When The Evil Fall In Love

When The Evil Fall In Love
Bab 27. Menyerang Raja Iblis



Riana segera berlari meninggalkan aula. Namun saat ia baru saja melangkahkan kakinya tiba-tiba Angel merasakan tubuhnya melayang membuat gadis itu berteriak histeris.


"Tolong!"


Aleta segera melompat dan berusaha menarik sahabatnya itu namun sayangnya sebuah bayangan melesat menghantam tubuhnya hingga ia menghantam dinding aula.


*Brakkk!!


Riana segera mengeluarkan pedangnya dan menghunuskan kearah makhluk gaib yang menyeret Angel.


Gadis itu juga menebaskan pedangnya kearah Angel hingga Aleta berlari berusaha menghentikannya.


Darah segar menyembur dari balik tubuh Angel. Tampak seorang gadis terjatuh ke lantai dengan luka di kepalanya.


Saat melihat Angel jatuh Aleta langsung menangkapnya. Sedangkan Riana segera mengejar seorang anggota sekte yang membawa lari salah seorang siswa perempuan.


Dengan nafas terengah-engah perempuan itu membaringkan tubuh korban yang dibawanya dan menyerahkannya kepada Raja Iblis.


"Maaf yang mulia, aku terpaksa kembali seorang diri karena yang lainnya berhasil dibunuh oleh Riana," ucap gadis itu


"Riana, ternyata dia masih punya nyali juga!" serunya


Ia kemudian membunuh wanita di hadapannya dan menyuruh para anggota sekte untuk meminum darahnya dan memakan jantungnya.


Seketika para anggota sekte segera pergi menuju ke ruang khusus untuk melakukan ritual.


Mereka dikejutkan dengan suara jendela kaca yang hancur.


Semua anggota sekte langsung mengerubungi salah seorang anggota yang tewas terlempar dari jendela.


"Siapa yang tega melakukan hal ini!" seru salah seorang dari mereka


Raja Iblis segera turun dari singgasananya dan melihat sosok Gagah berdiri didepannya.


"Rupanya kau datang untuk menyerahkan nyawamu, baiklah aku sangat suka dengan keberanian mu anak muda!" seru pria itu mendekati Gagah


"Sebelum kau menyakiti kekasihku seperti dulu, sekarang aku memilih untuk lebih dulu membunuhmu," jawab Gagah


"Oh benarkah, apa aku tidak salah dengar!" ejek Raja Iblis


"Bukankah kau adalah seorang Pecundang yang hanya bisa memanfaatkan kekuatan kekasih mu untuk menyelamatkan nyawa mu!" imbuhnya


Gagah yang sudah termakan hinaan Raja Iblis langsung menyerangnya membuat Sang Raja Iblis begitu bersemangat untuk menghabisinya.


Benar saja hanya dengan beberapa pukulan Gagah terlempar dari kastil sang Iblis hingga masuk kedalam sebuah lubang besar.


Melihat Gagah masuk dalam perangkapnya membuat Raja Iblis langsung menggerakkan tangannya hingga semua tanah langsung bergerak mengubur pemuda itu.


Gagah yang berusaha bangun tak bisa menggerakkan tubuhnya karena tiba-tiba beberapa akar pohon langsung melilit tubuhnya hingga ia tak bisa bergerak.


Sementara itu mendengar suara teriakan Gagah membuat Riana segera melesat pergi meninggalkan aula.


Aleta yang mencium bahaya mengancam kakaknya segera mengikuti gadis itu.


Riana menggunakan Indra keenamnya untuk mencari keberadaan Gagah. Namun sayangnya ia tak bisa mendeteksi keberadaan pujaan hatinya itu.


Mengetahui ia tak bisa menemukannya Riana segera meminta bantuan sang nenek untuk mencari kekasihnya itu.


Lasmi pun tak bisa menemukan Gagah karena sang Raja Iblis sudah menaburkan darah manusia diatas kuburan pemuda itu sehingga Lasmi kesulitan melacak keberadaannya.


Kini hanya tersisa Aleta, wanita itu menggunakan insting vampirenya untuk mencari sang kakak.


Riana segera masuk kedalam mobil Angel yang mengikuti Aleta yang melesat terbang menjadi seekor kelelawar.


