When The Evil Fall In Love

When The Evil Fall In Love
Bab 25. Evolusi Sang Iblis



Gagah terkejut mendengar ucapan Riana. Pria itu tak mengira jika gadis itu akan senekat itu.


"Jangan konyol, kamu tidak boleh melakukan hal itu," jawab Gagah


"Tapi hanya itu caranya agar aku bisa mengalahkan Raja Iblis," jawab Riana


"Darimana kau nisa menyimpulkan hal itu?"


"Aku melihat itu dalam visi ku," jawab Riana


"Tapi aku tidak mau kehilangan kamu Ri," ucap Lasmi menggenggam erat jemari Riana


"Iya nek aku tahu, tapi harusnya nenek lebih tahu apa yang aku inginkan," jawab Riana


Gagah kemudian memberikan pengertian kepada Riana dan menyuruhnya istirahat.


"Sebaiknya kau istirahat dan jaga kesehatanmu. Jangan terlalu memikirkan Raja Iblis, biar aku saja yang akan melawan pria itu, sekarang sudah saatnya aku melindungi mu bukan sebaliknya jadi aku mohon dengarkan aku kali ini Riana," tutur Gagah


"Tapi hanya itu satu-satunya cara agar kita bisa bersatu, kau tahu kan aku tak bisa kehilangan kamu," jawab Riana


"Benar, tapi aku juga tidak mau menjadi pria egois yang merebut kebahagiaan orang lain demi kebahagiaan ku sendiri. Kau masih punya keluarga dan aku harus memikirkan perasaan mereka juga," Gagah tersenyum menatap gadis itu kemudian meninggalkannya


Aleta terus menyalahkan Gagah yang menolak permintaan Riana. Ia tahu benar jika Gagah bisa menjadi lebih sakti jika ia bisa menghisap darah keturunan Iblis itu.


Selain itu, Ia bisa mengalahkan Raja Iblis dan kembali menjadi pangeran vampire.


Namun Gagah malah menolaknya, tentu saja itu sangat disesalkan oleh Aleta.


"Memang benar jika cinta itu bisa membuat orang menjadi bodoh, bahkan seorang Gagah yang terkenal sebagai pangeran vampire yang genius tiba-tiba menjadi seorang yang idiot saat berhadapan dengan kekasihnya," sindir Aleta


"Sudahlah Al, kau tidak bisa menyalahkan Gagah. Andai kau berada di posisinya kau juga akan melakukan hal yang sama. Karena bagi seorang pecinta sejati, percuma saja mendapatkan kekuatan jika tidak bisa bersama orang yang kita cintai. Jadi untuk apa hidup jika hanya ada penyesalan, bukankah mati bersama itu lebih indah walaupun tak bersama di Surga," jawab Arman


Aleta langsung membanting pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya.


Sementara itu Riana yang gagal menyakinkan Gagah mencari cara lain untuk mengalahkan sang Raja Iblis hingga ia tak bisa tidur.


Pagi harinya Riana bangun kesiangan hingga ia terlambat ke sekolah.


Saat ia terengah-engah berlari mengejar pintu gerbang yang hampir tertutup, Gagah segera melesat dan menyambar tubuhnya hingga gadis itu tidak dihukum karena terlambat.


"Thanks," ucap Riana tersenyum menatap pria tampan di depannya


"Lain kali panggil aku saja jika perlu bantuan," jawab Gagah kemudian mengusap kepalanya


Entah kenapa Riana begitu bahagia saat pria itu begitu perhatian padanya.


Semua siswa tampak berkumpul di aula. Hari itu Bu Widya mengumumkan acara pemilihan Raja dan Ratu sekolah.


Riana segera bergabung dengan mereka dan duduk di kursi paling belakang. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Gagah, namun ia tak menemukan pria itu.


"Kemana dia, kenapa ia tak pernah mau mengikuti acara sekolah," saat gadis itu mulai bosan karena tak melihat pujaan hatinya sebuah bayangan melesat dan duduk disampingnya.


Hampir saja jantung Riana meloncat keluar saat melihat Gagah tiba-tiba duduk di sampingnya.


