When The Evil Fall In Love

When The Evil Fall In Love
Bab 35. Bunga kematian



Warning : Cerita ini hanya fiktif belaka, semua adegan, nama tokoh, organisasi dan tempat adalah murni hasil imajinasi author!!!!


Angel terlihat menoleh ke kanan dan kiri, sebelum memberanikan diri memberitahu Riana. Gadis itu masih ketakutan bagaimana para monster itu membantai teman-teman dikelasnya.


"Aku tidak melihat dengan jelas wajah pelakunya, tapi yang jelas pelakunya memiliki tanda di tangannya dan aku kenal betul siapa yang memiliki tanda itu. Hanya ada satu orang yang memiliki tanda toh di tangannya yaitu Bu Warni,"


Riana begitu terkejut mendengar ucapan Angel.


"Apa kau yakin dia pelakunya??" tanya Riana lagi


"Hanya dia yang bisa membuat semua anak tak bisa keluar dari kelas apapun kondisinya. Aku tak tahu kenapa pagi itu dia masuk ke kelas kita dan meminta kami semua tetap duduk di tempat. Wanita itu kemudian menyayat tangannya dan saat darahnya menetes di lantai tiba-tiba berubah menjadi puluhan monster yang langsung menyerang kami," tutur Angel


"Aku bisa membayangkan bagaimana ketakutannya kalian, tapi ngomong-ngomong bagaimana kau bisa selamat?"


"Aku sengaja pura-pura mati saat Monster itu melukai diriku. Ternyata caraku berhasil monster itu meninggalkan aku saat aku berhenti bernafas," terang Angel


"Tapi kenapa aku tidak bisa menerawang kejadian itu meskipun aku sudah berusaha menyentuh lenganmu?" tanya Riana


"Apa kau masih tidak percaya padaku?"


"Tentu saja aku percaya padamu. Namun anehnya aku bisa melihat kalian ketakutan saat mengunjungi tempat aneh dan aku bisa melihat semua itu melalui sebuah bunga yang mirip dengan bunga mawar," jawab Riana


Angel kemudian menggambar sesuatu dan memperlihatkannya kepada Riana, "Apa seperti ini bunganya?"


Riana mengangguk, "Bagaimana kau bisa tahu?"


"Karena monster-monster itu seketika menghilang saat Bu Warni menaburkan kelopak bunga itu," jawab Angel


Setelah mendapatkan banyak informasi dari Angel, Riana pun pergi namun saat ia hendak meninggalkan sahabatnya itu ia menghubungi sang nenek untuk memasang pagar gaib untuknya.


Ia tak mau Angel celaka. Sepulangnya dari rumah sakit, gadis itu begitu terkejut saat melihat kelopak bunga yang sangat familiar bertebaran di depan rumah sakit.


Iapun mengikutinya hingga kelopak bunga itu membawanya ke sebuah tempat dimana ia pernah mengunjunginya bersama Aryo Zagan.


"Bukankah ini Nirwana??"


Suara gemericik air terjun dan burung-burung berkicau membuat suasana di tempat itu terasa semakin teduh dan asri. Riana kemudian duduk di depan bunga-bunga yang bermekaran.


Kini jemarinya sudah menyentuh bunga-bunga itu, dan Riana kembali mendapatkan visi dari bunga tersebut.


*Flashback Kejadian Pembantaian kelas X


"Selamat pagi Bu,"


Semua siswa langsung duduk di tempatnya saat melihat kedatangan Bu Warni. Semua siswa memang paling takut dengan guru killer satu ini sehingga tidak ada yang berani berkutik saat ia ada didepan mereka.


Tidak lama terlihat Angel memasuki ruangan kelas. Gadis itu begitu ketakutan saat melihat Bu Warni memelototinya.


"Kenapa baru datang!" serunya membuat tubuh gadis itu seketika bergetar ketakutan


"Maaf Bu, tadi papah nganter adek dulu jadi sedikit telat," jawabnya sembari memegangi tangannya yang terus bergetar.


"Duduk!"


Angel segera bergegas menuju tempat duduknya.


"Siapa yang belum datang!" seru Bu Warni


"Riana Bu!" jawab semua siswa serentak


Wanita itu kemudian menyuruh salah seorang siswa menutup pintu ruangan kelas.


Saat pintu tertutup tiba-tiba ruangan kelas terasa dingin.


Angel merasa tubuhnya tiba-tiba terasa gatal hingga ia terus menggaruk-garuk tubuhnya.


