
"Riana!"
Seketika Gagah membuka matanya saat merasakan kekasihnya dalam bahaya. Lelaki yang terkubur diantara bebatuan besar.
Ia berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari sana.
"Arrghhhh!!!
Seketika batu-batu itu beterbangan saat sebuah kekuatan besar berhasil mengangkatnya dari tubuh Gagah.
Pemuda itu berusaha bangun dan keluar dari tempat itu, namun karena lama terkubur dan tidak mendapatkan makanan maka Gagah terlihat begitu lemas hingga tak kuat berjalan.
Tubuhnya jatuh terkulai di tanah beruntung ada seorang pendaki yang tersesat dan menolongnya.
Mencium aroma darah manusia membuat Gagah kemudian membunuh pria itu dan menghisap darahnya. Merasa tubuhnya kembali bugar gagah segera melesat mencari keberadaan Riana.
*Wuushh!!
Ia segera melepaskan tendangan keras kearah Warni saat melihat Wanita itu berusaha menghunuskan pedangnya ke arah Riana.
*Buugghhh!!
"Kau!!" seru Warni begitu terkejut saat melihat pria tampan di depannya.
"Apa kau kaget melihat ku masih hidup?" ucap pria itu dengan tatapan sinisnya
Ia segera mengambil pedang Riana dan menghabisi para monster itu dengan sadis.
Warni tampak ketakutan saat Gagah berhasil melumpuhkan semua monster-monster ciptaannya.
Gagah segera mengalungkan pedangnya ke leher wanita itu membuat Warni tampak ketakutan.
"Kau kaget kenapa aku bisa membunuh mereka?" tanya Gagah dengan wajah bengisnya
"Iblis sepertimu bagaimana bisa menggerakkan para Demon Witch yang hanya menuruti perintah sang Vampire!"
Kali ini Gagah sengaja menggores leher Warni hingga darah segera metes dari leher wanita itu.
Ia kemudian menjilat darah yang menempel di pedangnya.
Gagah menatap tajam wanita itu, tak mau ketahuan identitas dirinya Warni menyerang Gagah dengan menghunuskan pedangnya ke punggung pemuda itu.
Tahu jika Gagah bukan lawannya, wanita itu buru-buru menghilang setelah melemparkan kelopak bunga mawar hutan.
"Aku tidak percaya dengan semua ini," Gagah tampak stress saat mengetahui siapa Warni sebenarnya.
"Jadi selama dia adalah dalangnya,"
*Grep!!
Lelaki itu segera menoleh kebelakang saat melihat seseorang membawa pergi Riana.
Ia berusaha mengejarnya namun sayangnya orang itu memiliki kekuatan lebih tinggi hingga tak mampu di kejar olehnya.
"Siapa yang membawanya??"
Keesokan harinya di SMA PENCERAHAN.
Warni tampak mendatangi sekolah itu dan masuk kedalam ruangannya.
Wanita itu begitu terkejut saat melihat Gagah duduk di kursi kerjanya.
"Kau harus menjelaskan semuanya kepadaku!" tanya Gagah kemudian menghampiri wanita itu
"Tidak ada yang perlu di jelaskan Pangeran, semuanya sudah jelas, jadi untuk apalagi kau bertanya padaku jika sudah tabu jawabannya," jawab Warni
"Melihat para Demon Witch bersamamu aku jadi mengingat seseorang," ucap Gagah
"Apa kau yang menciptakan para Demon Witch itu?" tanyanya lagi
Warni tak menjawab pertanyaan pemuda itu. Ia segera membereskan meja kerjanya dan mengambil buku-bukunya yang akan dipakai mengajar.
Melihat Warni mengabaikannya membuat Gagah langsung menarik lengan wanita itu saat hendak keluar untuk mengajar.
"Hanya satu orang yang mampu menciptakan Demon Witch dan setahuku Paman Arsen sudah wafat. Apa kau Zafira??" tanya Gagah penuh penekanan
"Jika kau benar-benar Zafira, kenapa kau membuat para Demon Witch lagi. Apa kau ingin mengulangi kesalahan yang sama yang dibuat ayahmu hingga menghancurkan bangsa vampire!" maki Gagah
"Aku membangkitkannya untuk membunuh gadis itu, perempuan yang sudah membunuh ayahku dan juga Ibuku," jawab Warni
"Kau adalah seorang Demon Witch dimana darah Iblis mengalir dalam tubuhmu lalu kenapa kau ingin membunuh Riana?"