"Untung saja aku seorang vegetarian hingga tak terkena serangan jantung," ucap Riana mengusap dadanya


"Maaf jika mengejutkan mu," jawab Gagah


"Tidak masalah, mulai sekarang aku akan mempersiapkan jantung cadangan, karena aku tahu kekasih astral ku suka muncul tiba-tiba," bisik Riana membuat Gagah tertawa mendengarnya


Keduanya seketika memerhatikan ceramah Bu Widya saat Bu Warni berdiri di samping mereka sembari memelototinya.


Saat wanita itu pergi Gagah langsung menggenggam tangan Riana membuat gadis itu tersipu malu.


Keduanya tampak bahagia menikmati kebersamaan mereka walau.


Riana tampak sedikit iri saat melihat teman-temannya berpasangan mendaftarkan diri mereka menjadi peserta lomba Raja dan Ratu sekolah.


"Apa kamu mau ikutan juga?" tanya Gagah


"Ah tidak, aku hanya suka aja melihat antusiasme mereka," jawab Riana


"Jadi beneran kamu gak mau ikutan?" tanya Gagah


Gadis itu menggelengkan kepalanya.


"Yaudah kalau gitu kita ke kantin aja yuk," ajak Gagah


Dalam hati Riana menggerutu,


Kenapa gak peka banget sih jadi cowok, harusnya dia tahu dong kalau aku juga mau ikutan lomba kaya yang lainnya. Aku juga ingin memamerkan pacar aku seperti cewek-cewek lainnya.


Saat Riana mencoba melupakan kekecewaan, Gagah justru menariknya ke meja pendaftaran.


Melihat Gagah bersama Riana membuat semua siswa langsung memberi jalan kepadanya.


Tiba-tiba Riana terkejut saat melihat Gagah membawanya ke meja pendaftaran.


"Seriusan kamu mau ikutan acara beginian?" tanya Riana tak percaya


"Demi kamu apapun akan aku lakukan, asal kamu bahagia aku juga bahagia," jawab Gagah membuat semua siswa perempuan terpesona di buatnya


Riana benar-benar menggila mendengar ucapan itu dari Gagah hingga membuatnya langsung memeluk pria itu.


"Hmmm, dilarang peluk-pelukan di sekolah!" seru Bu Warni membuat Riana langsung melepaskan pelukannya


"Maaf Bu," jawab Riana


"Ingat meskipun ini ajang couple tapi tidak berarti kalian boleh bermesraan di sekolah. Apa kalian mengerti!" seru Bu Warni


"Mengerti Bu!" jawab semua siswa


"Kalau berpelukan gak boleh, cium kening boleh kan Bu," ucap Gagah kemudian mengecup kening Riana membuat semua siswa langsung baper di buatnya


"Oh....sweat banget!!"


Seketika Bu Warni langsung pergi meninggalkan mereka.


"Dasar anak muda, selalu saja cari kesempatan!" gerutu wanita itu


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba


semua siswa tampak berpasang-pasangan menuju ke aula untuk mengikuti audisi lomba Raja dan Ratu sekolah.


Suasana terlihat meriah dengan kedatangan band papan atas ibukota sebagai bintang tamu.


Seorang peserta tiba-tiba pingsan setelah memakan makanan ringan yang diberikan oleh pihak sekolah kepada semua peserta.


Tim medis sekolah segera bergegas membawa siswa itu ke ruang UKS untuk diobati.


Lomba berjalan sesuai rencana, tanpa seorangpun yang curiga jika malam itu akan menjadi ajang lomba berdarah.


Kabut hitam tiba-tiba menyelimuti aula SMA PENCERAHAN. Hal itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu tidak bisa keluar dari aula apapun yang terjadi.


Siswa yang jatuh pingsan sudah kembali ke aula. Tiba-tiba Riana seketika mendapatkan visi saat hendak memakan snack yang diterimanya.


Ia menerawang akan terjadi bencana di perlombaan tersebut.


Benar saja saat ia sadar ia melihat sosok Iblis bergentayangan diatas siswa yang pingsan dan mulai memakan sukma para siswa sehingga mereka berjatuhan dan tak sadarkan diri.