Karena sudah tak tahan gadis itu meminta izin kepada Bu Warni untuk memeriksa pakaian yang dipakainya.


Namun Bu Warni tak memberinya izin malah menyuruh siswa lain untuk membantu menggaruknya.


Ah sial, dasar nenek lampir gak tahu apa rasanya giman!


Gerutu Angel.


Melihat ekspresi wajah Angel membuat wanita itu mengeluarkan beberapa tangkai bunga di atas mejanya.


"Hari ini kita akan melihat alat reproduksi pada tumbuhan," ucap wanita itu


Ia kemudian meletakkan sebuah bejana berisi air di mejanya dan memasukkan bunga-bunga itu kedalamnya. Setelah meneteskan beberapa cairan berwarna hitam ia kemudian meninggalkan ruangan kelas itu.


Saat Bu Warni keluar tiba-tiba asap hitam mengepul keluar dari bejana itu membuat semua siswa tampak ketakutan.


Mereka berusaha keluar namun pintu tiba-tiba terkunci.


Semua siswanya terlihat histeris dan berteriak minta tolong.


"Tolong!!"


Tiba-tiba sesosok manusia memakai pakaian serba hitam muncul bersama beberapa monster membuat semua siswa semakin ketakutan.


Hanya dalam hitungan menit monster-monster itu langsung menghabisi para siswa dengan singkat.


*Buugghh!!


Gadis itu terjatuh tepat di depan salah seorang monster.


"Arrghhhh!!"


Angel seketika pingsan saat sang monster menikam lehernya. Saat ia mencoba bangun dan kabur ia melihat sosok monster lain berusaha menghampirinya. Gadis itu sengaja menahan nafas agar sang monster mengiranya sudah mati dan meninggalkannya.


Setelah memastikan semua siswa tewas wanita itu langsung mengambil bunga di atas mejanya dan menaburkannya hingga membuat monster-monster itu kemudian menghilang


*Flashback off


Riana seketika membuka matanya, namun saat itu juga tiba-tiba tanah bergetar membuat gadis itu panik.


"Apa ada gempa!"


*Dug, dug, dug!!


Tiba-tiba suara itu semakin dekat.


"Demon Witch, ah sial kenapa aku baru sadar sekarang!" gerutu gadis itu saat menyadari dirinya sudah dikepung oleh puluhan monster Demon Witch.


Ia kemudian mengeluarkan pedangnya saat sang monster menggerakkan lidah mereka yang panjang.


"Hiaatt!!"


Gadis itu melesat menggerakkan pedangnya saat para monster itu mulai menyerangnya.


*Grep!!


Riana terkesiap saat salah satu monster melilit tubuhnya dengan menggunakan lidahnya. Ia berusaha melepaskan diri dengan memotong lidah itu dengan pedangnya, namun semakin di potong maka ia merasakan tubuhnya terasa begitu sakit karena monster itu semakin kuat melilitnya.


*Klontang!!


Karena kehabisan nafas pedang di tangannya pun terjatuh.


Melihat Riana yang tak berkutik lagi monster itu kemudian melemparkan tubuhnya ke tanah.


*Buugghhh!!!


Seorang wanita menyeringai saat melihat Riana jatuh terkapar di tanah Ia kemudian menghampirinya.


"Kali ini aku akan memastikan kau tidak akan bisa bereinkarnasi lagi Ratu Iblis!"


Saat wanita itu mengangkat pedangnya sebuah tendangan keras mendarat tepat di dadanya membuat tubuh wanita itu terhempas menimpa para monster-monster peliharaannya.


"Kau!!" seru Warni begitu terkejut saat melihat pria tampan di depannya.


"Apa kau kaget melihat ku masih hidup?" ucap pria itu dengan tatapan sinisnya


Bersambung


Bonus cast para pemain When The Evil Fall in Love



Riana Antoinette


Kali ini aku milih IU agar sesuai dengan karakter dingin Riana





Gagah Apik Pangestu



Ini nama vampire tapi kok jawir ya, penasaran kan, sebenarnya ini nama teman SD aku, karena namanya keren jadi aku pakai deh wkwkwk.


Ye yang cocok buat meranin karakter Vampire kulkas kaya Gagah Hwang In Yeop cocok kan




Aryo Zagan



Sebenarnya Aryo Ini tokoh protagonis tapi lebih dikenal Antagonis karena karakter psikopatnya. So Oppa Lee Jong Ki sesuai banget buat ngisi karakternya.



Kalau kalian kurang pas sama cast para pemain silakan bayangin sendiri seusai imajinasi kalian ok😘😘