"Aku sudah menunggu kelahirannya ratusan tahun jadi aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membunuhnya dengan tanganku sendiri,"
"Kalau begitu kau harus berhadapan denganku dulu jika ingin menyakiti kekasihku," jawab Gagah
"Dasar vampire bodoh, apa kau tidak belajar dari kasus ayah dan ibuku. Kau dan Riana tidak akan pernah bersatu jadi jangan bermimpi. Sebaiknya kau bantu aku menghabisi kedua Iblis itu. Bukankah bangsa Vampire akan mengalami kejayaan jika kita berhasil menghapus garis keturunan Iblis. Jadi tunggu apalagi mari kita bereskan semuanya secepat mungkin," jawab Warni
********
Sementara itu Aryo Zagan tampak mengobati luka Riana dengan telaten.
Perlahan gadis itu membuka matanya, "Dimana aku?"
"Kau ada di rumahku," jawab Aryo kemudian membantunya duduk
Zagan kemudian memberikan segelas air putih padanya.
"Apa kau sudah membunuhnya?" tanya Riana
"Kekuatan ku belum pulih jadi aku belum bisa menghabisinya," jawab Zagan
"Apa kita harus menikah agar kekuatan mu kembali?" jawab Riana membuat Aryo Zagan seketika terkesiap mendengarnya
"Tapi bukankah kau sangat mencintai Gagah dan tak mau menikah dengan orang lain selain dengannya," jawab Aryo
"Tapi sepertinya dia sudah mati jadi sah-sah saja jika aku menikah denganmu. Lagipula kau juga tidak terlalu jelek untuk menjadi suamiku," jawab Riana karuan saja membuat wajah Aryo Zagan seketika memerah dibuatnya.
"Ah, kakiku sulit sekali di gerakkan, apa kau bisa membantuku berjalan," ucap gadis itu membuat pria itu semakin salah tingkah dibuatnya
"Ah, tentu saja," Aryo segera memapah Riana dan menuju ruang tamu.
Keduanya terkejut saat melihat kedatangan Gagah di sana.
"Kau!" seru keduanya bersamaan
Riana segera berlari memeluk pria itu, sementara Aryo masih tak percaya melihat pria itu berdiri di hadapannya.
"Bagaimana mungkin dia masih hidup??" ucapnya dengan tatapan nanar
"Kau boleh membunuh semua Ras Vampire tapi kau tidak bisa membunuh pangeran vampire yang sudah diberkahi para leluhur," jawab Gagah memamerkan kalung kebesaran kerajaannya
"Jangan bilang dia berusaha membunuh mu?" tanya Riana
Gagah tersenyum simpul mendengar pertanyaan Riana.
"Sepertinya dia terlalu cemburu dan sangat takut jika aku akan merebut mu darinya,"
"Apa benar seperti itu Aryo?" tanya Riana
"Kau tahu bagaimana tabiatku, jadi jangan salahkan aku jika melakukan hal-hal di luar kendali. Jika kau datang kemari hanya untuk mengadu maka enyahlah!" seru Aryo Zagan
"Aku ingin membantumu melawan Demon Witch," seketika Aryo ternganga dibuatnya
"Bukannya kau yang sudah menciptakan mereka semua, lalu untuk apa membantuku?" jawab Arya Zagan
"Kau salah paham, ada sesuatu yang harus aku luruskan sebelumnya. Yang menciptakan Demon Witch memang bangsa Vampire tapi bukan keluarga ku, mereka yang menciptakan Demon Witch adalah orang-orang yang memiliki dendam dengan bangsa Iblis terutama seorang Vampire yang menikahi bangsa Iblis," terang Gagah
"Apa kau masih ingat pernah membantai pasangan suami istri vampire dan Iblis?" tanya Gagah
Aryo tampak mengingat sesuatu,
"Mereka menciptakan Demon Witch untuk membalas perbuatan kalian berdua yang sudah membantai keluarga mereka. Kau tahu kekuatan Demon Witch kini semakin kuat karena sudah berevolusi. Hanya keluarga vampire kerajaan yang diberkati para leluhur yang bisa membunuh mereka semua, jadi bagaimana?" tanya Gagah
" Deal," jawab pria itu menjabat tangan Gagah
keduanya sepakat untuk saling membantu untuk menyelamatkan Riana.