Ia menghentikan mobilnya saat melihat kelelawar itu hinggap di sebuah rumah tuan.


Kedua gadis itu segera turun dan masuk ke dalam rumah itu.


Suara sepatu high heels angel bahkan nyaring terdengar membuat suasana semakin seram.


Belum lagi suara detak jam dinding yang tiba-tiba berbunyi saat kedua gadis itu tiba di ruang tamu.


"Kenapa aku merasa seperti masuk ke rumah hantu!" ucap Angel segera memegangi lengan Riana dan menyembunyikan wajahnya di balik tubuh gadis itu.


"Aku yakin dia ada di sini," ucap Riana kemudian berjalan memasuki sebuah kamar yang pintunya terbuka saat keduanya melintas di depannya.


Saat keduanya sudah masuk tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya.


Angel terkesiap dan langsung menangis tersedu-sedu karena ketakutan.


Tiba-tiba lampu di kamar yang tadinya mati seketika menyela membuat Angel langsung berhenti menangis. Wangi aroma mawar mulai tercium bercampur dengan aroma anyir darah manusia.


Sekelompok gadis cantik keluar dari balik tembok dan menyanyikan sebuah kidung membuat Riana merasakan tubuhnya Seketika menjadi panas dan membuka pakaiannya.


Angel yang melihat Riana seketika berusaha mencegahnya, namun Riana justru mendorong gadis itu hingga tersungkur ke lantai.


Melihat Riana mulai terhipnotis oleh kidung para pengikut sekte membuat Angel berusaha menahan gadis itu saat ia hendak masuk kedalam sebuah lubang yang dipenuhi dengan puluhan benda-benda tajam.


"Riana jangan lakukan please!!" seru Angel


"Ingat tujuan kita datang ke sini untuk menyelamatkan Gagah bukan untuk bunuh diri so hentikan Ri!" imbuhnya


Namun Riana tak menghiraukan ucapan gadis itu bahkan kembali mendorongnya hingga ia terhempas menjauh darinya.


Riana kemudian menjatuhkan dirinya hingga ia tertusuk sebuah tombak.


Darah segar mengalir dari tubuhnya membasahi seluruh tanah di liang itu.


Tak lama sosok vampire tampan muncul dan menggendong tubuhnya keluar dari lubang itu.


"Gigit aku," ucap Riana dengan suara parau


Tak tega melihat keadaan Riana yang sekarat Gagah kemudian menggigit lehernya membuat gadis itu seketika pingsan.


"Maafkan aku," ucap Gagah kemudian mengusap lembut wajah gadis itu.


"Kau memang Gila Riana, kau selalu saja membuat ku kesal dengan melakukan hal-hal di luar nalar hanya demi melindungi kekasih vampire mu itu. Aku benar-benar muak dengan kelakuanmu itu. Kali ini aku tidak bisa memaafkan mu lagi, kau sudah menghancurkan kepercayaan ku selama ini. Kau bahkan membuat penantian ku selama ratusan tahun sia-sia!"


Raja Iblis segera mengambil pedangnya dan menghunuskan kearah Riana.


Namun Gagah langsung menahannya hingga lengan pria itu berdarah.


"Aku tidak akan membiarkan mu membunuh Riana lagi!" seru pemuda itu


Kedua pria itu kemudian saling beradu pedang. Sementara itu Angel yang hendak menolong Riana justru dihadang oleh para pengikut sekte.


Mereka ramai-ramai menyerang Angel membuat gadis itu terpaksa melawan mereka.


Aleta yang melihat Angel di keroyok segera menyelamatkan sahabatnya itu.


Sial ternyata mereka benar-benar kuat.


Aleta tidak punya cara lain selain membunuh para Anggota sekte dengan menghisap darah mereka.


"Apa yang kau lakukan, bagaimana jika mereka semua berubah menjadi Vampire dan membuat kekacauan di sini!" seru Angel


"Untuk itu kita harus membakarnya sebelum mereka berubah menjadi Vampire," jawab Aleta


"Lalu bagaimana dengan Riana?" tanya Angel


"Bawa dia keluar dari sini, biar aku yang akan membakar kastil ini!" seru Aleta


Gadis itu segera menumpahkan dua derigen bensin kemudian pergi meninggalkan rumah itu setelah membakarnya.