa keluar dari ruangan itu.
"Sekarang aku tahu,"
Riana mendekati seorang gadis yang tergeletak di lantai dan memeriksanya.
"Dia belum mati!' serunya
Ia kemudian mengumpulkan para siswa yang tergeletak di lantai kemudian membangunkannya dengan menyiram mereka dengan air. Ajaib, mereka semua terbangun lagi.
Setelah itu Riana memberitahukan kepada para siswa dan juga Bu Widya cara untuk meninggalkan ruangan itu.